Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Diantika IE
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Diantika IE adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Ruang Hijau Kecil Menghadirkan "Kehidupan Baru" di Rumah

Kompas.com, 17 Mei 2026, 20:44 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Apa yang membuatmu rindu pada suara alam di sekitar rumah sendiri? Apakah kamu juga menyadari bahwa kupu-kupu, lebah, dan serangga kecil kini semakin jarang terlihat di lingkungan tempat tinggal? 

Mungkinkah ruang hijau sederhana di rumah mampu menghadirkan kembali kehidupan-kehidupan kecil yang dulu akrab dengan keseharian kita?

Berada di kawasan permukiman yang cukup padat, rumah kami berada di dalam gang kecil, tepat di belakang rumah bapak mertua. Ruang terbuka yang tersisa di sekitar rumah sebenarnya tidak banyak.

Hanya ada sebidang lahan kosong di samping rumah kakak ipar, luasnya sekitar 10 tumbak, yang kabarnya suatu hari nanti akan dibangun rumah. Jika itu terjadi, kami membayangkan lingkungan sekitar akan semakin dipenuhi bangunan.

Untuk menuju rumah dengan lebih cepat, kami biasanya melewati ruang tengah rumah bapak mertua. Jika tidak, kami harus memutar melewati beberapa rumah lain dengan gang yang semakin sempit.

Meski masih ada sedikit ruang terbuka di dekat rumah, suasananya belum terasa sejuk. Yang tumbuh sebagian besar hanya rerumputan liar dan semak belukar. Sesekali bahkan ada orang yang membuang sampah di sana.

Pepohonan pun semakin jarang ditemukan, kecuali di lahan-lahan terbuka yang letaknya cukup jauh dari rumah. Udara terasa berbeda dibandingkan dulu, tidak lagi sesegar yang kami rasakan ketika tinggal di kampung halaman.

Kerinduan pada Kehidupan Alam yang Perlahan Menghilang

Ketika pertama kali pindah ke rumah ini sekitar tiga tahun lalu, saya mulai menyadari betapa jarangnya melihat kupu-kupu beterbangan atau lebah hinggap di bunga.

Suara tonggeret yang dulu begitu akrab di telinga ketika tinggal di desa juga hampir tidak pernah terdengar lagi.

Sebagai seseorang yang lahir dan tumbuh di pedesaan, keberadaan serangga-serangga kecil itu selalu menghadirkan rasa tenang tersendiri.

Kerinduan terhadap suasana alam biasanya baru sedikit terobati saat pulang kampung ke Panawangan, Ciamis, meski hanya dua atau tiga hari.

Menciptakan Ruang Hijau dari Sudut Rumah yang Sederhana

Karena sering merasa gerah dan merindukan suasana yang lebih segar, kami mulai berpikir untuk menciptakan ruang hijau kecil di rumah sendiri. Kebetulan, saat memperbaiki dapur, ada sisa lahan berukuran sekitar 4 x 2,5 meter yang kemudian kami jadikan halaman belakang sekaligus area jemuran terbuka tanpa atap.

Dari situlah keinginan menghadirkan ruang hijau mulai tumbuh. Kami ingin memiliki sudut kecil yang membuat udara terasa lebih lega dan nyaman untuk ditempati. Tentu semuanya tidak terjadi dalam waktu singkat. Prosesnya perlahan dan membutuhkan kesabaran.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ruang Hijau Kecil Menghadirkan 'Kehidupan Baru' di Rumah
Ruang Hijau Kecil Menghadirkan "Kehidupan Baru" di Rumah
Kata Netizen
Cerita Menanam Sayur di Rumah, dari Polybag ke Meja Makan
Cerita Menanam Sayur di Rumah, dari Polybag ke Meja Makan
Kata Netizen
Perspektif Lain Profesi MC yang “Gak Cuma Modal Ngomong”
Perspektif Lain Profesi MC yang “Gak Cuma Modal Ngomong”
Kata Netizen
Ketika Jurusan Baru SMK Tidak Selalu Menjadi Jawaban
Ketika Jurusan Baru SMK Tidak Selalu Menjadi Jawaban
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Pecinan di Pedalaman Wonogiri
Menyusuri Jejak Pecinan di Pedalaman Wonogiri
Kata Netizen
Sebelum Membeli Hewan Kurban, Sudahkah Memastikan Ada SKKH?
Sebelum Membeli Hewan Kurban, Sudahkah Memastikan Ada SKKH?
Kata Netizen
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Kata Netizen
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Kata Netizen
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kata Netizen
'Hamil Kebo', Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
"Hamil Kebo", Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
Kata Netizen
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kata Netizen
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Kata Netizen
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Kata Netizen
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Kata Netizen
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau