Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nuning Sapta Rahayu
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Nuning Sapta Rahayu adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map

Kompas.com, 12 Maret 2026, 14:46 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Bagaimana cara agar Tunjangan Hari Raya (THR) tidak hanya habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi juga memberi manfaat bagi kondisi keuangan setelah Lebaran?

Setiap tahun, Tunjangan Hari Raya (THR) selalu datang membawa kegembiraan. Bagi banyak orang, momen ini menjadi penanda bahwa Lebaran semakin dekat. Namun, bagi sebagian keluarga, kebahagiaan tersebut terkadang berlangsung singkat.

Uang yang baru saja masuk ke rekening sering kali cepat menipis, bahkan sebelum hari raya tiba. Berbagai kebutuhan muncul hampir bersamaan—mulai dari membeli pakaian baru, menyiapkan hidangan khas Lebaran, hingga memenuhi tradisi berbagi kepada keluarga dan kerabat. Tanpa disadari, pengeluaran meningkat dengan cepat.

Padahal, jika dikelola dengan strategi sederhana seperti Budget Map, THR sebenarnya dapat memberi manfaat yang lebih panjang. Tidak hanya untuk merayakan hari raya, tetapi juga membantu menjaga kondisi keuangan setelah Lebaran berlalu.

Fenomena THR Cepat Habis

Bagi banyak keluarga, THR kerap dipandang sebagai “uang tambahan” yang boleh digunakan secara lebih bebas. Euforia diskon Ramadan, berbagai promosi belanja, serta dorongan untuk memenuhi tradisi Lebaran sering membuat pengeluaran meningkat tajam.

Akibatnya, THR yang semula diharapkan menjadi penopang keuangan justru habis dalam waktu singkat.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada pengalaman individu. Data konsumsi rumah tangga dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa periode Ramadan hingga Lebaran hampir selalu diikuti peningkatan pengeluaran masyarakat, terutama pada sektor makanan, pakaian, dan transportasi.

Lonjakan konsumsi tersebut sebenarnya wajar, karena kebutuhan perayaan memang meningkat. Namun tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini bisa berdampak pada stabilitas keuangan keluarga setelah Lebaran.

Mengenal Konsep “Budget Map”

Agar THR tidak sekadar lewat begitu saja, diperlukan strategi sederhana yang mudah diterapkan. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah Budget Map, yaitu peta anggaran yang membantu seseorang menentukan arah penggunaan uang sejak awal.

Prinsip dari Budget Map sebenarnya cukup sederhana: setiap rupiah memiliki tujuan. Dengan memetakan penggunaan THR sejak awal, seseorang tidak hanya membelanjakan uang, tetapi juga mengelolanya secara sadar dan terencana.

Dalam berbagai program literasi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan juga kerap menekankan pentingnya perencanaan anggaran. Ketika seseorang menentukan prioritas pengeluaran sejak awal, risiko pengeluaran impulsif dapat ditekan dan pengelolaan keuangan menjadi lebih terkendali.

Membagi THR ke dalam Empat Pos Keuangan

Agar lebih mudah diterapkan, Budget Map dapat dimulai dengan membagi THR ke dalam empat pos utama.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Kata Netizen
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Kata Netizen
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Kata Netizen
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
Kata Netizen
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kata Netizen
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kata Netizen
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Kata Netizen
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Kata Netizen
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau