Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Diantika IE
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Diantika IE adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan

Kompas.com, 19 Agustus 2026, 22:10 WIB

Ketika hasil cek desil membuat kita mengetahui posisi ekonomi keluarga, apakah yang perlu dilakukan setelahnya adalah merasa lebih mampu daripada orang lain, atau justru semakin bersyukur dan belajar mengelola apa yang kita miliki dengan lebih bijak?

Belakangan ini, istilah "orang have" dan "orang haven't" cukup ramai diperbincangkan. Saya sendiri awalnya mengenal istilah tersebut dalam suasana bercanda.

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan adik sepupu. Kami jajan sekaligus mengerjakan sesuatu di sebuah kafe. Sambil bercanda, kami mengatakan bahwa kami termasuk orang have karena masih bisa nongkrong di kafe.

Obrolan sederhana itu kemudian berkembang ke pembicaraan lain. Salah satunya tentang bagaimana mengetahui kondisi ekonomi seseorang melalui cek desil.

Karena penasaran, saya pun mencoba melakukan pengecekan desil dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui situs resmi Kementerian Sosial untuk mengetahui status dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hasilnya cukup membuat saya tersenyum. Saya tidak termasuk penerima bantuan sosial yang menjadi sasaran berdasarkan hasil pengecekan tersebut, dengan rentang angka 6–10.

Cek Desil dan Rasa Syukur yang Bertambah

Jujur, saya justru merasa senang setelah mengetahui hasil cek desil tersebut. Bukan karena kemudian merasa lebih kaya daripada orang lain, melainkan karena hasil itu seperti mengingatkan kembali pada prinsip hidup yang sejak kecil ditanamkan oleh orang tua saya: jangan membiasakan diri merasa tidak punya.

Kami dididik untuk merasa cukup dan banyak bersyukur. Kalaupun sedang tidak punya uang atau belum mampu membeli sesuatu yang diinginkan, bukan berarti hidup kami kekurangan. Keinginan bisa ditunda. Kita bisa bersabar, tetap berusaha, berdoa, dan mencari jalan untuk mendapatkannya ketika memang sudah mampu.

Bagi saya, cara berpikir seperti ini ternyata sangat berpengaruh dalam menjalani kehidupan. Memotivasi diri dan meyakinkan diri bahwa kita adalah orang yang berkecukupan, dalam arti tidak mesti selalu bergantung kepada bantuan orang lain, justru mendorong kita untuk terus berusaha.

Kita juga menjadi tidak mudah mengeluh, terutama dalam persoalan keuangan. Misalnya, ketika melihat orang lain bisa pergi ke tempat bagus, membeli barang tertentu, atau nongkrong di kafe, bukan berarti kita harus melakukan hal yang sama.

Setiap orang memiliki kondisi dan prioritas yang berbeda. Karena itu, menurut saya, yang paling penting adalah menggunakan keuangan yang ada sesuai kemampuan.

Tidak perlu terlalu sibuk membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.

Orang Have Belum Tentu Keuangannya Sehat

Setelah memikirkan istilah orang have dan orang haven't, saya justru merasa bahwa persoalannya bukan semata-mata tentang banyak atau sedikitnya uang.

Seseorang yang memiliki banyak uang pun belum tentu memiliki kondisi keuangan yang sehat. Kalau pengeluaran selalu lebih besar daripada pendapatan karena terlalu banyak keinginan, sebanyak apa pun penghasilan yang dimiliki rasanya tidak akan pernah cukup.

Sebaliknya, orang dengan penghasilan sederhana bisa saja merasa cukup karena mampu mengatur kebutuhan, menahan keinginan, dan menjalani kehidupan sesuai dengan kemampuan.

Saya dan suami bahkan sering bercanda bahwa kehidupan kami itu pas-pasan: pas butuh, pas ada; pas ingin, pas ada uangnya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Kata Netizen
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Kata Netizen
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Kata Netizen
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Kata Netizen
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Kata Netizen
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Kata Netizen
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Kata Netizen
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Kata Netizen
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Kata Netizen
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Kata Netizen
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Kata Netizen
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Kata Netizen
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Kata Netizen
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau