Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Novia Respati
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Novia Respati adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Berteman dengan Mantan, Kenapa Tidak?

Kompas.com, 29 September 2025, 17:30 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Mungkinkah kita masih menjalani hubungan baik sebagai teman atau yang lainnya kepada mantan? Apakah bisa hubungan itu dijalani tanpa ada perasaan lama yang pernah dijalani?

Bagi sebagian orang, mantan sering kali dianggap seperti “musuh tak kasatmata”. Saat bertemu di jalan, pandangan langsung dialihkan. Ketika hadir di lingkaran pertemanan, rasanya ingin cepat-cepat meninggalkan tempat.

Situasi ini akan semakin rumit ketika keberadaan mantan sulit dihindari, misalnya karena satu kantor, satu kampus, atau satu tongkrongan. Mau tidak mau, akan ada momen pertemuan yang tak disengaja.

Daripada lelah menjaga jarak, mengapa kita tidak mencoba belajar bersikap lebih dewasa?

Menjaga hubungan baik dengan mantan bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga bisa menjadi jalan untuk menutup bab masa lalu dengan cara yang sehat.

Pengalaman saya menunjukkan, sikap ini perlahan menyembuhkan diri dari rasa canggung hingga fobia pada mantan.

Tentu, tidak semua orang sanggup berteman dengan masa lalunya. Terlebih bila kisah itu lebih banyak menyimpan luka atau kecewa.

Namun waktu biasanya menjadi obat yang ampuh. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, sisi emosional kita pun ikut berubah.

Saya pun dulu butuh waktu lama untuk menerima kenyataan bahwa hubungan kami berakhir. Meski perpisahan terjadi baik-baik, tetap saja rasa kecewa sulit dihindari.

Kami belajar saling menjaga jarak, menahan diri untuk tidak berkomunikasi, hingga akhirnya mampu menjalani hari tanpa kabar satu sama lain.

Sampai suatu ketika, dia kembali menghubungi saya. Jujur saja, perasaan senang itu muncul karena kami sudah lama tak berkomunikasi.

Tetapi di titik ini saya menyadari: penting untuk menjaga diri agar tidak terbawa perasaan.

Saya belajar menganggapnya wajar, seperti teman lama yang sekadar menanyakan kabar, bukan tanda rindu atau ajakan untuk mengulang cerita lama.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menjalin hubungan baik dengan mantan tanpa terjebak baper? Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba:

1. Terima bahwa masa lalu sudah selesai

Kuncinya ada pada hati kita sendiri. Selama masih menyimpan harapan, setiap komunikasi akan terasa mendebarkan. Berdamailah dengan diri sendiri, terima bahwa hubungan itu sudah berakhir.

2. Jaga komunikasi secukupnya

Berteman tidak berarti harus intens berbicara setiap hari. Saling menyapa sesekali sudah cukup. Jangan biarkan kebiasaan lama kembali muncul dan memicu perasaan yang belum tuntas.

3. Hargai batasan saat ini

Dulu kita mungkin tahu semua sisi kehidupannya. Kini, tidak perlu ikut campur terlalu jauh. Batasan ini penting agar hubungan tetap sehat dan tidak menimbulkan salah paham.

4. Perlakukan dia seperti teman lainnya

Jika masih berada dalam satu lingkaran sosial, bersikaplah sewajarnya. Tidak perlu memberi perlakuan istimewa, tetapi juga jangan bersikap dingin. Seimbangkan sikap agar suasana tetap nyaman bagi semua.

Berteman dengan mantan bukanlah hal mustahil. Justru ini bisa menjadi tanda bahwa kita sudah berpikir lebih matang dan mampu menaruh perasaan pada tempatnya.

Bagaimanapun juga, mantan adalah sosok yang pernah memberi kita kebahagiaan dalam satu fase hidup.

Seni berteman dengan mantan adalah seni menatap masa lalu dengan senyuman—sambil melangkah menuju masa depan tanpa beban.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Jangan Lagi Fobia Pada Mantan, Sebuah Seni Berteman Tanpa Harus Baper"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Kata Netizen
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Kata Netizen
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kata Netizen
'Hamil Kebo', Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
"Hamil Kebo", Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
Kata Netizen
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kata Netizen
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Kata Netizen
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Kata Netizen
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Kata Netizen
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Kata Netizen
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Kata Netizen
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Kata Netizen
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Kata Netizen
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Kata Netizen
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Kata Netizen
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau