Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rania Wahyono
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Rania Wahyono adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Jebakan Frugal Habit, Sudah Mencoba Hemat Tetap Saja Boncos

Kompas.com - 28/05/2025, 22:30 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Tipsnya, bikin daftar belanja dan patuhi itu supaya nggak gampang tergoda beli hal-hal yang nggak ada di list. Dan jangan gampang FOMO gara-gara promo. 

Kalau memang barangnya penting dan udah masuk list baru manfaatin diskon itu. Terakhir jangan mudah termakan angka diskon.

Kadang harga aslinya sudah dinaikin dulu sebelum di diskon. Jadi kelihatannya kayak diskon gede padahal nggak beda jauh sama harga normalnya. 

3. DIY yang Nggak Worth It

DIY alias Do It Yourself itu kelihatannya memang keren dan hemat. Tapi nggak semua hal harus kita bikin sendiri. Misalkan mau bikin meja sendiri, kita pikir jauh lebih murah tinggal beli bahan bakunya aja.

Pas mulai bikin, baru sadar harus beli papan kayu yang bagus, harus punya alat-alat seperti gergaji,paku, lem kayu, amplas dan cat. 

Belum lagi waktu yang kita habiskan buat ngerjain, apalagi kalau belum ahli. Waktunya lama dan kalau nggak rapi hasilnya bisa jauh dari ekspektasi. Dan setelah dihitung-hitung ternyata lebih murah beli meja yang sudah jadi daripada bikin sendiri.

Intinya hitung dulu semua biaya sebelum kita melakukan project DIY. Jangan hanya melihat harga bahan mentahnya tapi pikirikan juga soal alat-alat, waktu dan risiko kegagalan. Kalau harus trial and error berkali-kali ya mending beli yang sudah jadi.

Lalu fokus DIY untuk hal yang mudah, hemat dan bisa dipakai berulang kali. Misalnya bikin sabun cuci piring sendiri dari bahan alami. Ini mungkin bisa lebih hemat kalau kita udah tahu resep yang pas dan gampang dibuat. 

4. Buru-buru Ganti Barang dengan Dalih  Efisiensi

Ini kebiasaan yang sering terjadi di era digital sekarang. Upgrade barang alias gampang kepengin ganti yang baru dengan alasan efisiensi. Padahal barang lama masih berfungsi dengan baik. Misalnya HP agak lemot dan baterai boros, langsung kepikiran beli baru. 

Padahal cuma butuh sedikit perbaikan, mungkin cukup ganti baterai atau upgrade sedikit. Sayang banget kan kalau barang masih bisa diperbaiki tapi keburu dibuang. Ini juga sering terjadi pada barang elektronik lainnya.

Prinsipnya, perbaiki dulu kalau masih bisa. Jangan gampang tergoda upgrade cuman karena ada model yang baru. Ingat produk elektronik itu selalu berkembang cepat dan kalau kita terus mengejar yang terbaru, bakalan bikin dompet jebol. 

Yang kedua lakukan perawatan secara rutin, kadang barang cepat rusak bukan karena kualitasnya jelek tapi karena kitanya sendiri nggak ngerawat dengan baik. Intinya barang itu dipakai sampai benar-benar nggak bisa dipakai lagi. 

5. Borong Barang Banyak Tapi Tidak Kepakai Akhirnya Mubazir

Diskon "beli banyak lebih murah" sering bikin kita kalap dan kelihatan kayak keputusan finansial yang cerdas. Tapi kalau akhirnya basi, expired, atau mubazir? Ya sama aja boros. Contohnya beli pelembab wajah sampai tiga botol karena diskon. Padahal skincare punya masa pakai setelah dibuka. Dan kalau terlalu lama disimpan efektivitasnya bakal berkurang.

Jadi gimana cara frugal yang benar? Pertama beli banyak hanya kalau yakin bakal terpakai, jangan asal borong cuman karena murah tapi hitung dulu seberapa cepat barang itu bakal habis dipakai. 

Ini untuk menjaga agar barang yang dibeli selalu fresh dan nggak mubazir. Khususnya buat bahan makanan atau produk perawatan yang ada tanggal kadaluarsanya. Jadi beli dalam jumlah besar itu memang bisa hemat tapi kalau tidak terkontrol malah justru bikin boros.

6. Ngirit Makan Sampai Kesehatan Terganggu

Berhemat dalam hal makan itu sah-sah aja. Tapi kalau sampai mengorbankan kesehatan kita, ya harus siap-siap keluar uang lebih banyak untuk biaya pengobatan. Maunya hemat tapi akhirnya malah bikin boros dalam jangka panjang.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
5 Cara Menikmati Macet a la 'Working Mom'
5 Cara Menikmati Macet a la "Working Mom"
Kata Netizen
Kebaikan Kecil yang Saya Temukan di Trans Jogja
Kebaikan Kecil yang Saya Temukan di Trans Jogja
Kata Netizen
Bukan Sekadar Angka Timbangan, Diet Itu tentang Perjalanan
Bukan Sekadar Angka Timbangan, Diet Itu tentang Perjalanan
Kata Netizen
Bagi Pasutri, Perhatikan Ini untuk Tetap Bisa Menafkahi Orangtua
Bagi Pasutri, Perhatikan Ini untuk Tetap Bisa Menafkahi Orangtua
Kata Netizen
Belajar Memanen Hujan lewat Joglangan
Belajar Memanen Hujan lewat Joglangan
Kata Netizen
Hilir ke Hulu Hijaunya Alam Kampung Karuhun, Sumedang Selatan
Hilir ke Hulu Hijaunya Alam Kampung Karuhun, Sumedang Selatan
Kata Netizen
Bagaimana Meyakinkan Keluarga tentang Asuransi?
Bagaimana Meyakinkan Keluarga tentang Asuransi?
Kata Netizen
Bisakah Memanen Hujan di Apartemen?
Bisakah Memanen Hujan di Apartemen?
Kata Netizen
Trik 'Receh' di Transportasi Umum yang Bikin Kamu Nyaman
Trik "Receh" di Transportasi Umum yang Bikin Kamu Nyaman
Kata Netizen
Berkat Musik di Kafe dan Latte, Akhirnya Novelku Rampung Juga
Berkat Musik di Kafe dan Latte, Akhirnya Novelku Rampung Juga
Kata Netizen
7 Cara Anak Bekasi atasi 'Commuting Stress'
7 Cara Anak Bekasi atasi "Commuting Stress"
Kata Netizen
Tentang Royalti Lagu 'Indonesia Raya' dan Rilis Versi Lokananta
Tentang Royalti Lagu "Indonesia Raya" dan Rilis Versi Lokananta
Kata Netizen
Mencicip Segala 'Rasa Singkawang' di Krendang, Jakarta Barat
Mencicip Segala "Rasa Singkawang" di Krendang, Jakarta Barat
Kata Netizen
Siapa Masih Jadikan Hujan sebagai Alasan Bolos?
Siapa Masih Jadikan Hujan sebagai Alasan Bolos?
Kata Netizen
Apa yang Lelaki Renungkan Sebelum Memutuskan Menikah?
Apa yang Lelaki Renungkan Sebelum Memutuskan Menikah?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau