Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jujun Junaedi
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Jujun Junaedi adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Cerita Mobil 90an dan Ribuan Kenangan

Kompas.com, 27 Juli 2025, 13:32 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Kami juga sering membawa Starlet ini ke acara-acara komunitas pecinta mobil tua. Di sana, ia bukan hanya dipandang sebagai mobil tua, tetapi sebagai simbol ketahanan dan keunikan. Para pecinta mobil klasik seringkali mengagumi bentuknya yang mungil namun gagah, serta mesinnya yang legendaris. 

Hal ini menambah rasa bangga kami terhadap kendaraan teman perjalanan ini. Ia memang bukan mobil paling mewah, tapi memiliki daya tarik tersendiri yang tak lekang oleh zaman.

Rahasia Keawetan dan Keandalan Starlet Kapsul '91

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa rahasia di balik keawetan Starlet Kapsul tahun '91 kami hingga berusia 34 tahun dan masih sangat fungsional? Jawabannya terletak pada kombinasi karakter asli mobil ini dan perawatan yang kami berikan. 

Starlet Kapsul memang dikenal dengan beberapa keunggulan yang menjadikannya primadona di masanya, dan tetap relevan hingga kini.

Pertama, bentuknya yang unik dan tidak lekang oleh zaman. Desain "kapsul" yang membulat dan kompak memberikan kesan klasik sekaligus sporty. Meskipun sudah puluhan tahun berlalu, bentuknya masih enak dipandang dan tidak terlihat ketinggalan zaman. 

Ini adalah salah satu alasan mengapa Starlet tetap digemari, terutama oleh mereka yang menyukai mobil dengan karakter kuat dan desain yang tidak pasaran.

Penampilannya yang sederhana justru membuatnya mudah beradaptasi di berbagai situasi, baik di perkotaan padat maupun jalanan pedesaan.

Kedua, mesinnya yang bandel dan minim rewel. Starlet Kapsul dibekali mesin 1.300 cc yang terbukti sangat tangguh dan awet. Mesin ini dirancang untuk durabilitas, sehingga jarang sekali mengalami masalah serius asalkan dirawat dengan benar. Kami jarang sekali mengalami mogok di jalan, bahkan saat melakukan perjalanan jarak jauh. 

Ini memberikan rasa aman dan nyaman yang luar biasa, terutama ketika membawa keluarga. Mesin yang bandel ini mengurangi kekhawatiran kami akan biaya perbaikan besar, sehingga kami bisa fokus pada perawatan rutin yang lebih terjangkau.

Ketiga, perawatannya yang mudah dan murah. Suku cadang untuk Starlet Kapsul masih sangat mudah ditemukan di pasaran, baik yang orisinal maupun aftermarket. Harganya pun relatif terjangkau.

Bengkel-bengkel umum juga banyak yang familier dengan mesin mobil ini, sehingga tidak sulit mencari montir yang paham. 

Kami selalu berusaha melakukan servis rutin sesuai jadwal, mengganti oli, filter, dan melakukan tune-up secara berkala.

Perawatan sederhana ini terbukti menjadi jaminan aman bagi kinerja mobil. Dengan biaya perawatan yang tidak mencekik, kami bisa terus menjaga kondisi prima Starlet kami.

Keempat, bahan bakarnya yang irit. Di tengah kenaikan harga bahan bakar yang kerap terjadi, keiritan Starlet Kapsul menjadi nilai tambah yang sangat signifikan.

Konsumsi bahan bakarnya yang efisien sangat membantu menekan pengeluaran bulanan keluarga, menjadikan mobil ini pilihan yang sangat ekonomis. 

Ini memungkinkan kami untuk tetap bepergian dan memenuhi kebutuhan transportasi tanpa terlalu membebani anggaran rumah tangga. Keiritan ini adalah salah satu faktor utama yang membuat kami tetap bertahan dengan kendaraan teman perjalanan ini.

Kelima, kemampuan Starlet ini untuk "naik gunung" juga patut diacungi jempol. Meskipun bermesin kecil, tarikannya cukup responsif untuk medan menanjak, asalkan dikemudikan dengan gigi yang tepat.

Ini memungkinkan kami untuk menjelajahi berbagai destinasi, termasuk daerah pegunungan yang kadang memiliki tanjakan curam. 

Fleksibilitas ini membuat mobil kami cocok untuk berbagai jenis perjalanan, tidak hanya di perkotaan saja.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Menghadirkan Alam di Sudut Sederhana Pekarangan
Menghadirkan Alam di Sudut Sederhana Pekarangan
Kata Netizen
Lebih dari Sekadar Mengajar, Dosen Bertumbuh Bersama Mahasiswa
Lebih dari Sekadar Mengajar, Dosen Bertumbuh Bersama Mahasiswa
Kata Netizen
Hubungan Ayah dan Anak: Canggung, Diam, tetapi Penuh Sayang
Hubungan Ayah dan Anak: Canggung, Diam, tetapi Penuh Sayang
Kata Netizen
Pelajaran tentang Adaptasi, dari Bonsai ke Bougenville
Pelajaran tentang Adaptasi, dari Bonsai ke Bougenville
Kata Netizen
Mari Mengenal Gizi Daging Sapi dan Kambing
Mari Mengenal Gizi Daging Sapi dan Kambing
Kata Netizen
Kebiasaan Kecil yang Membentuk Budaya Bersih
Kebiasaan Kecil yang Membentuk Budaya Bersih
Kata Netizen
Rangrang, Bunglon, dan Ruang Hidup yang Diperebutkan
Rangrang, Bunglon, dan Ruang Hidup yang Diperebutkan
Kata Netizen
Memberi Utang Itu Mudah, Menagihnya yang Sulit
Memberi Utang Itu Mudah, Menagihnya yang Sulit
Kata Netizen
Di Balik Lomba, Ada Hati Murid yang Perlu Dijaga
Di Balik Lomba, Ada Hati Murid yang Perlu Dijaga
Kata Netizen
Dari Rawa ke Permukiman: Kisah Satwa yang Kehilangan Habitat
Dari Rawa ke Permukiman: Kisah Satwa yang Kehilangan Habitat
Kata Netizen
Fenomena 'Book Shaming' dan Cara Kita Memandang Pembaca Lain
Fenomena "Book Shaming" dan Cara Kita Memandang Pembaca Lain
Kata Netizen
Ayah dan Anak, Belajar Dekat Lewat Obrolan Sederhana
Ayah dan Anak, Belajar Dekat Lewat Obrolan Sederhana
Kata Netizen
Belajar Bersabar dari Jodoh yang Tak Kunjung Datang
Belajar Bersabar dari Jodoh yang Tak Kunjung Datang
Kata Netizen
Dari Toko Kelontong, Kesadaran Lingkungan Itu Tumbuh Perlahan
Dari Toko Kelontong, Kesadaran Lingkungan Itu Tumbuh Perlahan
Kata Netizen
Menabung Kurban dari Uang Kembalian dan Niat yang Dijaga
Menabung Kurban dari Uang Kembalian dan Niat yang Dijaga
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau