Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Gobin Dd
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Gobin Dd adalah seorang yang berprofesi sebagai Buruh. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?

Kompas.com, 31 Agustus 2026, 12:08 WIB

Di sisi lain, ada beberapa hal sederhana yang menurut saya juga dapat dilakukan untuk membantu menjaga ketenangan selama masa pemulihan.

Lebih Selektif Mengonsumsi Informasi

Hal pertama adalah lebih selektif dalam mengonsumsi berita dan informasi mengenai gempa bumi. Di tengah derasnya informasi di media sosial, kita tidak harus membaca atau mengikuti setiap kabar yang beredar.

Informasi mengenai gempa sebaiknya berasal dari sumber yang dapat dipercaya, terutama lembaga resmi yang memang memiliki kewenangan dan kompetensi dalam menangani informasi kebencanaan.

Kita juga perlu berhati-hati terhadap berbagai prediksi atau informasi yang tidak memiliki sumber jelas. Dalam situasi bencana, informasi yang belum terverifikasi dapat dengan mudah menambah kecemasan, terlebih bagi mereka yang memang sedang berada dalam kondisi takut.

Berbagai berita mengenai bencana alam memang sulit dihindari. Media sosial membuat informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Namun, justru karena itulah kemampuan untuk memilih informasi menjadi semakin penting.

Informasi yang keliru bukan hanya berpotensi menyesatkan. Dalam situasi tertentu, informasi tersebut juga dapat memperkuat rasa takut dan membuat seseorang semakin sulit merasa aman.

Karena itu, selama berada dalam situasi bencana atau masa pemulihan, tidak ada salahnya memberikan jeda kepada diri sendiri dari arus informasi yang terlalu deras. Kita tetap perlu mengetahui informasi penting mengenai kondisi terkini, tetapi tidak berarti harus terus-menerus mengikuti setiap kabar yang beredar.

Sesekali, memberikan ruang bagi pikiran untuk beristirahat juga penting. Mencari aktivitas yang membuat hati lebih tenang dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga diri di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.

Saling Memberikan Dukungan

Hal kedua adalah saling memberikan dukungan. Dukungan ini dapat datang dari orang-orang yang berada jauh dari lokasi bencana maupun dari mereka yang mengalaminya secara langsung.

Sebagai seseorang yang sedang berada jauh dari keluarga, saya mungkin tidak bisa banyak membantu secara langsung. Yang bisa saya lakukan adalah terus menghubungi mereka dan memberikan dukungan moral.

Salah satunya dengan berbagi pengalaman pribadi ketika pernah berada di episentrum gempa bumi pada 2024 di Filipina bagian utara, yang saat itu berkekuatan 7,0. Dari pengalaman tersebut, saya mencoba menyampaikan kepada keluarga bahwa gempa bumi susulan memang dapat terjadi setelah gempa utama.

Bukan untuk membuat mereka semakin takut, melainkan agar mereka memiliki sedikit gambaran mengenai apa yang mungkin terjadi setelah gempa utama. Dengan mengetahui hal tersebut, saya berharap mereka dapat menghadapi situasi dengan lebih tenang dan tetap memperhatikan keselamatan.

Perlahan, kita memang perlu berdamai dengan kenyataan bahwa gempa susulan merupakan salah satu kemungkinan setelah gempa utama. Namun, menerima kenyataan tersebut tentu bukan berarti mengabaikan kewaspadaan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Kata Netizen
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Kata Netizen
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Kata Netizen
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Kata Netizen
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Kata Netizen
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Kata Netizen
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Kata Netizen
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Kata Netizen
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Kata Netizen
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Kata Netizen
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Kata Netizen
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Kata Netizen
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Kata Netizen
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau