
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Namun sebagian dari mereka mulai kesulitan mengikuti perubahan, bukan karena tidak mampu, melainkan karena merasa tidak perlu lagi belajar.
Kadang sikap itu muncul secara halus. Bukan dalam bentuk penolakan terang-terangan, tetapi lewat keluhan terhadap zaman yang berubah terlalu cepat, atau rasa lelah menghadapi cara-cara baru yang terasa asing.
Padahal perubahan tidak selalu meminta kita menjadi orang lain. Kadang kita hanya perlu menyesuaikan diri sedikit demi sedikit.
Sebab sehebat apa pun pengalaman seseorang, dunia akan terus bergerak. Dan mungkin, salah satu bentuk kedewasaan terbesar adalah tetap bersedia belajar, bahkan dari mereka yang usianya jauh lebih muda.
Di tengah perjalanan, saya sempat melihat Gunung Merapi mengeluarkan asap tipis di kejauhan.
Pemandangan itu seperti pengingat kecil bahwa alam pun terus bergerak tanpa menunggu siapa-siapa. Begitu pula kehidupan.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menanggalkan Ego Pemain Bonsai, Belajar "Paking" di Usia 57 Tahun"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang