Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Gregorius Nafanu
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Gregorius Nafanu adalah seorang yang berprofesi sebagai Petani. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Tips Perbanyak Tanaman Menggunakan Teknik Stek Batang

Kompas.com - 22/04/2023, 16:07 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Pertama, siapkan batang tanaman dari pohon induk yang akan distek.

Dalem mengaplikasikan teknik stek batang pada tanaman, pastikan dulu batang yang digunakan sebaiknya tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

Sebagai catatan, tidak semua tanaman bisa distek batangnya.

Nah, selanjutnya setelah menemukan batang yang ideal, lalu potong batang tersebut sepanjang 8-10 cm untuk tanaman hijau. Sementara untuk tanaman yang tumbuh belukar di pohon, potongan batang yang diperlukan yakni sepanjang 15-25 cm.

Kedua, buang sebagian daun yang ada pada stekan.

Beberapa daun yang terdapat pada bagian bawah dan pucuk batang stekan perlu dibuang. Namun perlu diingat, kita tetap harus menyisakan beberapa daun sekitar 2-4 lembar daun agar proses fotosintesis tanaman tetap berlangsung.

Apabila terdapat kuncup bunga di batang stekan yang akan digunakan, maka sebaiknya kuncup bunga tersebut dibuang agar tidak menyerap banyak nutrisi pada tanaman.

Ketiga, oleskan zat perangsang akar.

Agar akar tanaman baru tumbuh bagus, kita juga bisa memberi perangsang akar pada bagian bawah stekan. Cukup oleskan pada bagian bawah stekan untuk merangsang pertumbuhan akar tanaman yang bagus.

Salah satu zat perangsang akar tanaman yang dapat digunakan antara lain seperti rooton F yang bisa didapatkan di toko-toko pertanian.

Alternatif lain yang bisa digunakan sebagai perangsang akar adalah bawang merah dan bisa juga ditancapkan pada substrat yang telah disiapkan tanpa memberi zat perangsang akar.

Keempat, buat substrat bagi bibit stek kita.

Selanjutnya adalah membuat substrat atau media bagi pertumbuhan akar tanaman yang sudah distek. Substrat yang digunakan bisa berupa media tanah, pasir, atau air.

Apabila menggunakan media tanah untuk persemaian sementara, maka tanaman yang telah kita tancapkan ke media tanah tersebut baiknya diberi sungkup plastik. Lebih kurang 3-5 hari. Setelah itu baru sungkup plastiknya dibuka.

Jika akar sudah terlihat, maka tanaman bisa dipindahkan ke media tanam yang lebih besar seperti polybag berisi campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan rasio 1:1:1.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

'Selain Donatur Dilarang Mengatur', untuk Siapa Pernyataan Ini?

"Selain Donatur Dilarang Mengatur", untuk Siapa Pernyataan Ini?

Kata Netizen
Kenapa Mesti Belajar Menolak dan Bilang 'Tidak'?

Kenapa Mesti Belajar Menolak dan Bilang "Tidak"?

Kata Netizen
'Fatherless' bagi Anak Laki-laki dan Perempuan

"Fatherless" bagi Anak Laki-laki dan Perempuan

Kata Netizen
Mudik Backpacker, Jejak Karbon, dan Cerita Perjalanan

Mudik Backpacker, Jejak Karbon, dan Cerita Perjalanan

Kata Netizen
Antara RTB dan Kualitas Hidup Warga Jakarta?

Antara RTB dan Kualitas Hidup Warga Jakarta?

Kata Netizen
Apa yang Membuat Hidup Sederhana Jadi Pilihan?

Apa yang Membuat Hidup Sederhana Jadi Pilihan?

Kata Netizen
Pembelajaran dari Ramadan, Minim Sampah dari Dapur

Pembelajaran dari Ramadan, Minim Sampah dari Dapur

Kata Netizen
Bagaimana Premanisme Bisa Hidup di Tengah Kehidupan?

Bagaimana Premanisme Bisa Hidup di Tengah Kehidupan?

Kata Netizen
Kasus Konstipasi Meningkat Selama Puasa, Ini Solusinya!

Kasus Konstipasi Meningkat Selama Puasa, Ini Solusinya!

Kata Netizen
Zakat di Sekolah, Apa dan Bagaimana Caranya?

Zakat di Sekolah, Apa dan Bagaimana Caranya?

Kata Netizen
Kesiapan Tana Toraja Sambut Arus Mudik Lebaran

Kesiapan Tana Toraja Sambut Arus Mudik Lebaran

Kata Netizen
Ada Halte Semu bagi Pasien Demensia di Jerman

Ada Halte Semu bagi Pasien Demensia di Jerman

Kata Netizen
Memberi Parsel Lebaran, Lebih dari Sekadar Berbagi

Memberi Parsel Lebaran, Lebih dari Sekadar Berbagi

Kata Netizen
Melihat Kota Depok Sebelum dan Setelah Lebaran

Melihat Kota Depok Sebelum dan Setelah Lebaran

Kata Netizen
'Mindful Eating' di Bulan Ramadan dan Potensi Perubahan Iklim

"Mindful Eating" di Bulan Ramadan dan Potensi Perubahan Iklim

Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau