Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yulius Roma Patandean
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yulius Roma Patandean adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat

Kompas.com, 17 September 2026, 16:53 WIB

Sejauh mana kebakaran hutan dan lahan di Mapongka, Mengkendek, dapat dikendalikan ketika kobaran api mendekati fasilitas publik penting dan asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat?

Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu, 16 September 2026. Kebakaran berskala besar melanda kawasan sekitar Mapongka, Kelurahan Rantekalua'.

Peristiwa tersebut tidak hanya membakar vegetasi di kawasan sekitar, tetapi juga bergerak mendekati dua fasilitas publik yang memiliki peran penting, yakni Bandar Udara Toraja (Toraja Airport) di Buntu Kuni' serta kompleks Sekolah Rakyat Tana Toraja.

Hingga malam hari, api dilaporkan masih berkobar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat setempat karena lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan fasilitas publik yang strategis dan memiliki aktivitas masyarakat.

Karhutla di Mapongka bukan fenomena yang sepenuhnya baru. Kebakaran serupa disebut kerap terjadi ketika musim kemarau tiba. Kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir turut menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar risiko penyebaran api.

Musim kemarau yang cukup panjang, ditambah angin kencang, membuat vegetasi di kawasan tersebut lebih mudah mengering. Kawasan Mapongka yang didominasi ekosistem hutan pinus dan hamparan semak pakis pun menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.

Daun pinus yang mengering, ranting yang rapuh, serta semak pakis yang kehilangan kadar air akibat paparan matahari dapat menjadi material yang mudah terbakar. Dalam kondisi seperti ini, sumber api sekecil apa pun, baik akibat kelalaian manusia maupun faktor alam, dapat berkembang dan menyebar dengan cepat.

Sejak siang hari, kobaran api dilaporkan terus membesar dan menjalar ke sejumlah area di sekitarnya. Topografi wilayah yang berbukit serta kondisi angin turut membuat arah pergerakan api lebih sulit diperkirakan.

Situasi tersebut membuat kebakaran semakin mendapat perhatian, terutama karena api bergerak mendekati kawasan permukiman dan fasilitas penting di sekitar lokasi.

Posisi api yang semakin dekat dengan infrastruktur publik menjadi salah satu perhatian utama dalam insiden ini. Dua fasilitas yang berada di sekitar area terdampak adalah Toraja Airport atau Bandara Buntu Kuni' dan kompleks Sekolah Rakyat Tana Toraja.

Sebagai salah satu akses transportasi udara utama di Kabupaten Tana Toraja, aktivitas operasional Toraja Airport perlu mempertimbangkan kondisi kebakaran dan kepulan asap di sekitar kawasan.

Asap yang cukup tebal dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan. Akses jalan menuju bandara juga dilaporkan berada di sekitar kawasan yang terdampak kobaran api.

Sementara itu, kompleks Sekolah Rakyat Tana Toraja yang masih dalam tahap pembangunan juga berada dalam perhatian. Sejumlah pekerja disebut masih melakukan pekerjaan hingga malam hari. Kedekatan dengan area kebakaran membuat keselamatan pekerja dan keberlangsungan proses pembangunan perlu menjadi perhatian.

Keberadaan dua fasilitas tersebut membuat penanganan kebakaran membutuhkan perhatian dan koordinasi yang baik. Langkah cepat diperlukan untuk mengendalikan api sekaligus mengurangi risiko terhadap fasilitas publik dan keselamatan masyarakat di sekitarnya.

Selain ancaman langsung dari kobaran api, dampak lain yang mulai dirasakan adalah penyebaran asap ke berbagai wilayah di Mengkendek dan sekitarnya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Kata Netizen
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Kata Netizen
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Kata Netizen
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Kata Netizen
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Kata Netizen
Bandung, Kota yang Memberi Ruang bagi Tumbuhnya Bakat
Bandung, Kota yang Memberi Ruang bagi Tumbuhnya Bakat
Kata Netizen
Bisakah Lelaki dan Perempuan Benar-benar Hanya Bersahabat?
Bisakah Lelaki dan Perempuan Benar-benar Hanya Bersahabat?
Kata Netizen
Hak Cuti ASN, Kebutuhan Pegawai Bertemu Beban Kerja
Hak Cuti ASN, Kebutuhan Pegawai Bertemu Beban Kerja
Kata Netizen
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Kata Netizen
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau