Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yayuk Sulistiyowati M.V.
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yayuk Sulistiyowati M.V. adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Rawon, Lodeh, dan Kenangan: Kisah Depot Asri Bu Saerun Sejak 1950an

Kompas.com, 25 Januari 2026, 10:46 WIB

Ada kepuasan tersendiri menikmati semangkuk lodeh hangat di pagi hari—rasanya seperti pulang sebentar ke dapur rumah sebelum kembali menghadapi hiruk-pikuk aktivitas.

Kenangan itu bahkan sudah tertanam sejak masa kecil. Saya masih ingat betul menikmati nasi putih dengan lauk tahu besar tanpa kuah tambahan, karena tahu jumbonya sudah lebih dulu menyerap bumbu lodeh yang lezat.

Saat disuapkan bersama nasi, kuah yang tersimpan di dalam tahu seakan “pecah” di lidah, menghadirkan rasa gurih yang khas, dengan aroma bawang goreng yang begitu mantap. Sensasi itu, hingga kini, masih sama.

Bagi pengunjung yang ingin menambah lauk, tersedia berbagai pilihan seperti empal, perkedel kentang, paru, otak, babat, mendhol, dan tempe. Semua disajikan tanpa pretensi, namun konsisten dalam rasa. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi kekuatan depot ini.

Ruang depot yang tidak terlalu luas menciptakan suasana yang akrab. Pengunjung duduk berdekatan, obrolan mengalir pelan, dan waktu terasa melambat. Sebuah pengalaman yang kian jarang ditemui di tengah kota yang dipenuhi gerai cepat saji dan kuliner serba instan.

Pemilik depot mengakui bahwa jumlah pengunjung sempat berkurang setelah pandemi. Namun pada akhir pekan dan hari libur, suasana ramai kembali terasa.

Bahkan saat musim mudik dan Lebaran, banyak pelanggan dari Jakarta, Bali, dan kota-kota lain menyempatkan diri datang. Mereka kembali bukan semata karena lapar, melainkan untuk bernostalgia mencari rasa yang pernah menemani masa lalu.

Menariknya, Depot Asri Bu Saerun juga pernah menjadi tempat singgah sejumlah pesohor. Nama-nama seperti Band Jamrud, Baim, hingga Bondan Winarno tercatat pernah mencicipi rawon dan lodeh di sini.

Nah, di dinding depot, foto-foto kenangan itu terpajang, termasuk tanda tangan Bondan Winarno dengan catatan khasnya: “Pokok’e Mak Nyus!!!” Sebuah pengakuan jujur dari lidah yang terlatih.

Meski demikian, kehadiran para pesohor tak pernah mengubah wajah depot ini. Ia tetap sederhana, tetap membumi, dan tetap setia pada pelanggan setianya.

Seperti banyak depot legendaris lainnya, Depot Asri Bu Saerun mengingatkan kita bahwa kuliner yang bertahan lama tidak lahir dari sensasi sesaat, melainkan dari kesetiaan merawat rasa. Dari pikulan sederhana di tahun 1950an hingga hari ini, rawon dan lodeh di depot ini tetap berbicara dengan bahasa yang sama.

Di tengah kota yang terus berubah, Depot Asri Bu Saerun hadir sebagai penanda bahwa makanan terbaik sering kali datang dari tempat yang paling bersahaja: tempat rasa, ingatan, dan kehangatan tetap terjaga lintas generasi.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Tahu Jumbo dalam Lodeh dan Rawon Depot Asri Bu Saerun Malang yang Terjaga Sejak 1950-an"

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Kata Netizen
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Kata Netizen
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Kata Netizen
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Kata Netizen
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Kata Netizen
Bandung, Kota yang Memberi Ruang bagi Tumbuhnya Bakat
Bandung, Kota yang Memberi Ruang bagi Tumbuhnya Bakat
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau