Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Gregorius Nafanu
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Gregorius Nafanu adalah seorang yang berprofesi sebagai Petani. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Tips dan Trik Menghadapi Atasan Alpha Female di Kantor

Kompas.com, 19 Maret 2023, 14:22 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Pertama, kurang percaya pada orang lain, termasuk pada anggota timnya sendiri. Seorang alpha female biasanya cenderung sulit percaya pada orang lain terkait pekerjaan.

Bahkan ketika ia sedang cuti pun, ia pasti akan meminta anggota timnya untuk selalu berkoordinasi dengannya terkait perkerjaan yang ditangani oleh anggota timnya.

Berbagai urusan pekerjaan yang ditangani anggota timnya harus diserahkan kepadanya terlebih dahulu untuk diperiksa dan dikoreksi jika terdapat kesalahan, sebelum diberikan kepada pihak yang membutuhkan hasil pekerjaan tersebut.

Kedua, selalu ingin mengatur. Meski memang kebiasaan mengatur ini akan membuat anggota timnya disiplin, namun terkadang seorang alpha female juga bisa kebablasan.

Tak hanya soal pekerjaan yang menjadi tugas pokok dan fungsinya, ia tak jarang juga ikut mengatur hal-hal di luar tugas pokoknya. Ia selalu ingin terlibat, ketika ada pekerjaan di departemen lain yang dirasa kurang berhasil.

Ketiga, pemimpin alpha female biasanys sering merasa resah. Barangkali karena ia kurang bisa percaya pada orang lain dan ingin selalu berhasil, serta ditambah karakternya yang dominan, sering membuatnya gelisah.

Ia khawatir dengan semua pekerjaan, baik pekerjaannya sendiri maupun pekerjaan timnya. Apalagi ketika sudah mendekati deadline, kegelisahannya akan semakin terlihat.

Sebab, ia cenderung tak ingin meminta bantuan, apalagi kepada bawahannya sendiri dan justru akan mengerjakannya sendiri, Padahal, apa yang perlu ia kerjakan masih sangat banyak.

Trik Menghadapi Atasan Alpha Female

Sebagai seorang staff ketika memiliki atasan atau pemimpin alpha female, perlu trik khusus untuk bisa berhadapan dengannya, tujuannya tentu bukan untuk cari muka, melainkan agar kita bisa terlihat meyakinkan di hadapannya.

Salah satu cara agar bisa mengimbangi pemimpin alpha female adalah dengan bekerja secara maksimal sesuai instruksi yang telah diberikan.

Trik lainnya adalah jangan sungkan untuk menawarkan bantuan ketika kita melihat atasan alpha female ini sedang merasa kesulitan, berikan hasil yang maksimal pula agar kita mendapat kepercayaannya.

Ketika ia sudah bisa percaya pada anggota tim yang dipimpinnya, itu artinya anggota timnya telah mendapatkan tempat tersendiri di hatinya.

Jika sudah begini, si pemimpin alpha female ini tak akan pelit untuk membagikan ilmu kepada anggota timnya yang ia nilai telah bekerja dengan baik.

Semua pekerjaan yang telah berhasil dikerjakan dengan baik oleh anggota timnya pasti akan ia beri apresiasi. Ia akan memberikan pujian itu di depan pemimpin lain yang bahkan memiliki jabatan lebih tinggi darinya.

Jadi, kira-kira seperti itulah trik yang dibutuhkan untuk bisa mengimbangi dan menghadapi karakter pemimpin alpha female di kantor.

Semoga dengan trik yang diberikan akan bisa membuat kerja sama kita dengan atasan dapat terjalin semakin baik dan akan membuat hasil kerja juga meningkat.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Trik Menghadapi Sosok Atasan Alpha Female di Kantor"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau