Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yunita Kristanti Nur Indarsih
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yunita Kristanti Nur Indarsih adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita

Kompas.com, 28 April 2026, 19:40 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Bagaimana perempuan memaknai dirinya di tengah berbagai peran dan tantangan hidup dan apa yang bisa kita pelajari dari kisah-kisah yang mereka jalani?

Menjadi seorang perempuan bukanlah sebuah pilihan, melainkan anugerah kehidupan yang membawa beragam makna.

Dalam perjalanan memaknainya, tidak semua perempuan langsung melihatnya dari sudut pandang yang utuh dan positif. Ada fase ketika menjadi perempuan terasa berat, bahkan dipenuhi berbagai tantangan yang tidak selalu mudah dijelaskan.

Seiring waktu, pemaknaan itu dapat berubah. Menjadi perempuan bukan semata tentang nilai yang dilekatkan oleh orang lain, melainkan tentang bagaimana seseorang menemukan dan membangun nilai dirinya sendiri.

Proses ini tentu tidak singkat, terlebih dalam konteks budaya yang masih kental dengan pola patriarki seperti di Indonesia. Upaya menuju kesetaraan kerap menjadi perjalanan panjang yang membutuhkan keteguhan.

Di sisi lain, penghargaan terhadap diri tidak selalu harus datang dari luar. Justru, ia sering kali berawal dari dalam dari cara perempuan memandang, menerima, dan menghargai dirinya sendiri.

Kisah dan Rasa yang Beragam

Suatu ketika, di sebuah ruang tunggu, saya menyaksikan percakapan antara dua perempuan. Salah satunya tampak menyimpan beban yang berat.

Nah, dengan suara yang tertahan, ia menceritakan kehidupannya tentang anak-anak yang harus ia biayai, lebih dari tiga orang, dan tentang suami yang belum mampu menjalankan peran sebagaimana yang ia harapkan.

Di balik cerita itu, tersimpan pengalaman yang tidak mudah. Ia pernah melewati masa persalinan tanpa pendampingan, menjalani hari-hari setelah melahirkan dengan segala keterbatasan, bahkan mengurus kebutuhan rumah tangga seorang diri. Air matanya mengalir ketika mengisahkan hal tersebut.

Kisah itu mungkin selama ini ia simpan rapat-rapat. Ketika akhirnya terucap, terasa betapa besar beban yang telah ia tanggung sendirian. Dalam diam, ia menjalani perannya dengan keteguhan yang luar biasa.

Di kesempatan lain, saya bertemu perempuan berbeda dengan aura yang hangat dan penuh semangat. Ia dikenal ramah, mudah tertawa, dan selalu menyambut orang lain dengan energi positif. Namun di balik itu, ia juga menyimpan perjalanan hidup yang tidak sederhana.

Ia pernah menjalani rutinitas kerja yang panjang berangkat sebelum fajar dan pulang ketika anak-anaknya telah terlelap.

Situasi itu berlangsung lebih dari dua tahun, hingga akhirnya ia mengambil keputusan besar: berhenti dari pekerjaan tersebut demi bisa lebih hadir dalam tumbuh kembang anak-anaknya.

Keputusan itu tentu bukan tanpa konsekuensi. Ia memilih pekerjaan lain yang lebih dekat dengan keluarga, meski harus menerima perubahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
'Hamil Kebo', Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
"Hamil Kebo", Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
Kata Netizen
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kata Netizen
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Kata Netizen
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Kata Netizen
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Kata Netizen
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Kata Netizen
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Kata Netizen
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Kata Netizen
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Kata Netizen
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Kata Netizen
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Kata Netizen
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Kata Netizen
Relasi Manusia dan Alam, Biawak Terdesak, dan Sapu-Sapu Mendominasi
Relasi Manusia dan Alam, Biawak Terdesak, dan Sapu-Sapu Mendominasi
Kata Netizen
Menyiasati Barang Menumpuk, Kapan Disimpan, dan Kapan Dilepas?
Menyiasati Barang Menumpuk, Kapan Disimpan, dan Kapan Dilepas?
Kata Netizen
'Single-by-Choice', Menemukan Makna Hidup di Luar Pernikahan
"Single-by-Choice", Menemukan Makna Hidup di Luar Pernikahan
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau