Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ire Rosana Ullail
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ire Rosana Ullail adalah seorang yang berprofesi sebagai Administrasi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?

Kompas.com, 20 Juli 2026, 22:23 WIB

Apa yang baru kamu sadari betapa indahnya kampung halaman justru setelah lama meninggalkannya? Mungkin itu pula yang membuat banyak destinasi di Kabupaten Semarang terasa berbeda ketika dipandang dari kejauhan, bukan sekadar tempat wisata, tetapi ruang yang menyimpan sejarah, kenangan, dan alasan untuk pulang.

Sejak merantau, saya justru semakin sering mengagumi kampung sendiri. Dulu, ketika masih tinggal di Kabupaten Semarang, banyak tempat terasa biasa saja.

Namun setelah hampir sebelas tahun hidup di perantauan, sudut-sudut yang dulu akrab perlahan berubah menjadi tempat yang mudah dikagumi sekaligus dirindukan.

Perubahan sudut pandang itu terasa ketika semakin banyak teman dari berbagai daerah bertanya, "Kalau ke Kabupaten Semarang, sebaiknya ke mana?"

Pertanyaan sederhana itu membuat saya mendadak menjadi pemandu wisata dadakan. Menariknya, banyak tempat yang saya rekomendasikan justru baru saya kunjungi ketika menemani teman atau saudara dari luar kota. Dari situlah rasa kagum terhadap kampung halaman tumbuh perlahan.

Saya baru benar-benar menyadari bahwa Kabupaten Semarang memiliki begitu banyak destinasi wisata yang menarik, bahkan tidak kalah beragam dibandingkan Kota Semarang. Ada wisata sejarah, wisata alam, hingga tempat-tempat baru yang mengikuti perkembangan zaman.

Meski begitu, saya pribadi selalu lebih senang mengajak orang mengunjungi tempat-tempat yang telah lama menjadi bagian dari sejarah daerah. Selain memberikan pengalaman berbeda, kehadiran wisatawan juga menjadi salah satu cara sederhana untuk ikut menjaga keberlangsungan situs-situs bersejarah tersebut.

Candi Gedong Songo, Harmoni Sejarah dan Alam

Kalau diminta memilih satu destinasi yang memadukan sejarah dengan panorama alam, saya hampir selalu menyebut Candi Gedong Songo.

Usianya bahkan jauh lebih tua daripada Kabupaten Semarang sendiri. Rasanya pantas jika tempat ini menjadi salah satu tujuan pertama bagi siapa saja yang ingin mengenal daerah ini.

Menariknya, justru banyak wisatawan dari luar daerah yang sangat menikmati kawasan ini. Sebaliknya, warga lokal sering kali menganggapnya sudah terlalu biasa.

Mengajak teman-teman sesama warga Kabupaten Semarang ke sini ternyata jauh lebih sulit dibandingkan mengajak mereka ke tempat wisata yang sedang viral.

Padahal, bagi kami yang sehari-hari tinggal di kota besar dan jarang melihat hamparan pepohonan, udara sejuk dan pemandangan hijau di kawasan ini terasa seperti jeda yang menenangkan.

Beberapa teman saya mengaku menikmati pengalaman berjalan menyusuri kompleks candi sambil menikmati udara pegunungan dan mempelajari sejarahnya. Kombinasi semacam itu tidak mudah ditemukan di banyak tempat.

Memang pernah ada kawasan wisata modern di sekitar pintu masuk yang sempat menjadi perhatian masyarakat selama beberapa tahun. Namun, tren datang dan pergi. Tempat tersebut kini sudah tidak lagi beroperasi.

Sementara itu, Candi Gedong Songo tetap bertahan, meski harus bersaing dengan berbagai destinasi baru yang lebih ramai di media sosial.

Bagi saya, justru di situlah nilai pentingnya. Tempat-tempat viral akan terus bermunculan, tetapi Candi Gedong Songo tetap menjadi warisan yang hanya dimiliki Kabupaten Semarang.

Mengunjunginya bukan sekadar berwisata, melainkan juga ikut menjaga keberlangsungan salah satu situs sejarah yang berharga.

Museum Kereta Api Ambarawa, Menelusuri Jejak Perkeretaapian Indonesia

Selama puluhan tahun tinggal di Kabupaten Semarang, saya justru baru mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa beberapa waktu lalu.

Lagi-lagi alasannya sederhana: menemani teman dari luar kota.

Dulu saya menganggap tempat ini identik dengan tujuan wisata edukasi anak sekolah. Baru setelah benar-benar datang, saya menyadari bahwa museum ini menyimpan kisah panjang perkembangan perkeretaapian Indonesia.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Kata Netizen
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Kata Netizen
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Kata Netizen
Beluntas, Tanaman Pagar yang Memiliki Banyak Khasiat
Beluntas, Tanaman Pagar yang Memiliki Banyak Khasiat
Kata Netizen
Dari Pasar Comboran, Sepiring Orem-orem Menyimpan Cerita
Dari Pasar Comboran, Sepiring Orem-orem Menyimpan Cerita
Kata Netizen
Meski Tukang Cukur, Ada Cerita yang Tak Ikut Terpotong
Meski Tukang Cukur, Ada Cerita yang Tak Ikut Terpotong
Kata Netizen
Apa Arti Merdeka bagi Nakes?
Apa Arti Merdeka bagi Nakes?
Kata Netizen
Dari Sumba ke Flores, Menunggu Kabar di Tengah Gempa
Dari Sumba ke Flores, Menunggu Kabar di Tengah Gempa
Kata Netizen
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau