Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Cucum Suminar
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Cucum Suminar adalah seorang yang berprofesi sebagai Full Time Blogger. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan

Kompas.com, 29 April 2026, 14:00 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Sudahkah kita menyadari bahwa apa yang dikonsumsi selama kehamilan bukan hanya untuk mengenyangkan, tetapi juga menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan?

Masa kehamilan adalah salah satu fase penting dalam kehidupan seorang perempuan. Pada periode ini, tubuh bekerja lebih keras untuk mendukung tumbuhnya kehidupan baru. Karena itu, makan saat hamil tidak lagi sekadar mengisi perut, melainkan menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi kesehatan ibu dan bayi.

Mual dan Turunnya Nafsu Makan

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun, dikenal sebagai masa emas yang tidak dapat terulang. Sayangnya, pada trimester awal kehamilan, banyak ibu mengalami mual dan penurunan nafsu makan.

Pengalaman ini juga pernah saya alami saat mengandung anak pertama. Setiap kali waktu makan tiba, rasa tidak nyaman muncul di perut dan tenggorokan, seolah ingin mengeluarkan isi lambung, bahkan ketika tubuh sedang lapar.

Setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan dan membaca berbagai referensi, kondisi tersebut ternyata umum terjadi. Peningkatan hormon seperti human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen memicu morning sickness serta meningkatkan sensitivitas penciuman, sehingga makanan terasa kurang bersahabat.

Untuk menyiasatinya, pola makan bisa diubah menjadi porsi kecil tetapi lebih sering. Tidak harus terpaku pada tiga kali makan utama. Jika nasi terasa sulit dikonsumsi, sumber karbohidrat lain seperti jagung, kentang, ubi, singkong, atau bihun dapat menjadi alternatif.

Pengalaman pribadi menunjukkan, pada trimester pertama saya sama sekali tidak bisa makan nasi. Bahkan membayangkannya saja sudah memicu rasa mual.

Sebagai pengganti, camilan sehat dapat menjadi solusi, seperti biskuit, buah-buahan (alpukat, apel, pir, pepaya, mangga), bubur kacang hijau, edamame, oatmeal, atau roti gandum. Pilihan makanan hangat seperti sup, atau makanan dingin seperti jus dan puding juga bisa membantu menyesuaikan dengan kondisi tubuh.

Yang terpenting, usahakan perut tidak kosong terlalu lama dan tetap prioritaskan kualitas nutrisi, bukan sekadar rasa kenyang.

Pentingnya Mengonsumsi Vitamin dari Dokter

Dalam setiap pemeriksaan kehamilan, dokter biasanya memberikan suplemen yang perlu dikonsumsi secara rutin. Namun, tidak semua ibu hamil langsung disiplin menjalaninya.

Saya pernah mengabaikan vitamin yang diberikan karena bentuknya besar dan memperparah rasa mual. Keputusan tersebut kemudian saya sesali, karena anak pertama lahir dengan berat badan rendah, yakni 2,25 kilogram.

Beruntung, setelah lahir, kondisi anak dapat diperbaiki dengan pemberian ASI secara intensif hingga pertumbuhannya kembali optimal. Namun pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting.

Jika suplemen terasa tidak cocok, sebaiknya dikonsultasikan kembali. Saat kehamilan berikutnya, saya mengetahui bahwa tersedia berbagai bentuk suplemen, termasuk tablet effervescent yang lebih mudah dikonsumsi.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Kata Netizen
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Kata Netizen
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kata Netizen
'Hamil Kebo', Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
"Hamil Kebo", Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
Kata Netizen
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kata Netizen
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Kata Netizen
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Kata Netizen
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Kata Netizen
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Kata Netizen
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Kata Netizen
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Kata Netizen
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Kata Netizen
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Kata Netizen
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Kata Netizen
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau