Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Akhlis Purnomo
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Akhlis Purnomo adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Apa Untungnya Memiliki Portofolio Karier?

Kompas.com, 31 Agustus 2024, 23:03 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Cara agar portofolio karier Anda lebih "kaya" ialah dengan menambahkan sejumlah keterampilan dan minat lain yang tak secara langsung berkaitan dengan bidang pekerjaan Anda sekarang ini tetapi bisa dianggap sebagai penunjang dan daya tarik tambahan.

Sebagai contoh, seseorang adalah praktisi marketing di dunia kerja formalnya. Di sisi lain, ia juga menekuni passion dan hobi yakni basket dan menggambar sketsa. Nah, kedua hal ini bisa menjadi poin penting yang ditambahkan dalam portofolio karier agar bisa lebih menarik dan 'kaya'.

Manfaat Punya Hobi

Sebuah portofolio karier akan terkesan lebih 'seksi' dan unik bila mampu menyuguhkan sisi personal seseorang selain sisi profesionalnya.

Nah, di sini hobi dan passion sangat berguna. Mereka yang hidupnya 100% untuk bekerja dan tak punya hobi bakal 'kering' portofolio kariernya. Sebab isinya cuma daftar pekerjaan.

Lain dari mereka yang cuma mengisi hidup dengan bekerja, orang-orang dengan kepribadian yang menarik biasanya memiliki passion dan hobi yang membuat mereka menjadi lebih humanis dan utuh.

Tantangannya adalah bagaimana nantinya kita membuat narasi yang apik untuk menghubungkan sisi profesional ini dengan sisi personal kita yang diwakili dari sederet prestasi dan aktivitas pengisi waktu luang.

Banyak orang yang ragu untuk mengungkapkan hobi dan passion mereka di luar ranah pekerjaan karena mereka berpikir sempit, tak mau berpikir dan mengamati lebih dekat 'benang merah' antara pekerjaan sehari-hari dengan hobi. Ini sangat disayangkan. Akhirnya keunikan diri menjadi terkubur dan kesan pertama terhadap diri di depan orang menjadi monoton.

Hubungan Work Life Balance dan Portofolio Karier

Untuk para pemberi kerja yang paham pentingnya keseimbangan kerja dan hidup (work life balance), keseimbangan sisi profesional dan personal justru diprioritaskan.

Nah, ini penting bagi Anda yang sedang memburu peluang kerja di tempat yang memprioritaskan keseimbangan kerja dan hidup (WLB).

Kalau Anda sendiri gagal menyeimbangkan kedua sisi itu dan tak bisa menuangkannya dalam portofolio karier yang seimbang, jangan harap Anda bisa mendapatkan tempat kerja yang menerapkan prinsip WLB tadi. 

Tantangan untuk membuat portofolio karier ini ialah bagi anak-anak muda yang belum paham potensi dirinya dan masih kebingungan mencari pekerjaan, bakal ditemukan kebingungan mengenai apa yang harus dicantumkan di kedua sisi baik profesional dan personal.

Jangan putus asa bagi Anda yang belum punya pekerjaan, karena Anda bisa membuat deretan proyek pribadi tipe mockup alias simulasi.

Asal Anda menggarap proyek rekaan ini dengan serius dan profesional, orang bakal percaya. Plus, cantumkan keterangan bahwa ini adalah proyek mockup atau simulasi. Bukan riil/ nyata di dunia kerja. 

Sementara itu, agar sisi personal bisa menarik, galilah potensi diri Anda dengan menekuni hobi dan aktivitas positif di komunitas-komunitas yang ada di sekitar Anda. Jangan cuma habiskan waktu untuk belajar dan kuliah atau kerja. (*/)

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Portofolio Karier Ungkap Pribadi Pekerja sebagai Manusia Utuh"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau