Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Herry Mardianto
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Herry Mardianto adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo

Kompas.com, 20 September 2026, 18:08 WIB

Mengapa setiap kali memotret anggrek saya selalu teringat pada cerpen Kuntowijoyo, dan bagaimana kegiatan sederhana merawat serta mengabadikan bunga justru membuat saya memahami kembali hubungan antara mencintai, mengagumi, dan memberi ruang bagi sebuah keindahan?

Setiap kali memotret anggrek, saya teringat pada cerpen Kuntowijoyo, Dilarang Mencintai Bunga-Bunga.

Cerpen tersebut menceritakan seorang anak laki-laki yang menyukai bunga, tetapi mendapat tentangan dari ayahnya. Bunga dianggap bukan dunia laki-laki.

Laki-laki mesti kuat, keras, dan bekerja dengan tangan kasar. Sementara bunga dipandang sebagai simbol kelembutan yang lebih dekat dengan dunia perempuan.

Entah mengapa, ingatan terhadap cerpen itu selalu muncul kembali ketika saya berhadapan dengan bunga anggrek.

Ketika ada tamu bertandang ke Omah Ampiran, tempat tinggal saya bersama keluarga, lalu mengagumi kehebatan tangan Ibu Negara Omah Ampiran dalam merawat anggrek, mantan pacar biasanya menahan senyum.

“Itu yang menanam dan merawat Pak Presiden Omah Ampiran,” jelas Ibu Negara dengan tenang.

Beberapa tamu kadang tidak bisa menyembunyikan keheranan ketika mengetahui bahwa sayalah yang merawat anggrek.

Seolah-olah ada kegiatan lain yang lebih pantas dilakukan seorang lelaki senja selain menanam dan merawat Anggrek Bulan, Pandurata (Anggrek Hitam Kalimantan), Stapelia, Black Cat, Mangosteen, Americana, Golden Shower, Brasavola Yellow Star, Lancy Follium, Scomborgia, Onci Sunny Village, Antenatum Longhorn, dan berbagai jenis lainnya.

Memasuki masa pensiun, saya justru menikmati kegiatan yang mungkin dianggap kurang lazim bagi sebagian orang: merawat anggrek.

Mulai dari menyiram, memberikan pupuk, menyemprotkan antihama dan antijamur, hingga menunggu kemunculan tangkai bunga dalam rentang waktu berbulan-bulan.

Ketika anggrek akhirnya “berbakti” atau berbunga, saya mengabadikannya melalui lensa kamera.

Sejak pertama kali membaca cerpen Dilarang Mencintai Bunga-Bunga untuk keperluan penulisan makalah di jurnal terakreditasi, cerpen tersebut selalu membekas dalam ingatan.

Judulnya unik sekaligus provokatif. Bagaimana mungkin seseorang dilarang mencintai bunga-bunga?

Setiap kali memotret anggrek, entah mengapa saya selalu kembali teringat pada cerpen tersebut.

Mungkin karena ada hubungan setipis tisu antara mencintai dan mengagumi.

Seorang pemelihara anggrek tentu menyukai bunganya. Namun, seorang fotografer perlu menjaga jarak tertentu dengan objek yang sedang dipotretnya.

Boleh mengagumi, tetapi tidak seharusnya terlalu larut dalam perasaan hingga kehilangan ketelitian. Kamera menuntut kepekaan sekaligus ketepatan, bukan sekadar kekaguman.

Kecintaan saya terhadap fotografi sebenarnya sudah dimulai sejak kanak-kanak.

Saat SMP, saya gemar memotret pemandangan alam. Ketika kuliah dan pulang ke Jambi, ketertarikan saya bergeser ke fotografi human interest, dengan memotret kehidupan anak-anak di tepian Sungai Batanghari.

Setelah era kamera digital berkembang, minat saya kembali bergeser. Saya mulai memotret model.

Kini, selain sesekali memotret alam dan model, saya lebih sering menghabiskan waktu membidik bunga anggrek di halaman rumah, di antara koleksi kamboja Bali atau Plumeria yang terdiri dari warna pink, kuning, merah fanta, three color, hingga kelopak sepuluh.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Kata Netizen
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Kata Netizen
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Kata Netizen
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Kata Netizen
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Kata Netizen
Bandung, Kota yang Memberi Ruang bagi Tumbuhnya Bakat
Bandung, Kota yang Memberi Ruang bagi Tumbuhnya Bakat
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau