
Menyulam Jejak, Menjaga Ingatan
Bata telah menutup pabriknya, tetapi belum menutup kisahnya. Ia masih hidup dalam cara kita merawat sepatu, dalam cara kita mengenang masa kecil, dan dalam cara kita menghargai setiap langkah menuju masa depan.
Mungkin sudah saatnya kita menulis ulang kisah Bata—bukan sebagai berita duka, melainkan sebagai arsip budaya, bagian dari sejarah kecil bangsa ini.
Ya, seperti halnya langkah kaki, kenangan tak pernah benar-benar berhenti.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kenangan Sepatu Bata; Simbol Masa Sekolah yang Tak Terlupakan"
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.