Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rania Wahyono
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Rania Wahyono adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Jebakan Frugal Habit, Sudah Mencoba Hemat Tetap Saja Boncos

Kompas.com, 28 Mei 2025, 22:30 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Misalnya makan mie instan tiap hari. Padahal kebiasaan makan dengan gizi yang tidak seimbang malah bisa bikin kita gampang lemas, kurang fokus, daya tahan tubuh menurun, asam lambung naik akhirnya jadi gampang sakit.

Padahal kalau kita investasi sedikit buat makan yang lebih sehat efeknya bisa jauh lebih hemat di jangka panjang. 

Jadi gimana cara frugal yang benar dalam hal urusan makanan? Cari makanan yang bergizi tapi tetap murah. Seperti protein nggak harus dari daging sapi yang mahal, bisa pilih tempe, tahu, telur atau ikan yang lebih murah tapi tetap sehat. 

Lalu masak sendiri. Daripada beli fake food yang kelihatannya enak tapi banyak pengawet dan MSG mending kita masak real food dengan bahan yang lebih sehat. 

Dan yang terakhir jangan skip makan dengan alasan ngirit. Ini salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan. Kita pikir hemat tapi malah bikin tubuh gampang drop dan akhirnya jadi enggak produktif. Ingat bahwa kesehatan itu investasi bukan pengeluaran. Mending kita keluarin uang sedikit lebih banyak untuk makan yang benar daripada harus bayar mahal buat berobat.

7. Pakai Barang Sampai Rusak Total Tapi Tidak Pernah Dirawat

Servis rutin sering dianggap buang duit. Padahal, perawatan kecil jauh lebih murah dibanding perbaikan besar. Contoh service rutin motor atau mobil, kalau oli nggak diganti-ganti atau rem jarang dicek nanti malah bisa kena kerusakan yang lebih parah. 

Hal ini berlaku juga buat barang-barang elektronik kayak AC, kulkas atau laptop. Kalau nggak pernah diservice bikin lebih cepat rusak yang akhirnya harus beli baru yang jauh lebih mahal. 

Gimana frugal yang benar dalam hal perawatan barang? Pertama lakukan servis secara berkala. Jangan anggap sebagai pengeluaran tapi sebagai investasi agar barang lebih awet dan nggak keluar biaya besar di kemudian hari. Lalu jangan menunggu sampai rusak total baru diperbaiki. Kalau sudah ada tanda-tanda, mending langsung service sebelum jadi masalah besar. 

Terakhir rawat barang sesuai dengan panduan pabrik. Misalnya AC harus dibersihin setiap 3 bulan sekali atau handphone jangan di cas sambil dipakai biar baterainya awet. Intinya merawat barang itu jauh lebih hemat daripada menunggu rusak dan keluar biaya besar buat ganti atau perbaikan total.

8. Pilih Alternatif Murah Tapi Ribet dan Buang Waktu

Kadang kita pilih opsi paling murah tanpa mikirin kenyamanan dan konsekuensi. Contohnya pergi rame-rame naik transportasi umum tapi harus transit berkali-kali dan harus jalan kaki jauh. Padahal kalau naik taxi online dibayar patungan akan jauh lebih hemat waktu dan efisien. 

Atau beli kuota internet murah tapi sinyalnya ngeselin akhirnya malah bikin produktivitas kita turun. Apalagi kalau kerja kita freelance yang sering live streaming ini jelas bikin penghasilan kita berkurang karena kerjaan jadi nggak efisien. 

Cara frugal yang benar, jangan cuma melihat harga tapi pertimbangkan juga soal kenyamanan dan efisiensi waktu. Ingat waktu kita ada nilainya dan kalau waktu dan tenaga banyak terbuang untuk hal-hal yang nggak efektif juga sebuah bentuk "kerugian". 

Lalu hitung biaya total, bukan cuman biaya awal, kadang sesuatu yang murah di awal itu bisa bikin keluar biaya tambahan di belakang. Contoh beli printer murah tapi isi ulang tintanya mahal banget. Jadi jangan sampai kita terlalu fokus sama mencari yang termurah tapi malah jadi nggak produktif, lebih ribet dan akhirnya malah keluar biaya lebih banyak di kemudian hari. 

****

Frugal bukan sekedar cari yang paling murah atau menahan pengeluaran sampai level ekstrem. Frugal yang benar itu adalah tentang membuat keputusan finansial yang cerdas dan strategis. 

Setiap kali ngeluarin duit pastikan memang sepandan dan worth it. Harga oke, kualitas dapet dan nggak bikin hidup tambah ribet. Bukan cuma murah di awal tapi jadi mahal di belakang dan akhirnya bikin boncos.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Hidup Hemat Kok Tetap Boncos? Waspadai Jebakan Frugal Habit yang Sering Terjadi"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Kata Netizen
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Kata Netizen
Menjaga Kebahagiaan di Era Oversharing
Menjaga Kebahagiaan di Era Oversharing
Kata Netizen
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Kata Netizen
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Kata Netizen
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Kata Netizen
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
Kata Netizen
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kata Netizen
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kata Netizen
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Kata Netizen
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Kata Netizen
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau