
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Pernahkah Anda bertanya-tanya, seberapa penting sebenarnya vaksinasi rabies bagi hewan kesayangan kita, seperti anjing dan kucing?
Apakah vaksin ini hanya untuk melindungi hewan, atau juga melindungi kita sebagai pemiliknya?
Jadi, setiap tanggal 28 September, dunia memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day). Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bagi masyarakat akan bahaya rabies dan pentingnya pencegahan penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus ini.
Salah satu langkah paling efektif untuk mencegah rabies adalah vaksinasi pada hewan kesayangan, khususnya anjing dan kucing.
Kalau di berbagai daerah di Indonesia, vaksinasi rabies bahkan rutin digelar melalui program vaksinasi massal oleh dinas atau instansi terkait.
Mengapa Vaksinasi Rabies Penting?
Rabies adalah penyakit zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia. Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berujung pada kematian bila gejalanya sudah muncul.
Penularannya umumnya terjadi melalui gigitan, cakaran, atau kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi.
Di Indonesia, sebagian besar kasus rabies pada manusia berasal dari gigitan anjing yang tidak divaksinasi.
Oleh karena itu, vaksinasi bukan hanya melindungi hewan kesayangan, tetapi juga menjadi perlindungan ganda bagi pemilik dan lingkungan sekitar.
Kapan Hewan Kesayangan Harus Divaksin?
Banyak pemilik hewan bertanya-tanya: pada usia berapa hewan sebaiknya divaksin rabies? Secara umum:
Siapa yang Berhak Memberikan Vaksin?
Vaksinasi rabies hanya boleh dilakukan oleh dokter hewan atau petugas kesehatan hewan berwenang di bawah penyeliaan dokter hewan.
Ini penting karena vaksin rabies harus ditangani sesuai standar, mulai dari penyimpanan, dosis, teknik penyuntikan, hingga pemantauan setelah vaksinasi untuk memastikan tidak ada efek samping.
Membawa hewan kesayangan ke dokter hewan atau layanan vaksinasi resmi adalah langkah yang aman dan bertanggung jawab.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Vaksinasi?
Agar vaksinasi rabies berjalan lancar, pemilik hewan sebaiknya melakukan beberapa persiapan sederhana berikut:
1. Pastikan kondisi hewan sehat (tidak demam, diare, batuk, atau menunjukkan tanda sakit lain).
2. Bersihkan parasit eksternal seperti kutu atau caplak, karena infestasi parasit dapat menurunkan daya tahan tubuh.
3. Berikan makanan bergizi agar stamina hewan optimal.
4. Kurangi stres saat perjalanan ke dokter hewan, misalnya dengan kandang transportasi yang nyaman.
5. Siapkan buku vaksinasi atau catatan riwayat vaksin sebelumnya.
Setelah vaksinasi, dokter hewan biasanya akan memberikan sertifikat atau kartu vaksinasi. Dokumen ini berguna sebagai bukti, terutama bila hewan kesayangan harus melakukan perjalanan antar daerah.
Dengan memahami pentingnya vaksinasi rabies, kita bukan hanya menjaga kesehatan hewan kesayangan, tetapi juga berperan aktif dalam melindungi keluarga dan lingkungan dari ancaman penyakit ini.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mengenal Vaksinasi Rabies pada Hewan Kesayangan"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang