Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yayuk Sulistiyowati M.V.
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yayuk Sulistiyowati M.V. adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Perjalanan Seorang Ibu Tunggal: Tiga Anak, Satu Pelukan

Kompas.com, 31 Agustus 2025, 17:05 WIB

Jika hidup adalah “sekolah besar”, pelajaran apa yang paling berharga menurut Anda tentang ketabahan dan cinta?

Single bukan hanya sebuah status, Ia bisa menjadi kekuatan untuk tetap berdiri, meski separuh jiwa telah tiada.

Hidup kadang menghadirkan kejutan yang tak pernah kita duga. Saya adalah seorang perempuan yang dipaksa keadaan untuk memikul peran ganda: menjadi ibu sekaligus ayah bagi tiga anak yang masih belia.

Sejak suami saya berpulang tujuh tahun lalu, jalan hidup yang sebelumnya kami jalani bersama berubah menjadi perjalanan seorang diri.

Air mata tentu tak bisa ditahan, tetapi saya belajar untuk membiarkannya jatuh hanya dalam doa.

Selebihnya, hari-hari harus saya isi dengan kerja keras dan doa yang tak putus.

Anak-anak saya bukan hanya membutuhkan makanan di meja, tetapi juga hati yang hangat, kasih sayang, dan keyakinan bahwa hidup harus terus dilanjutkan.

Menjalani Peran Ganda

Menjadi orang tua tunggal berarti siap menanggung beban yang biasanya dibagi berdua.

Saya harus menenangkan tangis anak-anak, sekaligus membuat keputusan-keputusan besar yang biasanya menjadi peran seorang ayah.

Mengatur keuangan rumah tangga, memilih prioritas pendidikan, hingga memastikan kebutuhan harian terpenuhi—semua ada di pundak saya. Kadang saya harus bersuara lembut, kadang tegas.

Itu bukan hal yang mudah. Namun setiap kali rasa rapuh datang, anak-anaklah yang kembali menguatkan saya.

Hidup di Kelas Menengah yang Rawan Terperosok

Saat suami masih ada, kehidupan terasa lebih tenang. Dua gaji membuat kami cukup untuk membayar rumah, sekolah, bahkan sesekali berlibur. Namun setelah penyakit merenggut nyawanya, semua berubah drastis.

Sebagai guru swasta, ditambah sedikit penghasilan dari pensiunan janda, saya berusaha bertahan. Namun kebutuhan hidup yang kian naik tak sebanding dengan penghasilan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Kata Netizen
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
Kata Netizen
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Kata Netizen
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Kata Netizen
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Kata Netizen
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Kata Netizen
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Kata Netizen
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Kata Netizen
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
Kata Netizen
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Kata Netizen
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau