Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ang Tek Khun
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ang Tek Khun adalah seorang yang berprofesi sebagai Freelancer. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Selamat Jalan Franz Beckenbauer, Sang Legenda Sepak Bola Jerman

Kompas.com, 11 Januari 2024, 17:36 WIB

Saat waktu menunjukkan tanggal 9 Januari 2024, saya memeriksa Google Trends dan menemukan dua entri yang paling menonjol. Yang pertama membahas tentang Wave To Earth, band asal Korea yang akan tampil di Indonesia.

Namun, perhatian saya langsung tertarik pada entri kedua yang membawa nama Franz Beckenbauer. Rupanya, berita yang diunggah oleh Daily Mail, media online asal Inggris, telah diambil oleh beberapa media Indonesia.

Kabar itu tak lain merupakan kabar duka atas kepergian legenda sepak bola Jerman (Barat), Franz Beckenbauer yang meninggal pada usia 78 tahun.

Daily Mail memberikan konfirmasi dari pihak keluarga, sementara ungkapan bela sungkawa mengalir deras dari dunia sepak bola.

"It is with deep sadness that we announce that husband and father, Franz Beckenbauer, passed away peacefully in his sleep yesterday, Sunday, surrounded by his family."

Perjuangan Franz Beckenbauer Melawan Penyakit

Dalam laporan majalah Bunte yang terbit pada tahun 2019 lalu terungkap kabar bahwa Beckenbauer, yang dijuluki "Der Kaiser", telah kehilangan penglihatan pada salah satu matanya setelah berkompetisi dalam tur golf bernama Piala Kaiser.

Beckenbauer dalam majalah itu mengungkapkan bahwa dirinya diduga menderita infeksi mata pada salah satu matanya. Ia juga mengatakan bahwa infeksi itu menyebabkannya tak lagi bisa melihat dengan mata kanannya.

Di samping kehilangan penglihatan, kondisi kesehatannya juga dikabarkan kian menurun sejak kematian putranya, Stephan, pada 2015 lalu.

Putra Beckenbauer meninggal pada usia 46 tahun akibat tumor otak. Pada saat itu, Beckenbauer berada tepat di samping tempat tidur anaknya dan menyaksikan langsung anaknya meninggal dengan penglihatannya.

Beckenbauer juga mengidap berbagai penyakit lain, seperti parkinson dan demensia. Selain itu dirinya juga pernah menjalani operasi jantung.

Dalam sebuah wawancara di TV tahun 2005, Beckenbauer mengaku ia adalah sosok ayah yang buruk karena tidak pernah menaruh perhatian lebih pada keluarganya. Perhatiannya saat itu ia curahkan pada sepak bola.

Kisah Peninggalan dan Kepahlawanan Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer merupakan atlet sepak bola yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain pada tahun 1974 dan sebagai manajer pada tahun 1990.

Sosoknya diingat sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Di masa primanya, ia bermain sebanyak 103 kali membela Jerman Barat.

Dirinya pernah dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa dan terlibat dalam tiga Piala Dunia FIFA dan dua Kejuaraan Eropa UEFA.

Beckenbauer, yang menghabiskan sebagian besar kariernya di klub Bayern Munchen, memulai karier dari tim muda yang waktu itu dianggap sebagai tim yang ketinggalan zaman.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Kata Netizen
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Kata Netizen
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Kata Netizen
Beluntas, Tanaman Pagar yang Memiliki Banyak Khasiat
Beluntas, Tanaman Pagar yang Memiliki Banyak Khasiat
Kata Netizen
Dari Pasar Comboran, Sepiring Orem-orem Menyimpan Cerita
Dari Pasar Comboran, Sepiring Orem-orem Menyimpan Cerita
Kata Netizen
Meski Tukang Cukur, Ada Cerita yang Tak Ikut Terpotong
Meski Tukang Cukur, Ada Cerita yang Tak Ikut Terpotong
Kata Netizen
Apa Arti Merdeka bagi Nakes?
Apa Arti Merdeka bagi Nakes?
Kata Netizen
Dari Sumba ke Flores, Menunggu Kabar di Tengah Gempa
Dari Sumba ke Flores, Menunggu Kabar di Tengah Gempa
Kata Netizen
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau