
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Orangtua adalah guru pertama bagi anak. Namun guru di sini bukan berarti pihak yang menyelesaikan semua tugas, melainkan pembimbing dan penuntun.
Peran orangtua lebih tepat sebagai mentor yang membantu anak memahami persoalan dan menemukan solusi sendiri.
Memberi arahan, menyediakan fasilitas belajar, dan menciptakan suasana yang mendukung sudah cukup untuk membuat anak belajar mandiri.
Apalagi dengan cara ini, orangtua tidak hanya membantu anak meraih nilai baik, tetapi juga membentuk kemandirian dan daya tahan mental mereka.
Kesimpulan: Mendampingi dengan Bijak
Mengerjakan tugas anak memang terasa sebagai bentuk kasih sayang, tetapi dampaknya bisa kontraproduktif. Sebagai gantinya, jadilah mentor yang menuntun anak memahami persoalan dan menyelesaikannya sendiri.
Dengan pendampingan yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pribadi mandiri, tangguh, dan siap menghadapi tantangan di masa depan—bukan hanya sekadar mendapatkan nilai bagus di sekolah.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Ketika Orangtua Selalu Mengerjakan Tugas Sekolah Anak"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang