Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dina Amalia (Kaka D)
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Dina Amalia (Kaka D) adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Apa Beda antara Kategori Buku dan Genre Buku?

Kompas.com, 29 November 2024, 23:15 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Apa kategori buku yang biasa kamu baca? Apa genre buku yang menjadi favorit kamu?

Apakah kamu menyukai buku yang suka mengajak berfantasi ria, atau mungkin buku-buku yang mudah membuat hati dan jantungmu jadi berdetak tak karuan ketika asyik menyimak alur ceritanya?

Luasnya dunia buku, maka luas juga ilmu didalamnya. Termasuk dari hal-hal kecil yang kelihatannya sepele tapi rupanya masih suka bikin bingung sendiri soal artinya, alias sering kali tumpang-tindih ketika mendeskripsikan maknanya.

Dua diantaranya adalah 'kategori' dan 'genre' buku yang sering kali dianggap sama, hingga hampir digunakan secara bergantian atau tertukar oleh sebagian besar orang.

Kategori dan genre menjadi salah satu bagian vital dari buku, karena menyangkut aspek penerbitan hingga penjualan buku, dan tentunya mengarah dari sisi penulis ke calon pembeli.

Sisi Penulis

Kategori dan genre sekilas terlihat sederhana, karena menjadi yang paling utama ketika pembaca sedang mencari buku-buku, baik di rak, perpustakaan, atau membelinya secara langsung dan online.

Tetapi, siapa sangka kalau rupanya masih ada penulis yang tidak bisa membedakan kedua istilah ini?

Hal ini turut diungkap oleh Konsultan Penerbitan Janey Burton, bahwa dari waktu ke waktu sering kali bertemu dengan penulis yang terlihat kebingungan ketika ditanya mengenai 'kategori apa yang ditulis' dan bahkan mereka menganggap hal ini tidaklah penting. 

Ada sebagian penulis yang beranggapan bahwa pembaca buku merupakan 'semua orang', dalam arti menyukai semua kategori buku. Padahal, setiap pembaca memiliki minat yang berbeda, maka disitulah hadir peran kategori dan genre.

Kategori dan genre, penting untuk diketahui khususnya penulis, karena menuju pada aspek penerbitan dan penjualan buku yang akan menjadi perhatian besar pembaca.

Ketika, penulis tidak mengetahui dan tidak bisa menjelaskan apa kategori dan genre buku yang ditulisnya, maka bagaimana calon pembeli bisa memahaminya?

Sisi Pembeli atau Calon Pembaca

Dari sisi pembeli/calon pembaca, kategori dan genre sangat berguna untuk mempermudah menemukan buku yang sedang dicarinya.

Walaupun terdapat jelas apa judulnya dan siapa penulisnya, tetapi setiap buku selalu diletakkan sesuai kategori dan genrenya, bukan berdasarkan judul dan penulisnya.

Begitu pun, pada online store, salah satunya marketplace. Jika, penjual buku tidak memasukkan judul / nama penulis dengan lengkap, maka pembeli / calon pembaca harus mencarinya sesuai kategori yang tertera pada laman toko.

Dalam dunia jual-beli buku, tidak sedikit pembeli buku yang bingung ketika ditanya "Cari kategori buku apa kak?", "Biasanya, baca genre buku apa kak?", terkadang jawabnya tidak sinkron.

Hal ini, bisa terjadi karena ketidaktahuan ataupun kebingungan untuk membedakan arti kedua istilah tersebut.

Lalu, apa yang bedanya kategori buku dan genre buku?

Baik kategori ataupun genre, ada yang dikenal secara garis besar, namun ada pula yang harus dikenali secara mendetail.

Masih mewarta dari Konsultan Penerbitan Janey Burton, secara sederhana, kategori buku merujuk kepada 'aspek umum' dari isi/konten buku (misal, kumpulan buku fiksi, kumpulan buku non fiksi, buku khusus anak, dsb).

Sedangkan, genre yakni bagian dari sub kategori yang lebih mengerucut (memberi tahu) mengenai isi/konten buku (misal, romansa, horor, memoar, sejarah, ilmiah, dst).

Kategori Buku, Akar Utama dari Bagian dan Penyusunan Bidang

Lebih mendalam, kategori buku, yakni diartikan sebagai istilah dan aspek umum dari isi/konten buku dan juga (klasifikasi) pembaca buku.

Kategori, bukan hanya digunakan pada sisi buku, melainkan juga digunakan pada penempatan pajangan buku, alias dipakai untuk 'judul rak' di tempat buku (baik perpustakaan, ataupun toko buku) guna mengarahkan dan memudahkan pembaca dalam menemukan buku yang sedang dicari.

Kategori buku itu ibaratnya sekat, yang membuat buku-buku tertata rapi, sesuai dengan bahasan bidangnya masing-masing.

Hal ini sering kita rasakan, ketika berkunjung ke perputakaan atau toko buku, "Buku-buku fiksi ada disebelah mana yaa, Mba?", maka penjaga toko pasti akan langsung mengarahkan kita ke rak/lorong khusus kategori yang kita tanya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau