
Fenomena sosial lain yang ditampilkan dalam film ini adalah adanya persaingan spanduk kampanye calon-calon bupati. Selain itu, film ini juga memperlihatkan aksi protes warga dalam rangka melindungi lahannya yang malah dibalas hukuman berat.
Film Autobiography ini adalah film yang membuat para penontonnya berpikir, merenung, sekaligus berefleksi.
Benarkah orang kecil tak punya kuasa untuk melindungi apa-apa yang menjadi hak miliknya? Benarkah alam dan sumber dayanya hanya milik orang yang punya kekuasaan? Entahlah.
Mungkin benar nasihat ayah Rakib ke putranya, untuk menurut dan menikmati saja, yang penting slamet.
Kudengar dari bintang jatuh
Anak baik harus patuh
Biar selamat sampai jauh
(Sal Priadi, Ambilkan Bintang - OST. Autobiography).
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul ""Autobiography", Film Suram Menegangkan yang Kaya Kritik Sosial"
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.