
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Pengawasan Tes Kemampuan Akademik hari pertama. (dokumentasi prinadi Kompasianer Yulius Roma Patandean)Apa saja pelajaran berharga dari pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana?Bagaimana temuan-temuan di lapangan dapat menjadi dasar perbaikan untuk penyelenggaraan berikutnya?
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada hari pertama Gelombang 1 berjalan relatif lancar.
Apresiasi patut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat—mulai dari teknisi, proktor, panitia lokal, hingga pengawas ruang—yang memastikan penyelenggaraan perdana ini berlangsung tertib.
TKA merupakan langkah baru dari Kemdikdasmen untuk meningkatkan mutu lulusan SMA/SMK/SLB dan sederajat.
Salah satu hal yang menarik pada pelaksanaan perdana ini adalah penerapan pengawas silang, di mana guru dari satu sekolah bertugas mengawasi di sekolah lain.
Mekanisme ini diharapkan dapat meningkatkan objektivitas dan ketertiban jalannya ujian.
Berdasarkan surat tugas dari Disdik Sulawesi Selatan, saya ditugaskan mengawas di SMAS Kristen Makale pada hari pertama dan kedua.
Ada pula hal baru yang diterapkan tahun ini: pada sesi ketiga, seluruh pengawas ruang mengikuti sesi live via Zoom. Kamera diarahkan langsung ke ruang ujian, sehingga situasi dapat dilaporkan secara real time.
Catatan Evaluasi: Temuan dan Perlu Diperbaiki
Dari hasil pemantauan tim Pusmendik, masih terdapat beberapa pelanggaran yang perlu menjadi perhatian bersama.
Beberapa peserta masih kedapatan membawa atau menggunakan gawai selama ujian berlangsung. Bahkan, terdapat kasus peserta mengambil gambar soal, merekam, hingga menayangkan siaran langsung di media sosial saat ujian sedang berjalan.
Melihat temuan tersebut, satuan pendidikan diminta untuk:
Peserta yang teridentifikasi melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi tegas sebagaimana aturan yang berlaku.
Gangguan Teknis: Munculnya Error 402 Secara Massal
Pada hari pertama pelaksanaan, tepatnya sesi ketiga (14.30–17.00 WITA), terjadi gangguan teknis massal berupa Error 402 pada Exam Browser Client.
Gangguan ini cukup familiar bagi teknisi UNBK maupun ANBK, karena kerap terjadi jika klien exam browser mengalami masalah akses.
Di SMAS Kristen Makale, seluruh peserta di dua ruang komputer—total 70 siswa—mengalami error tersebut secara bersamaan. Secara umum, Error 402 dapat muncul karena:
Beberapa langkah cepat yang biasa dilakukan antara lain:
Metode ini cukup berhasil mengatasi error massal pada sesi tersebut. Adapun langkah antisipatif yang dianjurkan adalah:
Jika masalah tetap berlanjut, teknisi atau proktor dianjurkan segera menghubungi helpdesk Pusmendik sebagaimana informasi yang tertera pada laman admin sekolah.
Langkah Awal untuk Penyelenggaraan yang Lebih Matang
Sebagai pelaksanaan perdana, TKA hari pertama memberikan banyak catatan penting. Gangguan teknis dan pelanggaran peserta menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan berikutnya dapat berjalan lebih baik, lebih aman, dan lebih siap secara teknis.
Dengan koordinasi yang semakin solid dan penguatan pengawasan, pelaksanaan TKA diharapkan dapat menjadi instrumen penilaian yang lebih berkualitas di tahun-tahun mendatang.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Evaluasi Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Perdana"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang