Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bambang Trim
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Bambang Trim adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Apakah Bisa Setahun Menulis Sebuku?

Kompas.com, 30 Desember 2024, 12:53 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Ya, orang seperti saya saja yang pekerjaannya menulis dan menyunting sekali-sekali mengalami kebuntuan menulis. Artinya, ada sesuatu yang kerap kali membuat saya tidak  mampu meneruskan naskah, seperti contoh beberapa naskah yang mangkrak tahun ini.

Istri saya yang juga direktur penerbit, selalu mengingatkan saya untuk menuntaskan tenggat karena bukunya sudah ditanya-tanya calon pembaca.

Ada lagi alangan yang nyata, yaitu seseorang masih "gelap" tentang menulis buku. Ia tidak tahu mau menulis buku apa.

Ia tidak tahu tujuannya menulis buku untuk apa. Ia pun tidak tahu kapan ia harus menuntaskan naskahnya sebagai pendorong. Apa yang ia tahu bahwa ia harus menulis buku biar kaya di film-film. He-he-he.

Kalau engkau masuk kelas motivasi, pastilah dikau akan mendapatkan vitamin-vitamin bijak bahwa menulis itu sederhana saja. Ya, bagi yang bijak itu sederhana, tetapi menulisnya boleh jadi "simpang raya". 

Loh, kok jadi restoran Minang? Tapi, memang ada mirip-miripnya karena di restoran Minang itu banyak pilihan. Makan di tempat atau dibungkus.

Makan di tempat itu mau dirames atau disajikan. Nah, pas disajikan, engkau pun ditantang untuk mengambil keputusan lauk mana yang mau disantap.

Pertimbangan pun banyak. Soal harga lauk; soal kesehatan badan, kolesterol mungkin; dan persoalan yang lain. Lantas apa hubungannya dengan penulis? Itulah alangan kebimbangan ketika dihadapkan begitu banyak pilihan yang harus dituliskan. 

Mana yang menjadi prioritas penulisan harus ditetapkan sehingga penulis pun harus paham pemasaran jika ia ingin bukunya sukses di pasar. Jika sekadar menulis dan menerbitkan buku, ia pun lebih mudah mengambil keputusan tanpa pertimbangan pasar.

Sebuku Saja Setahun

Jika engkau seorang pemula sekaligus pemalu, sebuku saja setahun sudah cukup. Tapi, jangan buku anak, ya, apalagi buku cerita bergambar yang halamannya paling banyak 32. Itu terlalu tipis sebagai buku sehingga kalau Anda memilih buku anak, ya jangan menulis satu buku.

Sebuku saja setahun itu sudah cukup untuk mengalirkan gagasan engkau tentang hidup yang lebih baik atau tentang karier yang lebih baik.

Engkau berbagi dengan satu buku itu maka boleh jadi dapat menembus ratusan hingga ribuan kepala. Itu mengapa  sebuah buku lebih ampuh daripada sebutir peluru.

Sebuku itu artinya harus terbit benar-benar menjadi buku, tidak peduli ber-ISBN  atau belum. Jadi, bukan naskah yang masih ada di folder komputer dalam format Word.

Pastikan buku itu engkau terbitkan, baik secara mandiri (self-publishing), secara berbayar (vanity publishing), atau secara tradisional melalui penerbit buku---tidak memungut bayaran, tetapi melalui kurasi.

Sebuku setahun bagi engkau dapat direncanakan sekaligus dengan peningkatan kompetensi dirimu menulis buku. Engkau dapat mengikuti kelas-kelas penulisan yang relevan dan pembimbingan dari masternya. Jangan meminta bimbingan dari orang yang baru menulis satu buku (yang ternyata juga tidak laku-laku amat) dan tidak memiliki konsep pembimbingan, nanti malah jadi halu.

Tahun 2025 mau menulis buku apa? Hayo, jangan resolusi terus tanpa aksi dan reaksi. Januari menggebu, tetapi setelah Februari hingga Desember malah berdebu.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Setahun Menulis Sebuku Bukan Halu"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau