Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ire Rosana Ullail
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ire Rosana Ullail adalah seorang yang berprofesi sebagai Administrasi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Mencicip Segala "Rasa Singkawang" di Krendang, Jakarta Barat

Kompas.com, 21 Agustus 2025, 10:36 WIB

Tempat makan yang saya lewati rata-rata membubuhkan nama Singkawang. Contohnya Bakso sapi 21 Aphen singkawang, Nasi Campur khas Singkawang Alin 91, Bakmi Singkawang SAM, Bakmi Singkawang dan Chinese Food A'ang 51, dan lain sebagainya.

Kalaupun tak menyebut kata Singkawang biasanya mereka akan membubuhkan nama Kalimantan di antaranya.

Tentu saja saya tak mampir ke salah satu kedai karena takut tidak halal juga, tapi kalau rekan saya yang non muslim pasti bahagia menemukan tempat ini. Kata mereka, babi adalah salah satu makanan terenak.

Meski begitu banyak literasi yang menyebut bahwa kuliner di tempat ini banyak juga yang halal. Yah tapi kalau saya daripada ragu mending ditunda dulu, toh tujuan utamanya bukan itu.

Deretan kedai itu menyadarkan saya bahwa tinggal hampir 10 tahun di Jakarta tidak menjamin saya benar-benar tahu seluk beluknya.

Rupanya pecinan bukan soal Petak Sembilan dan Glodok semata, ada juga Krendang. Meski sebenarnya kalau dilihat dari peta mereka tak terlalu jauh.

Sejarah mencatat pada masa VOC warga Tionghoa memang sengaja dikumpulkan dan diisolasi dalam satu wilayah  yang kini dikenal dengan Petak Sembilan ini.

Hal ini bertujuan untuk melindungi orang Belanda pasca terjadinya Geger Pecinan, pembantaian terhadap 10 ribu warga etnis Tionghoa yang dilakukan oleh VOC itu sendiri. Tak disangka  kawasan itu justru tumbuh menjadi pusat perekonomian dan perdagangan.

Setelah berjalan selama beberapa menit dengan keringat yang mulai membasahi punggung akhirnya saya menemukan toko srikaya yang dimaksud. Tempatnya kecil, hanya untuk menjual dan bukan untuk makan ditempat.

Saya membeli roti srikaya dengan 2 model roti kukus dan panggang. Kami juga memesan 1 selai untuk di rumah.

Mbak penjaga bilang selai mereka hanya tahan 3 hari tapi saya tetap memakannya meski sudah 1 minggu mendekam dalam kulkas. Nyatanya saya baik-baik saja sampai sekarang, he.

Ya, roti srikaya adalah roti biasa dengan selai srikaya yang dibuat hangat alias fresh from the oven. Tapi anehnya, selainya tidak membuat kapok, tidak terlalu manis dan tidak meninggalkan after taste tertentu. Roti yang sederhana tapi membuat ketagihan.

Rotinya pun hangat dan empuk berbeda dengan roti tawar kebanyakan. Wajarlah kiranya jika roti ini jadi salah satu andalan warga Singkawang dan sekitarnya.

Langit sudah semakin gelap, jalanan dan kedai-kedai makan di Krendang semakin ramai pengunjung. Saya berjalan kembali menuju ke stasiun Duri. 

Ya, hari itu saya tak hanya berhasil menemukan roti srikaya terenak tapi juga cerita tentang orang-orang Singkawang yang bermigrasi dan bertahan hidup ke Jakarta.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Roti Srikaya dan Little Singkawang di Krendang Jakarta Barat"

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Kata Netizen
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Kata Netizen
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Kata Netizen
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Kata Netizen
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau