Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dina Amalia (Kaka D)
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Dina Amalia (Kaka D) adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Apa Beda antara Kategori Buku dan Genre Buku?

Kompas.com, 29 November 2024, 23:15 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

- Buku Gambar: Buku gambar pada kategori ini bukanlah kertas kosong yang digunakan untuk menggambar. Melainkan, buku yang berisikan tulisan pendek dan cerita yang dibuat dominan melalui viual. Biasanya, tertuju untuk anak yang baru memasuki pra-sekolah sampai sekolah dasar awal.

Itulah kategori buku secara garis besar dan detail. Jadi, kategori sangatlah penting, sebab ditujukan langsung untuk calon pembaca, sehingga buku-buku bisa dicari atau dipajang dengan rapi dihadapan pembeli / calon pembaca.

Mewarta dari Konsultan Penerbitan Janey Burton, kategori menjadi pertanyaan nyata dan utama yang selalu ditanyakan oleh penerbit kepada si penulis. Jika, penulis belum bisa memberi petunjuk atau kategori yang mereka pilih salah, maka biasanya penerbit lah yang akan mengeceknya.

Genre Buku: Lebih Spesifik, Semakin Beraturan

Genre buku, yakni bagian dari sub kategori buku yang lebih mengerucut / spesifik dan secara tidak langsung (memberi tahu) mengenai isi/konten buku.

Buku fiksi memiliki sekitar 8 genre didalamnya, sedangkan buku non-fiksi terdapat lebih dari 19 genre didalamnya.

Genre Fiksi:

1. Romansa: Genre yang suka bikin pembaca baper karena cerita didalamnya yang penuh dengan cinta antar tokoh. Tidak jarang, bapernya pembaca sampai nangis atau senyum-senyum sendiri.

2. Science Fiction: Genre ilmiah ini, biasanya memiliki cerita yang dibangun pada sebuah dunia 'modern' full teknologi terkini dan dominan berlatar dari masa depan.

3. Fanfiction: Genre ini biasanya datang dari sebuah imajinasi penggemar yang amat mengidolakan seseorang, entah pemain film, band populer, dan sebagainya.

4. Misteri/Thriller: Genre misteri, tidak pernah jauh dari cerita kasus-kasus kriminal, pembunuhan, hingga penculikan. Ceritanya selalu melibatkan pelarian atau pengejaran. Alur cerita dari genre ini suka membuat pembaca terbawa emosi karena kepo atau kesal sendiri.

5. Fantasi: Genre yang berasal dari cerita khayalan, alias tidak berwujud di dunia nyata hingga terkadang suka tidak masuk diakal. Benar-benar mengajak pembaca berfantasi ria.

6. Horor: Paling mencengkram, genre ini sudah pasti berhubungan dengan makhluk halus dan dunianya. Cerita yang disajikan bisa datang dari kenyataan (kisah nyata) ataupun buatan.

7. Historical: Histori biasanya berasal dari cerita dunia nyata, perbedaannya hanya pada masa, yakni datang dari masa yang telah lalu.

8. Realistic Fiction: Genre yang erat dengan cerita realistis, bahkan suka terjadi pada dunia nyata. Tak jauh-jauh, cerita yang diangkat kebanyakan dari percintaan, keluarga, masalah, dan kehidupan.

Genre Non-Fiksi

Genre Non-Fiksi:

Memoir, Biografi, Autobiografi, Ensiklopedia, Kesehatan & Kedokteran, Panduan & Manual, Kamus, Sejarah, Alamanak, Jurnalisme, Sains, Filsafat, Motivasi, Pengembangan Diri, Psikologi, Pendamping, Pelajaran, Humor, Catatan Perjalanan, Teks, Literature, Akademik.

Ketika melihat ulasan antara kategori vs genre, tentu sangat berbeda bukan?

Kategori merujuk pada inti/garis besarnya, sedangkan genre turunannya, alias lebih detail dan lebih spesifik. Keduanya saling bergantung dan melengkapi. Keduanya pula saling dibutuhkan baik dari sisi penulis, penerbit, penjual, dan pembaca.

Dari dunia penerbit dan sisi fisik buku, baik kategori ataupun genre, biasanya keduanya ditampakan pada bagian cover belakang dekat ISBN, guna memudahkan pembaca dalam mengetahui kategori dan genrenya langsung.

Sedangkan, dari dunia penjual atau pasar buku, kategori dan genre sangat berguna untuk mengklasifikasi/menata buku pada rak dan etalase online.

Sebab, setiap buku walaupun sudah disusun sesuai kategori, akan disusun kembali secara detail sesuai genre, untuk memudahkan penjual ketika buku tersebut laku terjual atau disaat ada calon pembaca yang mencarinya secara langsung.

Hal ini, mengingat jumlah buku yang dijual tidak sedikit, belum lagi dengan kepemilikan stok yang cukup banyak.

Kategori dan genre buku sangat penting diperhatikan keakuratannya, agar sisi penerbit bisa memberi label pada buku secara jelas dan benar pada metadatanya. Dilain sisi, agar pembaca tidak merasa kebingungan dan salah sangka.

Semoga ulasan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasanmu dalam mengenal luasnya dunia buku yaa. Salam literasi, salam hangat, semoga sehat-sehat selalu untuk kamu yang lagi membaca artikel ini.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Serupa tapi Tak Sama, Kategori Buku Vs Genre Buku, Apa Bedanya?"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau