Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Hendro Sutono
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Hendro Sutono adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Mobil Terbang Tesla dan Pertanyaan tentang Arah Inovasi

Kompas.com, 29 Oktober 2026, 13:54 WIB

Sejauh mana sebuah inovasi bisa disebut sebagai terobosan jika masih menyisakan persoalan besar dalam hal kepraktisan, keselamatan, dan penerapannya di kehidupan sehari-hari?

Kehadiran prototipe mobil terbang Tesla yang dilengkapi pendorong cold-gas dari SpaceX mungkin menawarkan gambaran menarik tentang masa depan transportasi.

Di balik pertunjukan teknologi yang memukau itu, ada sejumlah pertanyaan mendasar yang patut kita ajukan: apakah teknologi ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, atau justru lebih banyak menawarkan sensasi?

Bagi sebagian orang, menyaksikan kendaraan futuristik tersebut terangkat beberapa detik ke udara mungkin terasa seperti melihat potongan masa depan yang akhirnya hadir di dunia nyata. Kendaraan dengan kemampuan melayang itu pun segera menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial.

Tidak sedikit yang terpukau dan menganggapnya sebagai bukti bahwa batas inovasi otomotif kembali berhasil ditembus. Namun, jika kita melihatnya lebih jauh dengan mempertimbangkan aspek teknis dan realitas industri, pertunjukan tersebut belum tentu menandai dimulainya era baru mobilitas. Sebaliknya, ada alasan untuk mempertanyakan apakah inovasi semacam ini benar-benar menjawab tantangan utama yang sedang dihadapi industri otomotif.

Sejak awal, gagasan menggabungkan teknologi roket antariksa dengan kendaraan yang digunakan di jalan raya memang terdengar tidak biasa dan mencerminkan karakter Elon Musk yang kerap menawarkan gagasan di luar kebiasaan. Pemanfaatan cold-gas thrusters, yang mengadaptasi teknologi dari SpaceX, sekilas tampak sebagai bentuk sinergi menarik antara dua bidang teknologi.

Meski demikian, teknologi yang efektif untuk satu kebutuhan belum tentu cocok diterapkan pada kebutuhan lainnya. Sistem pendorong berbasis gas bertekanan tinggi yang memiliki kegunaan dalam konteks tertentu di bidang kedirgantaraan dapat menghadapi tantangan tersendiri ketika digunakan pada kendaraan di permukaan bumi.

Untuk mengangkat kendaraan berbobot lebih dari satu ton dan mempertahankannya di udara selama beberapa detik saja, diperlukan sistem pendukung yang tidak sederhana.

Tangki bertekanan tinggi, termasuk yang menggunakan material serat karbon, serta kompresor berdaya besar berpotensi menyita ruang dan menambah bobot kendaraan. Konsekuensinya, kapasitas penumpang maupun ruang kabin bisa ikut terdampak.

Persoalan lainnya adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang sistem pendorong tersebut. Jika setelah digunakan pengemudi harus menunggu puluhan menit hingga tekanan udara kembali tersedia, kepraktisannya untuk menunjang mobilitas sehari-hari tentu patut dipertanyakan. Dalam konteks ini, kemampuan untuk melayang sesaat lebih menyerupai demonstrasi teknologi daripada solusi praktis bagi kebutuhan transportasi harian.

Tantangan mobil terbang juga tidak berhenti pada persoalan fisika dan efisiensi kendaraan. Ada hambatan lain yang tidak kalah penting, yakni pengaturan ruang udara.

Langit di atas kawasan permukiman dan perkotaan bukanlah ruang kosong yang dapat digunakan secara bebas. Penggunaannya diatur melalui sistem navigasi dan koridor penerbangan yang dirancang untuk memisahkan berbagai jenis lalu lintas udara, mulai dari pesawat komersial hingga helikopter dan drone. Kehadiran kendaraan pribadi yang dapat terangkat ke udara sewaktu-waktu tentu akan menambah kompleksitas pengaturan tersebut.

Jika kendaraan semacam ini kelak digunakan secara luas, sistem pengendalian lalu lintas udara perlu mampu mengantisipasi pergerakan yang lebih beragam. Tanpa sistem navigasi dan koordinasi yang terintegrasi, peningkatan jumlah kendaraan di udara berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan maupun pengaturan lalu lintas.

Risiko keselamatan juga perlu menjadi perhatian utama. Di jalan raya, pengemudi masih memiliki sejumlah pilihan ketika kendaraan mengalami gangguan, seperti mengurangi kecepatan atau menepi ke tempat yang aman. Situasinya berbeda ketika kendaraan sedang berada di udara. Gangguan pada sistem pendorong dapat menimbulkan risiko serius karena kendaraan tetap berada di bawah pengaruh gravitasi.

Karena itu, kendaraan yang dirancang untuk beroperasi di udara membutuhkan standar keselamatan dan kelaikan yang sesuai dengan karakteristik penerbangannya. Penggunaan secara luas di kawasan perkotaan juga memerlukan dukungan infrastruktur, prosedur keselamatan, dan sistem navigasi yang memadai.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Generasi Terakhir yang Melihat Hutan Kalimantan, Mau?
Generasi Terakhir yang Melihat Hutan Kalimantan, Mau?
Kata Netizen
Siapa Sangka, Tanaman dari Pinggir Sungai Ini Bernama Hoya
Siapa Sangka, Tanaman dari Pinggir Sungai Ini Bernama Hoya
Kata Netizen
Mobil Terbang Tesla dan Pertanyaan tentang Arah Inovasi
Mobil Terbang Tesla dan Pertanyaan tentang Arah Inovasi
Kata Netizen
Semarak Bulan Bahasa, Semangat Literasi di Sekolah Kami
Semarak Bulan Bahasa, Semangat Literasi di Sekolah Kami
Kata Netizen
Jika TPG Terlambat Cair, Bagaimana Nasib Guru?
Jika TPG Terlambat Cair, Bagaimana Nasib Guru?
Kata Netizen
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Kata Netizen
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Kata Netizen
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Kata Netizen
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Kata Netizen
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Kata Netizen
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Kata Netizen
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Kata Netizen
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Kata Netizen
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Kata Netizen
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau