Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Iwan Berri Prima
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Iwan Berri Prima adalah seorang yang berprofesi sebagai Dokter. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

6 Tips Memilih Kambing yang Cukup Umur untuk Kurban

Kompas.com, 30 April 2025, 13:35 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Hari Raya Kurban atau Idul Adha 1446 H sebentar lagi. Bagi umat muslim yang mampu maka diwajibkan untuk melaksanakan ibadah kurban.

Kita bisa saja menunjuk pihak ketiga untuk memilih hewan-hewan yang akan dikurbankan kelak, tetapi tidak ada salahnya jika kita sendiri yang membelinya langsung ke peternaknya.

Ya, memilih hewan untuk kurban itu susah-susah-gampang. Karena ada kriteria yang ditentukan bahwa hewan dengan spesifikasi seperti apa yang boleh dikurbankan.

Khusus untuk kambing, buktinya seringkali ditemukan belum cukup umur tetapi sudah dikurbankan. Padahal, umur minimal yang disyaratkan agar sah sebagai hewan kurban untuk kambing adalah satu tahun atau telah berganti gigi (poel). 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana memilih kambing yang cukup umur agar ibadah kurban kita tidak hanya sah, tapi juga berkualitas. 

Mengapa Usia Penting dalam Hewan Kurban?

Dalam Islam, hewan kurban harus memenuhi beberapa syarat agar ibadah kurban dianggap sah.

Salah satu syarat pokok adalah umur hewan tersebut. Untuk kambing, Rasulullah SAW bersabda: "Jangan kalian sembelih kecuali hewan yang telah cukup umur. Jika sulit bagi kalian, maka sembelihlah domba yang berumur enam bulan." (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa umur hewan kurban bukan hanya masalah teknis, melainkan bagian dari tata cara ibadah yang telah ditentukan oleh syariat.

Hewan yang cukup umur diyakini sudah mencapai tingkat pertumbuhan fisik yang memadai dan layak untuk disembelih dalam rangka ibadah. 

Tips Memilih Kambing yang Cukup Umur

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dijadikan panduan dalam memilih kambing kurban yang cukup umur:

1. Periksa Gigi (Poel)

Cara paling umum dan tradisional dalam menentukan usia kambing adalah dengan memeriksa gigi.

Kambing dikatakan cukup umur apabila sudah "poel", yaitu gigi susu bagian depan telah lepas (tanggal) dan digantikan oleh gigi tetap. Biasanya ini terjadi saat kambing berusia sekitar 12 hingga 14 bulan.

Ciri-ciri kambing poel antara lain:

  • Dua gigi seri bagian bawah tengah sudah digantikan oleh gigi tetap.
  • Gigi tetap tampak lebih besar dan berbeda warna dibanding gigi susu.
  • Biasanya gigi tetap tampak lebih kokoh dan tebal.

Namun, perlu kejelian dan keahlian khusus untuk memastikan hal ini. Jika Anda merasa tidak yakin, sebaiknya minta bantuan peternak yang terpercaya atau dokter hewan.

2. Lihat Bentuk Fisik dan Postur Tubuh

Meski bukan patokan pasti, kambing yang sudah cukup umur biasanya memiliki bentuk tubuh yang lebih berisi, tegap, dan kokoh.

Otot-ototnya lebih padat, dan tanduknya sudah mulai tumbuh jelas. Selain itu, kambing yang cukup umur cenderung memiliki bulu yang lebih kasar dan tidak selembut kambing muda.

Namun, tetap berhati-hati karena ada juga kambing muda yang diberi pakan berlebih sehingga terlihat besar, padahal belum cukup umur.

3. Perhatikan Tingkah Laku

Kambing yang sudah cukup umur biasanya lebih tenang dan tidak terlalu aktif seperti kambing muda. Ia cenderung tidak banyak melompat atau berlarian. 

Namun, pastikan juga bahwa kambing tersebut sehat dan tidak lesu. Tingkah laku juga bisa menjadi indikasi apakah kambing dalam kondisi baik untuk dikurbankan.

4. Tanyakan Riwayat Kelahiran kepada Peternak

Jika memungkinkan, tanyakan langsung kepada peternak mengenai umur kambing tersebut. Peternak yang jujur dan profesional biasanya memiliki catatan kelahiran atau setidaknya bisa memperkirakan umur hewan dari pengalaman mereka dalam beternak.

Selain itu, kambing dari peternakan yang baik biasanya memiliki rekam medis atau informasi tentang vaksinasi dan riwayat kesehatan.

5. Jangan Tergiur Harga Murah

Harga memang selalu menjadi pertimbangan, apalagi jika anggaran terbatas. Namun, jangan sampai demi menghemat uang, kita mengorbankan keabsahan ibadah. Kambing yang belum cukup umur sering kali dijual dengan harga lebih murah.

Oleh karena itu, waspadalah terhadap penawaran yang terlalu menggiurkan. Bisa jadi, hewan tersebut belum memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

6. Belilah dari Sumber Terpercaya

Pilihlah tempat penjualan hewan kurban yang sudah dikenal atau memiliki reputasi baik. Tempat-tempat ini biasanya memiliki prosedur pemeliharaan yang baik dan menjamin hewan-hewan mereka memenuhi syarat kurban.

Jangan ragu untuk bertanya sebanyak mungkin tentang asal-usul dan usia kambing yang ditawarkan. 

Tantangan di Lapangan

Di banyak tempat, terutama penjualan ternak musiman di pinggir jalan, praktik penjualan kambing kadang tidak memperhatikan syarat-syarat keagamaan. Banyak pedagang hanya mengejar keuntungan semata.

Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting. Masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa ibadah kurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tapi juga soal kesempurnaan pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat.

Selain itu, tidak adanya regulasi yang ketat dalam perdagangan hewan kurban juga menjadi celah munculnya hewan-hewan yang tidak layak dijual.

Inilah mengapa, peran pemerintah dan lembaga keagamaan menjadi sangat penting untuk mengedukasi dan melakukan pengawasan secara berkala, khususnya menjelang Idul Adha.

Kurban Bukan Sekadar Formalitas

Idul Adha adalah momen spiritual yang sangat tinggi nilainya dalam Islam. Ibadah kurban adalah bentuk ketundukan dan ketaatan kita kepada Allah SWT.

Maka dari itu, tidak selayaknya kita memperlakukannya hanya sebagai rutinitas tahunan tanpa memperhatikan kualitas ibadah.

Memilih kambing kurban yang cukup umur adalah bagian dari kesempurnaan dalam beribadah.

Dengan memilih hewan yang sesuai syariat, kita menunjukkan kesungguhan hati dalam berkurban, dan memastikan bahwa daging kurban yang nantinya dibagikan adalah hasil dari ibadah yang sah dan benar.

Akhirnya, jangan pernah ragu untuk mencari informasi sebanyak mungkin, bertanya kepada yang ahli, dan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dalam memilih hewan kurban.

Karena ibadah yang baik, dimulai dari niat yang lurus dan proses yang benar. Semoga bermanfaat!

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Bijak Memilih Kambing Kurban: Tips Menentukan Usia yang Cukup untuk Ibadah yang Sempurna"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Kata Netizen
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Kata Netizen
Menjaga Kebahagiaan di Era Oversharing
Menjaga Kebahagiaan di Era Oversharing
Kata Netizen
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Kata Netizen
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Kata Netizen
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Kata Netizen
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
Kata Netizen
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kata Netizen
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kata Netizen
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Kata Netizen
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Kata Netizen
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau