Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ahmad Faizal Abidin
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ahmad Faizal Abidin adalah seorang yang berprofesi sebagai Mahasiswa. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Banjir Demak dan Kaitannya dengan Sejarah Hilangnya Selat Muria

Kompas.com, 27 Maret 2024, 13:25 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Seperti yang sudah banyak diberitakan, wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang terdampak banjir mencakup 13 kecamatan, termasuk Kecamatan Mijen dan Kecamatan Bonang.

Banjir yang disebabkan oleh meluapnya genangan air dari Kecamatan Karanganyar hingga ke Kecamatan Mijen. Akibat banjir ini, sejumlah lahan pertanian milik warga juga ikut terendam.

Menurut Kabid Kebencanaan BPBD Jawa Tengah, Muhammad Chomsul. pada Selasa (26/3/2024), jumlah pengungsi kini tinggal 9.130 orang. Jumlah tersebut telah turun dibanding sepekan sebelumnya, yakni pada Minggu (17/3/2024) yang mencapai 25.000. Para pengungsi ini tersebar di 61 lokasi pengungsian.

Pihak Kabid Kebencanaan BPBD Jateng sampai saat ini juga terus berupaya menangani musibah ini, salah satunya dengan melakukan penebalan tanggul Sungai Wulan untuk menampung isian jumbo bag.

Beberapa hari sebelumnya, pihak BPBD Jateng juga sudah melakukan pemompaan air di beberapa wilayah yang terdampak dengan melibatkan bantuan dari BPBD Kota Pekalongan, BPBD Kabupaten Jepara, dan BPBD Kabupaten Pemalang. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi tingkat genangan air dan membantu mengatasi dampak banjir yang terjadi.

Pada hari Jumat (22/3/2024), Presiden Joko Widodo juga melakukan kunjungan ke Demak, Jawa Tengah untuk meninjau langsung lokasi terdampak banjir.

Kunjungan Jokowi tersebut, menurut Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana ingin memastikan bahwa perbaikan tanggul yang jebol tertangani dengan baik.

Selain itu, Jokowi yang didampingi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto dan Bupati Demak Eisti'anah, juga mengunjungi pos pengungsian di SMK Ganesha, Kecamatan Gajah dan Wisma Halim di Kecamatan Wonosalam.

Dalam kunjungan tersebut, ia tak lupa untuk menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara banyak instansi dalam upaya penanganan darurat banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak.

Banjir Demak dan Jejak Selat Muria

Zaman dahulu, wilayah Jawa Tengah memiliki pulau, yakni Pulau Muria. Di pulau ini terdapat satu gunung yang menjadi ciri khas unik, yakni Gunung Muria.

Pada bagian selatan pulau terdapat kawasan perbukitan yang dikenal dengan Patiayam yang terbentuk dari aktivitas vulkanik Gunung Muria di masa lampau.

Di kawasan perbukitan ini juga ditemukan berbagai fosil penting, seperti kerbau purba, banteng, keluarga rusa, babi hutan, gajah, dan fosil-fosil moluska.

Pulau Muria juga dulunya merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan wilayah pesisir utara Jawa, yang di dalamnya terdapat Kota Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati.

Pulau ini dipisahkan oleh selat yang dikenal dengan Selat Muria. Wilayah Selat Muria ini dahulu berfungsi sebagai jalur perdagangan yang cukup sibuk.

Selat Muria merupakan daerah perdagangan yang vital, dengan pelabuhan-pelabuhan yang ramai serta berbagai komoditas perdagangan seperti kain tradisional, garam, terasi, dan beras yang diperdagangkan. Selain itu, industri galangan kapal juga berkembang di kawasan ini, menghasilkan kapal-kapal jukung Jawa yang terkenal.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Membayangkan Indonesia Tanpa Guru Penulis, Apa Jadinya?
Membayangkan Indonesia Tanpa Guru Penulis, Apa Jadinya?
Kata Netizen
Resistensi Antimikroba, Ancaman Sunyi yang Semakin Nyata
Resistensi Antimikroba, Ancaman Sunyi yang Semakin Nyata
Kata Netizen
Ketika Pekerjaan Aman, Hati Merasa Tidak Bertumbuh
Ketika Pekerjaan Aman, Hati Merasa Tidak Bertumbuh
Kata Netizen
'Financial Freedom' Bukan Soal Teori, tetapi Kebiasaan
"Financial Freedom" Bukan Soal Teori, tetapi Kebiasaan
Kata Netizen
Tidak Boleh Andalkan Hujan untuk Menghapus 'Dosa Sampah' Kita
Tidak Boleh Andalkan Hujan untuk Menghapus "Dosa Sampah" Kita
Kata Netizen
Tak Perlu Lahan Luas, Pekarangan Terpadu Bantu Atur Menu Harian
Tak Perlu Lahan Luas, Pekarangan Terpadu Bantu Atur Menu Harian
Kata Netizen
Mau Resign Bukan Alasan untuk Kerja Asal-asalan
Mau Resign Bukan Alasan untuk Kerja Asal-asalan
Kata Netizen
Bagaimana Indonesia Bisa Mewujudkan 'Less Cash Society'?
Bagaimana Indonesia Bisa Mewujudkan "Less Cash Society"?
Kata Netizen
Cerita dari Ladang Jagung, Ketahanan Pangan dari Timor Tengah Selatan
Cerita dari Ladang Jagung, Ketahanan Pangan dari Timor Tengah Selatan
Kata Netizen
Saat Hewan Kehilangan Rumahnya, Peringatan untuk Kita Semua
Saat Hewan Kehilangan Rumahnya, Peringatan untuk Kita Semua
Kata Netizen
Dua Dekade Membimbing ABK: Catatan dari Ruang Kelas yang Sunyi
Dua Dekade Membimbing ABK: Catatan dari Ruang Kelas yang Sunyi
Kata Netizen
Influencer Punya Rate Card, Dosen Juga Boleh Dong?
Influencer Punya Rate Card, Dosen Juga Boleh Dong?
Kata Netizen
Embung Jakarta untuk Banjir dan Ketahanan Pangan
Embung Jakarta untuk Banjir dan Ketahanan Pangan
Kata Netizen
Ikan Asap Masak Santan, Lezat dan Tak Pernah Membosankan
Ikan Asap Masak Santan, Lezat dan Tak Pernah Membosankan
Kata Netizen
Menerangi 'Shadow Economy', Jalan Menuju Inklusi?
Menerangi "Shadow Economy", Jalan Menuju Inklusi?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau