Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Beryn Imtihan
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Beryn Imtihan adalah seorang yang berprofesi sebagai Konsultan. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Kesempatan dan Keadaan untuk Menabung Semakin Menyempit

Kompas.com, 17 Juni 2026, 12:35 WIB

Apa kamu pernah merasa kondisi keuangan keluarga sebenarnya masih baik-baik saja, tetapi ruang untuk menabung atau membangun masa depan terasa semakin sempit?

Mengapa keputusan-keputusan sederhana yang dulu mudah diambil kini memerlukan lebih banyak pertimbangan? Apakah perubahan itu diam-diam sedang mengubah cara kita memandang masa depan?

Beberapa tahun lalu, saya tidak terlalu memikirkan apa yang akan dilakukan terhadap sisa pendapatan pada akhir bulan. Setelah kebutuhan keluarga terpenuhi, biasanya masih ada ruang yang dapat digunakan untuk menabung atau membeli aset dalam jumlah kecil.

Ruang itu memang tidak besar. Kadang cukup untuk menambah tabungan, kadang digunakan membeli emas sedikit demi sedikit. Namun keberadaannya memberikan rasa tenang bahwa kehidupan bergerak ke arah yang lebih baik.

Saat itu, tujuan utamanya bukan mengejar kekayaan atau mengumpulkan aset dalam jumlah besar. Yang terpenting adalah memastikan bahwa sebagian hasil kerja hari ini tidak habis seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan saat ini.

Salah satu caranya adalah membeli emas secara bertahap. Kadang hanya setengah gram. Nilainya mungkin tidak terlalu besar, tetapi cukup menghadirkan keyakinan bahwa ada sesuatu yang sedang dipersiapkan untuk masa depan.

Hari ini, kehidupan secara umum masih berjalan sebagaimana mestinya. Pekerjaan tetap ada, anak-anak tetap bersekolah, dan kebutuhan pokok keluarga masih dapat dipenuhi.

Namun di balik kondisi yang tampak normal tersebut, ada perubahan yang terasa dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan itu tidak selalu terlihat dari angka penghasilan atau daftar pengeluaran bulanan, melainkan dari cara kita mengambil keputusan.

Salah satu contohnya terlihat ketika keluarga ingin makan di luar rumah. Dahulu keputusan seperti itu sering dilakukan secara spontan. Jika ada waktu dan keinginan, kami langsung berangkat tanpa banyak pertimbangan.

Kini, keputusan yang sama sering diawali dengan berbagai perhitungan. Berapa biaya yang akan dikeluarkan, kebutuhan apa yang harus diprioritaskan, dan apakah pengeluaran tersebut memang perlu dilakukan saat ini.

Tidak jarang, setelah dipertimbangkan, rencana tersebut akhirnya ditunda atau dibatalkan. Memesan makanan sesuai anggaran yang sudah ditentukan sering terasa lebih nyaman dibandingkan menghadapi kemungkinan munculnya pengeluaran tambahan yang tidak direncanakan.

Apalagi ketika sudah berada di lokasi. Beragam pilihan menu dan keinginan mencoba sesuatu yang baru kadang membuat perhitungan awal berubah.

Perubahan serupa juga terjadi dalam urusan kendaraan. Beberapa komponen sebenarnya sudah waktunya diganti. Namun selama masih dapat digunakan dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, penggantian sering kali ditunda.

Kalimat “masih bisa dipakai” menjadi pertimbangan yang semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat sederhana yang mencerminkan cara baru dalam menyikapi berbagai pengeluaran yang belum benar-benar mendesak.

Pada awalnya, semua itu tampak sebagai bentuk kehati-hatian yang wajar. Namun setelah direnungkan lebih jauh, perubahan terbesar ternyata bukan terjadi pada pola konsumsi, melainkan pada kemampuan membangun cadangan untuk masa depan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau