
Menemukan tanaman liar di pinggir sungai, ternyata itu adalah tanaman hias. Bagaimana jika tanaman yang selama ini tumbuh begitu saja di rumah ternyata sedang diminati para pencinta tanaman, dan apa yang perlu diperhatikan agar tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik?
Entah kebetulan atau memang sudah menjadi kebiasaan, saya senang berburu tanaman unik untuk dibawa pulang dan ditanam di rumah. Beruntung, suami juga mulai menyukai tanaman. Jadi, ketika menemukan tumbuhan dengan bentuk yang tidak biasa, kami sering kali tergoda untuk membawanya pulang dan mencoba merawatnya.
Siapa sangka, salah satu tanaman yang kami bawa pulang setelah berjalan-jalan ke sungai ternyata termasuk tanaman hias yang belakangan ini sedang naik daun. Namanya hoya.
Mengenal Tanaman Hoya yang Sedang Naik Daun
Beberapa waktu lalu, saat menonton tayangan YouTube, kami menemukan pembahasan tentang tanaman hoya yang sedang populer di kalangan pencinta tanaman hias. Kami memang senang menyimak tutorial atau video yang membahas berbagai jenis tumbuhan, terlebih jika ada tanaman unik yang belum kami kenal namanya.
Dari tayangan tersebut, kami mengetahui bahwa harga beberapa jenis hoya cukup tinggi, terutama tanaman yang sulurnya sudah panjang dan memiliki banyak daun.
Kami pun langsung tercengang dan berseru, "Oh, ini namanya hoya!"
Kurang lebih seperti itulah reaksi kami saat itu. Kami saling memandang, lalu memperhatikan tanaman yang selama ini tumbuh di rumah dengan perasaan senang.
Saya mencoba mencocokkan ciri-ciri tanaman yang ditampilkan dalam video dengan tumbuhan yang pernah kami temukan di pinggir sungai. Ingatan saya juga kembali pada masa ketika masih sering menjelajahi hutan di Ciamis bersama ayah. Saat itu, saya pernah melihat tanaman yang bentuknya serupa.
Setelah memperhatikan bentuk daun dan kebiasaan tumbuhnya, kami menduga bahwa tanaman yang kami miliki memang termasuk hoya. Meski demikian, saya masih ingin memastikan jenis atau spesiesnya karena hoya memiliki banyak jenis dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Tentu saja, rasanya menyenangkan akhirnya mengetahui nama tanaman yang selama ini kami rawat tanpa benar-benar mengenal identitasnya.
Hoya dikenal dengan sebutan wax plant atau tanaman lilin. Sebutan ini berkaitan dengan daun dan bunga sejumlah jenis hoya yang terlihat tebal, mengilap, dan seolah-olah dilapisi lilin. Bunganya juga memiliki bentuk khas, bahkan beberapa jenis mengeluarkan aroma harum yang mengingatkan pada melati atau aroma manis lainnya.
Tidak mengherankan jika hoya semakin diminati sebagai tanaman hias. Selain memiliki bentuk yang menarik, tanaman ini relatif mudah dirawat apabila kebutuhan tumbuhnya dipahami. Meski begitu, kebutuhan cahaya, kelembapan, dan media tanam tetap perlu disesuaikan dengan jenis hoya yang dipelihara.
Menemukan Hoya di Pinggir Sungai yang Masih Rimbun
Tanaman hoya yang kami bawa pulang tumbuh menempel pada pohon beringin besar di pinggir sungai. Kawasan tersebut masih cukup rimbun, menyerupai hutan kecil yang tidak banyak tersentuh aktivitas manusia.
Beberapa tetangga bahkan sempat mengingatkan kami agar tidak bermain ke kawasan tersebut. Menurut mereka, di sana terdapat sumber air dan daerahnya jarang dilewati orang.
Namun, namanya juga penyuka tanaman unik. Rasa penasaran terkadang lebih besar daripada rasa takut. Kami pun memberanikan diri menjelajahi kawasan tersebut hingga akhirnya menemukan tumbuhan yang menarik perhatian.
Siapa sangka, keputusan membawa pulang tanaman itu justru menjadi pengalaman menyenangkan yang masih kami ingat hingga sekarang.
Secara alami, banyak jenis hoya tumbuh sebagai epifit, yaitu tanaman yang menempel pada batang atau cabang pohon lain. Meski menumpang, tanaman epifit tidak mengambil makanan dari pohon yang ditumpanginya seperti tanaman parasit. Pohon tersebut menjadi tempat bertumpu, sedangkan air dan nutrisi diperoleh dari lingkungan sekitar.
Habitat alami hoya cukup beragam, mulai dari hutan tropis yang lembap hingga kawasan dengan kondisi cahaya dan sirkulasi udara tertentu. Sebagian jenis tumbuh merambat di antara pepohonan. Karena itu, keberadaannya terkadang luput dari perhatian orang yang melintas.
Tanaman Hoya Tumbuh di Dinding Kolam Ikan
Pada awalnya, kami masih bingung menentukan cara menanam hoya yang ditemukan di pinggir sungai tersebut.
Suami kemudian meletakkannya di sebuah pot batu yang sengaja dibuat pada dinding relief kolam kecil di rumah kami. Kolam ikan koi itu bahkan sampai sekarang belum dicat karena memang kami ingin membiarkannya hingga lumut tumbuh secara alami.
Hoya tersebut ditanam begitu saja menggunakan sedikit tanah, cocopeat, dan serbuk sisa pakis. Kami memperlakukannya hampir sama seperti ketika mencoba menanam pakis sebelumnya. Tidak ada perlakuan khusus. Kami hanya menempatkannya di lokasi yang teduh dan menyiramnya ketika diperlukan.
Ternyata, tanaman itu tetap tumbuh. Sulurnya perlahan memanjang dan jumlah daunnya semakin bertambah.
Kebahagiaan saya pun bertambah setelah mengetahui bahwa tanaman yang selama ini kami rawat ternyata termasuk hoya, tanaman hias yang sedang banyak dibicarakan.
Kini, saya semakin penasaran dan ingin bersabar menunggu hingga tanaman ini berbunga. Semoga suatu hari nanti saya juga bisa menemukan jenis hoya lainnya untuk menambah koleksi, sebab masih banyak hoya cantik yang ingin saya kenal lebih jauh.
Cara Menanam dan Merawat Tanaman Hoya di Rumah
Bagi yang tertarik menanam hoya di pekarangan atau halaman rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pengalaman saya menunjukkan bahwa tanaman ini dapat tumbuh tanpa perawatan yang rumit. Namun, bukan berarti kebutuhan dasarnya boleh diabaikan.
1. Pilih media tanam yang memiliki banyak rongga udara
Media tanam menjadi salah satu hal penting dalam perawatan hoya. Akarnya membutuhkan sirkulasi udara yang baik dan tidak menyukai kondisi terlalu basah dalam waktu lama.
Kita bisa menggunakan campuran media berpori, seperti kulit pinus, batu apung, dan bahan lain yang sesuai. Cocopeat juga dapat digunakan sebagai salah satu campuran, tetapi sebaiknya tidak mendominasi media hingga membuatnya terlalu lama menahan air.
Saya sendiri menanam hoya di pot batu pada dinding semen menggunakan sedikit tanah, cocopeat, dan serbuk sisa pakis. Meski media tersebut sederhana, tanaman kami tetap tumbuh.
Pengalaman ini tentu tidak berarti semua hoya akan tumbuh baik dengan komposisi media yang sama. Kondisi lingkungan dan kebutuhan setiap jenis tanaman tetap perlu diperhatikan.
2. Tempatkan di lokasi terang, tetapi hindari terik berlebihan
Hoya umumnya menyukai cahaya terang tidak langsung. Artinya, tanaman tetap memperoleh cukup cahaya untuk tumbuh, tetapi tidak terus-menerus terpapar sinar matahari terik yang berisiko membuat daunnya terbakar.
Lokasi di atas kolam ikan koi milik kami cukup teduh, tetapi masih mendapatkan cahaya dari lingkungan sekitar. Sejauh ini, kondisi tersebut mendukung pertumbuhan hoya yang kami pelihara.
Jika daun mulai menguning atau tampak seperti terbakar, kita perlu memeriksa kembali pencahayaan, penyiraman, dan kondisi akar. Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa penyebabnya hanya paparan sinar matahari, sebab beberapa masalah perawatan dapat menimbulkan gejala yang serupa.
3. Bisa ditanam di pot atau ditempel pada pohon
Tanaman hoya dapat ditanam di pot dengan lubang drainase yang memadai. Pilih pot sesuai ukuran akar dan hindari penggunaan pot yang terlalu besar. Media dalam pot yang berlebihan dapat menyimpan air terlalu lama, terutama jika sirkulasi udara dan drainasenya kurang baik.
Selain menggunakan pot, hoya juga bisa ditempelkan pada batang pohon atau penyangga. Cara ini cocok untuk jenis yang tumbuh merambat, asalkan akar tetap mendapatkan sirkulasi udara dan kelembapan yang sesuai.
Jika ingin menempelkan hoya pada pohon, gunakan sedikit media yang sesuai untuk membantu menjaga kelembapan akar. Tanaman juga dapat diikat menggunakan bahan yang tidak melukai batang. Hindari menutup akar terlalu rapat karena dapat menghambat sirkulasi udara.
4. Siram ketika media mulai mengering
Selama ini, hoya milik kami tidak disiram setiap hari. Karena berada di tempat teduh, penyiraman dilakukan ketika diperlukan, kira-kira seminggu sekali.
Namun, frekuensi tersebut bukan patokan untuk semua tanaman hoya. Kondisi cuaca, kelembapan udara, ukuran pot, jenis media tanam, dan lingkungan tumbuh dapat memengaruhi kebutuhan air setiap tanaman.
Cara yang lebih aman adalah memeriksa kondisi media terlebih dahulu. Siram ketika sebagian besar media mulai mengering, lalu biarkan kelebihan air mengalir keluar melalui lubang drainase.
Dengan begitu, akar tetap memperoleh air yang dibutuhkan tanpa harus terus-menerus berada dalam media yang terlalu basah.
5. Berikan pupuk secukupnya
Hoya milik kami justru belum pernah mendapatkan pupuk khusus. Meski demikian, tanaman tetap tumbuh dan sulurnya semakin panjang.
Jika ingin mendukung pertumbuhan daun dan bunga, kita dapat memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman dan petunjuk pada kemasan produk. Gunakan dalam takaran yang tepat dan hindari pemupukan berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan akar.
Selain itu, hoya yang belum berbunga belum tentu kekurangan pupuk. Usia tanaman, kecukupan cahaya, kondisi akar, serta karakter masing-masing jenis juga dapat memengaruhi kemampuannya untuk berbunga.
Karena itu, sebelum menambahkan pupuk, sebaiknya periksa terlebih dahulu kondisi tanaman dan lingkungan tumbuhnya.
6. Sediakan tempat untuk sulur merambat
Banyak jenis hoya tumbuh dengan sulur yang merambat. Oleh karena itu, kita dapat menyediakan ajir, teralis kecil, atau penyangga lain agar pertumbuhannya lebih terarah.
Jika ditanam di dekat pohon, sulurnya juga bisa diarahkan mengikuti penyangga tersebut. Dengan penataan yang sesuai, tanaman dapat tumbuh lebih teratur sekaligus menjadi elemen menarik untuk mempercantik halaman atau sudut rumah.
Hobi Mengumpulkan Tanaman Unik, Salah Satu Cara Mencintai Alam
Sekali lagi, saya merasa senang karena akhirnya mengetahui nama tanaman yang selama ini tumbuh di rumah. Ke depannya, saya ingin mempelajari cara memperbanyak hoya dengan benar agar bisa memiliki lebih banyak tanaman tanpa harus terus-menerus mengambilnya dari alam.
Awalnya, tujuan saya hanya ingin mempercantik halaman rumah. Namun, setelah mengenal tanaman lebih dekat, muncul keinginan untuk merawat, mempelajari, dan memperkenalkannya kepada orang lain.
Saya senang membayangkan anak-anak dapat melihat berbagai jenis tanaman secara langsung. Mereka tidak hanya mengenalnya melalui gambar atau tayangan video, tetapi juga dapat mengamati bentuk daun, pertumbuhan sulur, hingga bunga yang muncul setelah tanaman dirawat dengan sabar.
Ternyata, masih banyak tanaman menarik yang mungkin selama ini kita abaikan karena dianggap sebagai tumbuhan liar. Padahal, jika dikenali lebih jauh, kita bisa menemukan banyak hal baru sekaligus belajar menghargai kekayaan alam.
Semoga semakin banyak orang yang tertarik menanam tanaman, bukan hanya untuk mempercantik halaman, tetapi juga untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menghijaukan dunia tidak harus selalu dimulai dengan gerakan besar. Kita bisa memulainya dari rumah sendiri, dengan menanam, merawat, dan mengenal tumbuhan yang tumbuh di sekitar kita.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Tanaman Hoya Naik Daun, Bagaimana Cara Menanam dan Merawatnya?"
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.