Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Patter
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Patter adalah seorang yang berprofesi sebagai Hoteliers. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Menilik Profesi Satpam Hotel, Role Model Perusahaan Jasa Masa Kini

Kompas.com, 29 November 2023, 18:03 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Hotel berfasilitas ballroom, 7 ruang rapat dan 200 kamar hotel, membutuhkan satpam yang Jumlahnya rerata 25 hingga 30 satpam.

Setiap night shift, minimum 3 satpam siaga di depan gerbang, di gedung hotel dan pintu masuk karyawan. Siang hari atau acara tertentu, minimum 5 staf dikerahkan.

Di banyak kota besar, tim keamanan hotel banyak direkrut dari penduduk sekitar hotel alias penduduk asli, bukan pendatang.

Coba saja dicermati, jarang sekali bahkan hampir tidak pernah ditemukan pengumuman soal lowongan pekerjaan satpam hotel. Beberapa hotel merekrut pensiunan dari kepolisian sebagai chief security.

Satpam hotel tidak obral senyum. Namun mereka ringan tangan, melayani tamu dan karyawan.

Dalam banyak kasus internal hotel, fungsi tim pengamanan sangat utama. Selain sebagai peredam masalah agar tidak meledak, pun menuntaskan masalah tanpa melibatkan aparat kepolisian.

Misalnya, mencegah aduan tamu langsung ke aparat kepolisian dalam kasus penipuan. Menangkap maling yang berkeliaran di hotel, ditangani terlebih dahulu dengan sigap. Urusan ini bukanlah masalah ringan tugas para pahlawan keamanan.

Pahlawan Keamanan Memikul Tanggung Jawab Besar

Di hotel, satpam tak berbeda dengan staf lainnya. Meski begitu, mereka wajib menjaga kerahasiaan tertentu.

Mereka juga harus tampil berwibawa menegakkan peraturan manajemen yang berlaku, memberi sanksi tanpa tebang pilih. Beban dan tanggung jawab satpam hotel ternyata sangat berat.

Satpam berperan penting, terutama saat situasi hotel dirasa tidak aman, baik bagi tamu maupun karyawan. Situasi genting ini, antara lain sebagai berikut.

  • Saat terjadi force majeure

Ketika terjadi force majeure, seperti kebanjiran, gempa, kebakaran, kecelakaan, dan lainnya satpam hadir memberi rasa tenang dan aman orang-orang di sekitar. Ia juga akan bertugas mengarahkan setiap orang yang ada agar bisa segera dievakuasi.

Satpam juga bisa melakukan tindakan pemadaman api ketika terjadi kebakaran karena telah mendapat latihan secara berkala.

  • Ketika ada huru-hara

Saat terjadi huru-hara yang menyebabkan situasi tak mengenakkan di hotel, seperti adanya demo berhari-hari lantaran protes dari staf hotel akibat tak terima adanya tuduhan pencurian uang, misalnya.

Dalam situasi ini, satpam bisa bertindak sebagai pengaman sekaligus mediator manajemen dengan pihak kepolisian dan penuntut (karyawan hotel).

  • Melaksanakan tugas pengamanan

Seperti namanya, satuan pengamanan, satpam akan melakukan patroli rutin di sekeliling gedung hotel, lantai per lantai untuk memeriksa dan memastikan situasi hotel aman.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau