Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jujun Junaedi
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Jujun Junaedi adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Cerita Mobil 90an dan Ribuan Kenangan

Kompas.com, 27 Juli 2025, 13:32 WIB

Semua keunggulan ini, ditambah dengan perawatan rutin yang cermat, menjadikan Starlet Kapsul kami tetap bermanfaat dan andal hingga kini.

Merawat Kisah, Bukan Sekadar Mesin: Pengorbanan yang Terbayar

Mempertahankan kendaraan teman perjalanan berusia 34 tahun tentu bukan tanpa tantangan. Ada kalanya mobil ini mengalami masalah kecil, seperti AC yang kurang dingin, atau bunyi-bunyi aneh dari bagian kaki-kaki. 

Namun, setiap kendala selalu kami hadapi dengan semangat untuk merawat ingatan dan merawat kendaraan ini. Bagi kami, setiap perbaikan adalah investasi pada kenangan dan keberlanjutan fungsi mobil ini untuk keluarga.

Pengorbanan yang terbayar adalah frasa yang paling tepat untuk menggambarkan usaha kami. Setiap usaha merawat Starlet Kapsul '91 ini demi keluarga terasa sangat berarti. Kami tidak hanya menginvestasikan uang untuk suku cadang dan jasa montir, tetapi juga waktu dan perhatian. 

Saya sering menghabiskan akhir pekan di bengkel, mengamati proses perbaikan, atau bahkan ikut membersihkan beberapa bagian mobil sendiri. Ini adalah bentuk komitmen yang tulus, bukan sekadar kewajiban.

Istri saya juga berperan penting. Ia selalu mengingatkan jadwal servis, membantu mencarikan suku cadang yang dibutuhkan, dan bahkan rela menyisihkan sebagian anggaran untuk perawatan mobil.

Putra-putra kami, meskipun sudah dewasa, juga ikut andil. Mereka terkadang membantu membersihkan mobil, atau ikut mencari informasi tentang tips perawatan Starlet di internet. 

Ini semua adalah bentuk kolaborasi keluarga yang menjadikan mobil ini lebih dari sekadar benda mati; ia adalah bagian hidup kami.

Bukan hanya perawatan teknis, kami juga menjaga kebersihan dan kenyamanan interior mobil. Jok yang terawat, karpet yang bersih, dan aroma kabin yang segar adalah hal-hal kecil yang membuat setiap perjalanan tetap menyenangkan. 

Kami percaya, kenyamanan adalah bagian dari manfaat yang terus diberikan mobil ini. Dengan menjaga kebersihan, kami juga menjaga agar kenangan manis yang terjadi di dalamnya tetap terasa segar dan nyaman.

Ada kalanya godaan untuk mengganti mobil baru muncul. Model-model yang lebih modern, fitur yang lebih canggih, tentu sangat menggiurkan. Namun, setiap kali kami merenung, kami menyadari bahwa nilai yang diberikan oleh Starlet ini jauh melampaui harga sebuah mobil baru. 

Ribuan kenangan yang telah kami alami, satu kendaraan yang selalu setia, adalah kombinasi yang tak ternilai harganya. Mobil baru mungkin menawarkan kemewahan, tetapi tidak akan pernah bisa menggantikan cerita, perjuangan, dan ikatan emosional yang telah kami bangun bersama Starlet ini selama puluhan tahun.

Kesimpulan

Pada akhirnya, Starlet Kapsul '91 kami adalah bukti nyata bahwa usia tidak selalu menjadi batasan manfaat.

Perawatan yang konsisten dan pemahaman akan karakteristiknya, sebuah kendaraan teman perjalanan sederhana pun bisa menjadi pilar penting dalam kehidupan keluarga. Ia bukan hanya sekadar mobil, ia adalah arsip kenangan, pahlawan di saat genting, dan guru bagi putra-putra kami. 

Kisah keluarga kami yang terjalin erat dengan mobil '90-an ini adalah cerminan dari bagaimana sebuah benda bisa memiliki jiwa, menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup, dan terus memberikan manfaat nyata, hingga kini dan mungkin untuk tahun-tahun mendatang.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Ribuan Kenangan, Satu Kendaraan: Merawat Kisah Keluarga Lewat Mobil '90-an"

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau