Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Latipah Rahman
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Mencecap Masa Lalu lewat Es Krim di Kedai Jadul

Kompas.com, 31 Oktober 2025, 16:24 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Ternyata bisa lho ketika kita mencicip sesuatu mengingatkan kita pada sebuah momen masa lalu dan kenangan yang terbawa bersamanya.

Begitulah sensasi yang muncul ketika tanpa sengaja saya menemukan kedai es krim legendaris di tengah hiruk pikuk Jakarta.

Siang itu, terik matahari Jakarta membuat dahaga datang cepat. Seusai menjelajah toko-toko buku di kawasan Kwitang, langkah saya terhenti oleh papan kecil bertuliskan “Es Krim Baltic — Sejak 1939”.

Seketika rasa ingin tahu muncul. Bagaimana bisa sebuah kedai es krim bertahan selama lebih dari delapan dekade di tengah arus modernitas yang begitu cepat berubah?

Tanpa pikir panjang, saya pun masuk. Kedainya sederhana dengan sentuhan modern: kursi merah, kaca besar di sisi dinding, dan lampu gantung bergaya klasik yang memberi nuansa nostalgia.

Begitu duduk, saya langsung memesan beberapa rasa — Durian Montong yang katanya paling populer, Strawberry, dan Kopyor. Teman saya, Kak Rere, memilih rasa terakhir itu.

Suapan pertama es krim Durian Montong langsung membawa saya pada kesan yang sulit dilupakan. Teksturnya lembut, rasa manisnya tidak berlebihan, dan aroma duriannya kuat tapi tidak menyengat.

Ada keseimbangan rasa antara susu dan buah, ringan namun memuaskan. Selesai satu cup, saya meneguk air putih sejenak sebelum melanjutkan ke rasa Strawberry yang ternyata sama memikatnya — segar, manisnya pas, dan lembut di lidah.

Sembari menikmati es krim, saya sempat berbincang dengan staf kedai. “Dulu disajikannya dalam mangkuk atau gelas es krim, Kak,” ujarnya ramah.

Bayangan masa lalu pun hadir di kepala saya — orang-orang Belanda yang dulu menikmati semangkuk es krim dingin di tahun 1939, lalu berganti menjadi mahasiswa-mahasiswa Jakarta yang menjadikan kedai ini tempat nongkrong pada masanya.

Kini, pelanggan yang datang pun beragam. Ada mahasiswa, pekerja kantoran, hingga ibu-ibu yang sibuk memandangi ponsel sambil menikmati es krim. Menariknya, Baltic tetap setia pada prinsip lama: tanpa bahan pengawet.

Itu sebabnya es krim mereka tak bisa dibawa bepergian jauh tanpa mesin pendingin. Namun untuk warga Jabodetabek, mereka menyediakan layanan pesan antar dan bahkan menjual versi literan untuk acara keluarga.

Saya dan Kak Rere sempat menambah pesanan — kali ini versi stick, rasa Avocado dan Ketan Hitam.

“Aku lebih suka yang stick, ada sensasi krenyes-nya,” kata Kak Rere sambil tersenyum. Kami menghabiskan lima es krim dalam satu duduk, sambil berbagi obrolan ringan di tengah suasana yang tenang.

Soal harga, es krim Baltic ini masih terjangkau, bahkan terasa seperti luxury treat yang sederhana.

Kedainya pun sudah menyesuaikan dengan zaman: tersedia QRIS, transfer bank, hingga pembayaran tunai bagi yang masih setia dengan uang kertas.

Stafnya ramah, suasananya nyaman, meski colokan charger mungkin jadi tambahan kecil yang diharapkan para pengunjung kekinian.

Di tengah maraknya kedai kekinian dengan tampilan estetik dan topping berlapis-lapis, Baltic terasa seperti napas segar dari masa lalu.

Sederhana, tapi penuh cerita. Saya hanya berharap kedai ini terus bertahan dan dicintai lintas generasi — dengan rasa yang tetap otentik dan strategi yang bisa membuatnya relevan di masa kini.

Bagi yang ingin mampir, kedai Es Krim Baltic berada di Jalan Kramat Raya No.10, Kwitang, Jakarta Pusat. Datanglah ketika siang terasa terlalu panas — siapa tahu, kamu juga bisa mencicip manisnya masa lalu dalam setiap sendok es krimnya.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Makan Es Krim di Kedai Jadul Serasa Menembus Masa Lalu"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Kata Netizen
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Kata Netizen
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kata Netizen
'Hamil Kebo', Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
"Hamil Kebo", Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
Kata Netizen
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kata Netizen
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Kata Netizen
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Kata Netizen
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Kata Netizen
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Kata Netizen
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Kata Netizen
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Kata Netizen
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Kata Netizen
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Kata Netizen
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Kata Netizen
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau