Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Listhia H. Rahman
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Listhia H. Rahman adalah seorang yang berprofesi sebagai Ahli Gizi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda

Kompas.com, 28 Juli 2026, 14:25 WIB

Saya pun sering mengatakan kepada mereka, "Saya juga pernah berada di posisi kalian. Percayalah, kalian juga bisa melewati proses ini."

Menjadi DPL Sekaligus Pembelajar

Ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi DPL dalam skema KKN. Sebelumnya saya memang pernah mendampingi mahasiswa di desa, tetapi belum dalam format Kuliah Kerja Nyata seperti sekarang.

Pengalaman ini membuat saya semakin percaya bahwa menjadi dosen berarti menjadi pembelajar sepanjang hayat. Tidak hanya mahasiswa yang belajar selama KKN berlangsung, dosen pun terus belajar memahami dinamika lapangan dan karakter mahasiswa yang terus berkembang.

Setiap generasi tentu memiliki pendekatan yang berbeda. Mahasiswa hari ini tumbuh dalam lingkungan digital yang sangat akrab dengan media sosial. Karena itu, saya mencoba menerapkan pendekatan yang lebih cair alias serius, tetapi tetap santai.

Selama tidak keluar dari tujuan pembelajaran, saya tidak keberatan ketika mereka ingin mendokumentasikan kegiatan melalui media sosial atau membuat konten kreatif selama proses KKN berlangsung. Justru cara seperti itu dapat menjadi sarana untuk menceritakan berbagai praktik baik yang mereka lakukan di masyarakat.

Menulis sebagai Bagian dari Pengabdian

Salah satu pesan yang saya sampaikan kepada mahasiswa adalah pentingnya mendokumentasikan pengalaman mereka melalui tulisan.

Kebetulan, dalam program KKN kali ini mereka memang memiliki kewajiban menghasilkan artikel yang dipublikasikan di media. Saya kemudian memperkenalkan Kompasiana sebagai salah satu alternatif karena proses publikasinya relatif mudah dan telah menyediakan kanal khusus untuk tulisan bertema KKN.

Bagi saya, menulis bukan sekadar memenuhi tugas akademik.

Tulisan merupakan cara mengabadikan proses belajar yang tidak selalu dapat direkam melalui foto atau laporan resmi. Di dalamnya tersimpan pengalaman, refleksi, tantangan, hingga pelajaran yang mungkin suatu hari nanti akan dikenang kembali.

Saya merasakan sendiri manfaatnya. Tulisan-tulisan yang saya buat ketika masih menjalani KKN bertahun-tahun lalu masih dapat saya baca hingga sekarang.

Setiap kali membukanya, berbagai kenangan yang sempat memudar kembali hadir dengan begitu jelas. Saya tidak hanya mengingat bahwa pernah menjalani KKN, tetapi juga mengingat bagaimana proses itu membentuk cara pandang saya terhadap masyarakat.

Oleh karena itulah saya selalu mendorong mahasiswa untuk menulis dengan sungguh-sungguh.

Suatu saat nanti, ketika mereka telah menyelesaikan studi dan menekuni profesi masing-masing, tulisan-tulisan itu mungkin akan menjadi pengingat tentang masa ketika mereka belajar mengabdi, bekerja sama, sekaligus mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat.

KKN pada akhirnya memang berlangsung hanya dalam hitungan minggu. Namun, pengalaman yang dibawanya sering kali bertahan jauh lebih lama.

Bahkan, ketika suatu hari nanti seseorang kembali ke dunia KKN dengan peran yang berbeda, kenangan-kenangan itu tetap menemukan jalannya untuk kembali hidup.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dulu Jadi Mahasiswa KKN, Kini Jadi DPL KKN"

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Kata Netizen
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Kata Netizen
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Kata Netizen
Beluntas, Tanaman Pagar yang Memiliki Banyak Khasiat
Beluntas, Tanaman Pagar yang Memiliki Banyak Khasiat
Kata Netizen
Dari Pasar Comboran, Sepiring Orem-orem Menyimpan Cerita
Dari Pasar Comboran, Sepiring Orem-orem Menyimpan Cerita
Kata Netizen
Meski Tukang Cukur, Ada Cerita yang Tak Ikut Terpotong
Meski Tukang Cukur, Ada Cerita yang Tak Ikut Terpotong
Kata Netizen
Apa Arti Merdeka bagi Nakes?
Apa Arti Merdeka bagi Nakes?
Kata Netizen
Dari Sumba ke Flores, Menunggu Kabar di Tengah Gempa
Dari Sumba ke Flores, Menunggu Kabar di Tengah Gempa
Kata Netizen
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau