Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Novia Respati
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Novia Respati adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Tren Foto Bareng Idola Pakai AI, Apa yang Dicari?

Kompas.com, 22 September 2025, 14:49 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Penasaran bagaimana rasanya jika dunia digital memungkinkan kita “berdekatan” dengan selebritas hanya lewat beberapa sentuhan di layar ponsel? Apa yang sebenarnya kita cari dari pengalaman ini—hiburan, kreativitas, atau sekadar sensasi sesaat?

Tren mengedit foto bersama idola menggunakan kecerdasan buatan (AI) kini tengah menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. 

Belum lama ini, saya sendiri tergoda mencobanya dengan bantuan Gemini AI, saya “berhasil” berfoto bersama artis Korea, Lee Min Ho.

Nah, mau tahu bagaimana hasilnya? Saya tampak seperti pemeran drama Korea yang baru keluar dari klinik kecantikan, sementara Lee Min Ho tetaplah Lee Min Ho, meski entah mengapa terlihat sedikit berbeda. Rasanya lucu sekaligus memikat—seolah dunia nyata dan digital bercampur jadi satu.

Fenomena ini ternyata menyimpan sisi menarik yang lebih luas. Mengedit foto bersama idola bukan sekadar iseng belaka. Ada beberapa alasan mengapa tren ini begitu digemari:

1. Hiburan Instan

Bagi banyak orang, memiliki foto yang seolah-olah bersama idolanya menghadirkan rasa senang yang instan.

Meski tidak bertemu langsung, pengalaman visual ini bisa memunculkan kebahagiaan sederhana di tengah rutinitas.

2. Wadah Kreativitas

Mengolah foto dengan idola juga membuka ruang berekspresi. Dari potret biasa, kita bisa menciptakan suasana unik sesuai imajinasi.

Kreativitas pun jadi terasa dekat, tanpa perlu biaya besar—hanya perangkat sederhana dan sedikit waktu.

3. Belajar Teknologi Baru

Tren ini membuat banyak orang lebih terbiasa dengan teknologi terkini. Rasa penasaran untuk mencoba mendorong siapa pun untuk mempelajari cara kerja AI, bahkan bagi mereka yang sebelumnya tidak terlalu akrab dengan teknologi digital.

4. Konten Media Sosial

Bagi sebagian orang, foto editan bersama idola adalah konten menarik untuk dibagikan di media sosial. Tidak jarang, unggahan semacam ini mendapat perhatian besar yang memberi kepuasan tersendiri bagi pemilik akun.

Namun, di balik sisi seru dan menyenangkan itu, ada juga potensi risiko yang sebaiknya kita waspadai:

1. Terlalu Larut dalam Fantasi

Mengedit foto bersama idola memang mengasyikkan. Tetapi jika dilakukan berlebihan, bisa membuat seseorang larut dalam dunia khayalan hingga batas antara realitas dan imajinasi menjadi kabur.

2. Privasi dan Etika

Wajah idola bukanlah milik publik sepenuhnya. Menggunakannya tanpa izin, apalagi untuk tujuan komersial, dapat memicu masalah etika dan privasi yang serius.

3. Potensi Salah Paham

Hasil foto editan yang realistis bisa mengecoh orang lain dan memunculkan kesalahpahaman, terutama jika tersebar luas tanpa penjelasan bahwa itu hanyalah rekayasa digital.

4. Risiko Komentar Negatif

Tidak semua orang akan menanggapi positif unggahan semacam ini. Ada potensi munculnya cibiran atau komentar negatif yang dapat memengaruhi kesehatan mental, terutama jika hasil editan dianggap berlebihan atau tidak rapi.

Pada akhirnya, mengedit foto bersama idola lewat AI memang terasa seperti “surga digital” yang menyenangkan. Namun, jika tak bijak menyikapinya, hal ini bisa berubah menjadi “neraka imajinasi” yang mengganggu.

Kuncinya adalah menjaga proporsi. Selama dilakukan untuk hiburan pribadi, tidak disebarluaskan berlebihan, dan tetap menghormati hak privasi sang idola, tren ini sah-sah saja dinikmati.

Ingatlah, foto editan hanyalah jendela kecil untuk berkhayal—kebahagiaan yang sesungguhnya tetap berada di dunia nyata.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Foto Bareng Idola Pakai AI: Antara Surga Duniawi dan Neraka Imajinasi"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Hubungan Ayah dan Anak: Canggung, Diam, tetapi Penuh Sayang
Hubungan Ayah dan Anak: Canggung, Diam, tetapi Penuh Sayang
Kata Netizen
Pelajaran tentang Adaptasi, dari Bonsai ke Bougenville
Pelajaran tentang Adaptasi, dari Bonsai ke Bougenville
Kata Netizen
Mari Mengenal Gizi Daging Sapi dan Kambing
Mari Mengenal Gizi Daging Sapi dan Kambing
Kata Netizen
Kebiasaan Kecil yang Membentuk Budaya Bersih
Kebiasaan Kecil yang Membentuk Budaya Bersih
Kata Netizen
Rangrang, Bunglon, dan Ruang Hidup yang Diperebutkan
Rangrang, Bunglon, dan Ruang Hidup yang Diperebutkan
Kata Netizen
Memberi Utang Itu Mudah, Menagihnya yang Sulit
Memberi Utang Itu Mudah, Menagihnya yang Sulit
Kata Netizen
Di Balik Lomba, Ada Hati Murid yang Perlu Dijaga
Di Balik Lomba, Ada Hati Murid yang Perlu Dijaga
Kata Netizen
Dari Rawa ke Permukiman: Kisah Satwa yang Kehilangan Habitat
Dari Rawa ke Permukiman: Kisah Satwa yang Kehilangan Habitat
Kata Netizen
Fenomena 'Book Shaming' dan Cara Kita Memandang Pembaca Lain
Fenomena "Book Shaming" dan Cara Kita Memandang Pembaca Lain
Kata Netizen
Ayah dan Anak, Belajar Dekat Lewat Obrolan Sederhana
Ayah dan Anak, Belajar Dekat Lewat Obrolan Sederhana
Kata Netizen
Belajar Bersabar dari Jodoh yang Tak Kunjung Datang
Belajar Bersabar dari Jodoh yang Tak Kunjung Datang
Kata Netizen
Dari Toko Kelontong, Kesadaran Lingkungan Itu Tumbuh Perlahan
Dari Toko Kelontong, Kesadaran Lingkungan Itu Tumbuh Perlahan
Kata Netizen
Menabung Kurban dari Uang Kembalian dan Niat yang Dijaga
Menabung Kurban dari Uang Kembalian dan Niat yang Dijaga
Kata Netizen
Mengenal Pulau Seram Lewat Cerita Seorang Murid
Mengenal Pulau Seram Lewat Cerita Seorang Murid
Kata Netizen
Di Balik Julukan Panas Bekasi, Ada Kehidupan yang Terus Berjalan
Di Balik Julukan Panas Bekasi, Ada Kehidupan yang Terus Berjalan
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau