
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Pulang bukan sekadar perjalanan fisik menempuh jarak ribuan kilometer. Pulang adalah perasaan utuh dan bagi banyak orang, rasa masakan Ibu menjadi bagian dari keutuhan itu.
Lauk warteg yang saya santap setiap hari perlahan menjadi pengingat akan ketidakhadiran. Sebuah simbol perjuangan perantau yang mencoba membangun dunia yang baru, namun tetap menyadari ada bagian yang tak tergantikan.
Kita bisa belajar mandiri, memasak sendiri, atau membeli makanan terbaik sekalipun. Namun tetap ada rasa aman yang hanya hadir di meja makan rumah.
Masakan warteg mungkin mengenyangkan perut, tetapi belum tentu menenangkan jiwa.
Di Ramadan ini, saya mulai belajar berdamai. Saya berhenti membandingkan setiap butir nasi dengan nasi pulen buatan Ibu.
Saya belajar mensyukuri rasa yang hampir serupa, meski tak pernah identik. Rindu itu justru menjadi bumbu tambahan membuat saya lebih menghargai setiap panggilan telepon dari rumah, setiap pertanyaan sederhana, “Sudah makan apa untuk buka tadi?”
Mencari rasa Ibu dalam sepiring lauk warteg adalah pengingat bahwa ada hal-hal di dunia ini yang tak bisa dibeli. Kerinduan yang tak sepenuhnya terobati justru menjadi bukti bahwa kita masih memiliki rumah untuk dituju.
Ramadan mengajarkan kita menahan lapar. Namun ia juga mengajarkan kita mengenali lapar yang lain lapar akan kasih sayang, kehadiran, dan kehangatan yang hanya bisa ditemukan di meja makan rumah.
Mungkin tahun depan, atau saat Lebaran tiba, rasa itu akan kembali nyata. Untuk sekarang, biarlah sepiring lauk warteg menjadi saksi bisu kerinduan yang tumbuh di sela kunyahan, doa-doa pendek, dan harapan untuk segera pulang.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mencari Masakan Ibu dalam Sepiring Lauk Warteg di Bulan Ramadan"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang