
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Belajar dari Perjuangan
Ketika kuliah sambil bekerja, saya terbiasa hidup hemat dan mandiri. Setiap rupiah saya hitung untuk membayar biaya kuliah, menabung, hingga mencicil motor pertama.
Semua dilakukan dengan susah payah, termasuk berdagang kecil-kecilan untuk menutup cicilan.
Karena diperoleh dengan perjuangan, motor itu saya rawat sebaik mungkin. Namun suatu malam, motor tersebut raib. Saya sempat terpuruk.
Tetapi dari pengalaman pahit itu saya belajar: sesuatu yang kita perjuangkan dengan susah payah akan kita hargai sepenuh hati.
Pelajaran ini terbawa hingga ke pernikahan. Saya menghargai pasangan yang dulu lama saya tunggu, berusaha menyayangi dan menjaga sebaik-baiknya. Perjalanan panjang menjemput jodoh justru membuat saya semakin menghargai kebersamaan setelahnya.
Menjaga yang Diperjuangkan
Setelah 20 tahun berumah tangga, saya menemukan banyak hikmah. Cinta yang terbangun dari proses panjang terasa lebih kuat.
Kita lebih berhati-hati dalam bertutur kata dan bersikap, agar tak melukai orang yang kita sayangi. Pasangan suami istri yang saling menghargai akan belajar menjaga kesetiaan, hingga waktu yang tak terhingga.
Maka, bagi Anda yang sedang menempuh jalan terjal dalam menjemput jodoh, jangan kecil hati. Kekuatan cinta itu dibentuk sejak proses pencariannya. Dan cinta akan semakin kokoh ketika kebersamaan akhirnya hadir.
Jangan biarkan cibiran orang meruntuhkan semangat Anda. Tetaplah berikhtiar dan bersabar. Percayalah, jodoh datang pada waktu yang tepat — dan ketika ia datang, kita akan menjaganya dengan sepenuh jiwa.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Jangan Kecil Hati yang Ketemu Jodohnya Lama"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang