Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Andi Setyo Pambudi
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Andi Setyo Pambudi adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa

Kompas.com, 31 Agustus 2026, 17:31 WIB

Bagi sebagian orang, kuliner mungkin hanya bagian dari perjalanan, tetapi bagi yang lain, sepiring makanan bisa menjadi pintu untuk memahami laut, kebiasaan masyarakat, sejarah, hingga identitas sebuah daerah.

Ada makanan yang menikmati karena rasanya, tetapi ada pula yang membuatmu mengingat sebuah tempat. Bagi saya, perjalanan ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meninggalkan kenangan jenis kedua.

Di tengah aneka hidangan laut yang tersaji, mulai dari ikan, udang, kepiting, hingga berbagai olahan hasil laut lainnya, perhatian saya justru tertuju pada sepiring siput bercangkang yang sebelumnya tidak terlalu akrab bagi saya: gonggong.

Sekilas, tampilannya sederhana. Gonggong yang direbus datang bersama cangkangnya, ditemani sambal dan tusuk kecil untuk mengeluarkan dagingnya. Tidak ada tampilan yang berlebihan. Namun, justru di situlah pengalaman dimulai.

Daging yang tersembunyi di balik cangkang harus ditarik perlahan sebelum disantap. Rasanya cenderung manis alami dan gurih, dengan tekstur kenyal yang khas. Sederhana, tetapi cukup membuat tangan ingin mengambil cangkang berikutnya.

Saya kemudian menyadari bahwa mencicipi gonggong di Tanjungpinang sebenarnya bukan sekadar urusan makan. Ada hubungan antara laut, kebiasaan masyarakat, sejarah kuliner, dan identitas daerah yang bertemu dalam satu hidangan.

Dari meja makan itulah saya semakin memahami bahwa terkadang cara terbaik mengenal sebuah kota bukan hanya dengan mendatangi tempat wisatanya, tetapi juga dengan mencicipi apa yang sejak lama menjadi bagian dari keseharian masyarakatnya.

Ketika Tanjungpinang Bercerita Melalui Meja Makan

Sebagai kota kepulauan, Tanjungpinang tentu sulit dipisahkan dari laut. Nuansa itu terasa pula ketika berbicara tentang kulinernya.

Seafood bukan sekadar pilihan menu bagi wisatawan, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat yang tumbuh bersama lingkungan pesisir. Maka, tidak mengherankan apabila menikmati hidangan laut terasa seperti salah satu agenda yang sayang dilewatkan ketika berkunjung ke kota ini.

Di antara beragam hidangan tersebut, gonggong mempunyai kedudukan yang menarik. Biota yang dikenal secara ilmiah sebagai Laevistrombus canarium ini merupakan siput laut yang banyak dijumpai di perairan dangkal dengan dasar berpasir atau berlumpur dan berkaitan erat dengan ekosistem padang lamun.

Kondisi pesisir Kepulauan Riau menyediakan habitat yang sesuai bagi kehidupannya. Karena mudah ditemukan dan sejak lama dimanfaatkan masyarakat pesisir, gonggong kemudian berkembang menjadi bagian dari tradisi pangan Melayu setempat.

Menariknya, siput laut sejenis tidak hanya ditemukan di Kepulauan Riau. Ia juga dikenal di kawasan perairan Malaysia dan Singapura. Kedekatan geografis membuat tradisi menikmati hasil laut di kawasan ini memiliki sejumlah persinggungan.

Nama gonggong pun cukup dikenal di negeri tetangga, selain sebutan seperti siput tarik, dog conch, atau pearl conch. Namun, bagi Kepulauan Riau, gonggong memperoleh makna yang lebih jauh karena telah melekat sebagai salah satu penanda kuliner daerah.

Hal tersebut mengingatkan saya bahwa kekhasan kuliner tidak selalu ditentukan oleh apakah bahan makanan itu hanya terdapat di satu wilayah. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat membangun hubungan dengannya selama bertahun-tahun.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Kata Netizen
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Kata Netizen
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Kata Netizen
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Kata Netizen
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Kata Netizen
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Kata Netizen
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Kata Netizen
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Kata Netizen
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Kata Netizen
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Kata Netizen
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Kata Netizen
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Kata Netizen
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Kata Netizen
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau