Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Mutia Ramadhani
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Mutia Ramadhani adalah seorang yang berprofesi sebagai Freelancer. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

7 Cara Anak Bekasi atasi "Commuting Stress"

Kompas.com, 23 Agustus 2025, 20:56 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Tinggal di Bekasi, kerja di Jakarta. Bukan hanya jaraknya yang jauh, tetapi mesti kuat fisik dan mental jalani rutinitas sehari-hari.

Bayangkan saja, seperti adegan sinetron tetapi tanpa kamera yang merekam: setiap pagi perjalanan dari Bekasi naik KRL Commuter Line layaknya episode panjang dengan beragam genre.

Bayangkan, pada pukul 6 pagi stasiun Bekasi sudah mirip konser K-pop, cuma bedanya yang antre bukan penggemar bawa lightstick, tapi bapak-bapak berbatik, nona-nona pakai rok, ibu-ibu pakai baju dinas, atau mahasiswa dan mahasiswi pakai ransel dan buku-buku tebal di tangan.

Begitu pintu kereta dibuka, suasananya berubah jadi pertandingan rugby. Dorong-dorongan, saling sikut, tapi semua dengan wajah datar.

Nah, di sinilah stres biasanya lahir, bahkan sebelum kursi kereta sempat diduduki.

Tapi tenang, commuting tak selalu harus jadi cerita sedih. Kalau pintar menyiasati, justru bisa jadi ruang eksperimental, meski kadang absurd, tapi bisa bawa kita sampai tujuan dengan tawa, bukan amarah. Mari kita bahas caranya. 

1. Gym Gratis di Dalam Kereta

Kalau kamu tinggal di Bekasi dan kerja di Jakarta, sebenarnya kamu gak butuh kartu membership gym yang harganya bisa bikin dompet nangis.

Cukup naik KRL pagi-pagi, dan selamat, kamu sudah otomatis jadi anggota Gym Commuter Indonesia. 

Bedanya, di sini kamu gak dapat personal trainer, tapi dapat "sparring partner" gratis berupa penumpang lain yang sama-sama berebut pegangan besi.

Bayangin, lenganmu dilatih saat pegangan besi ditarik bersama tiga orang lain, mirip latihan pull day tapi versinya lebih emosional. 

Otot paha otomatis terlatih ketika kamu berdiri satu jam tanpa sandaran, sambil berusaha jaga keseimbangan setiap kali kereta berhenti mendadak di Manggarai.

Kalau beruntung, kamu bisa dapet bonus latihan betis saat jinjit cari oksigen di tengah lautan manusia.

Dan jangan lupa, ada cardio ekstra juga: sprint kilat lima detik pas pintu kereta hampir nutup. Itu rasanya kayak HIIT workout versi KRL.

Bonus pamungkas? Keringat bercucuran, bukan dari treadmill mewah, tapi dari AC kereta yang kadang kekecilan atau mendadak mati di tengah perjalanan. 

2. Main Drama Sendiri di Kepala

Ini paling sering aku lakukan. Mungkin karena 10 tahun jadi jurnalis dan terlalu sering naik kereta, otak rasanya otomatis pengen bikin cerita melulu. Alih-alih bete di commuter, aku justru menganggap kereta sebagai panggung drama gratis.

Setiap penumpang punya peran. Misalnya, mas-mas yang baca buku tebal di pojok langsung aku kasih label "pahlawan intelektual."

Dalam kepalaku, dia sedang menyelamatkan dunia dari kebodohan, padahal aslinya mungkin cuma lagi ngulang materi ujian. 

Lalu ada bapak-bapak yang ketiduran sambil ngorok dengan nada fals. Dia jelas komedian relief, bikin soundtrack kereta yang tak pernah off. 

Dan tentu saja, villain utama selalu hadir. Siapa lagi kalau bukan ibu-ibu dengan jurus sikut kiri-kanan demi kursi kosong. Kalau ada kamera, pasti rating sinetron ini sudah menyaingi Ikatan Cinta atau Cinta Fitri.

Kadang aku bikin narasi liar. "Ah, ibu-ibu itu pasti agen rahasia, menyamar demi misi rebut kursi strategis." Atau, "Mas-mas berkacamata itu sebenarnya penulis novel, lagi riset karakter di dalam KRL. Kalau aku ngobrol, bisa-bisa aku masuk jadi tokoh antagonis bukunya."

Lucunya, karena terlalu asyik bikin skenario, aku sering lupa sudah sampai stasiun tujuan. Pernah suatu kali aku kelewatan satu stasiun gara-gara lagi sibuk bikin plot twist.

Ternyata komedi relief alias bapak ngorok itu adalah pewaris perusahaan besar yang lagi menyamar naik KRL. 

3. Karaoke atau Konser Gratis di KRL

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Mudik Penuh Cerita, Kenangan Bersama Mobil Tua Keluarga
Mudik Penuh Cerita, Kenangan Bersama Mobil Tua Keluarga
Kata Netizen
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Kata Netizen
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau