
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Dan benar, meski waktu tempuh lebih lama, saya berhasil menyelesaikan lomba dengan kondisi baik.
Menjaga Ritme di Tengah Kesibukan
Memasuki tahun 2025, ritme tersebut sempat berubah. Tuntutan pekerjaan membuat saya tidak lagi rutin mengikuti event. Saya lebih sering berlari secara mandiri saat memiliki waktu luang.
Saya juga memilih untuk tidak berolahraga setelah jam kerja demi menghindari kelelahan berlebih. Sebagai gantinya, saya tetap menjaga aktivitas ringan seperti peregangan dan yoga agar kualitas tidur tetap terjaga.
Keputusan untuk mencoba lari di tahun 2023 menjadi titik balik yang saya syukuri. Selain karena manfaatnya bagi kesehatan, olahraga ini juga terasa paling sederhana dan mudah dijalani dibandingkan jenis olahraga lain.
Yoga sendiri sudah saya kenal sejak masa pandemi, terutama untuk membantu mengelola kecemasan. Kombinasi keduanya—lari dan yoga—memberikan keseimbangan yang cukup baik bagi tubuh dan pikiran.
Manfaat yang Dirasakan
Seiring waktu, manfaat olahraga lari semakin terasa. Berat badan yang sebelumnya cenderung kurang perlahan meningkat secara sehat. Tubuh terasa lebih bugar, dan pola tidur menjadi lebih teratur.
Setelah berlari, rasa kantuk di siang hari sering muncul, yang justru membantu mendapatkan istirahat tambahan. Pada malam hari, rasa kantuk datang lebih cepat tanpa harus dipaksakan.
Selain itu, saya juga mulai lebih memperhatikan kebutuhan tubuh—mulai dari asupan makanan, pemilihan pakaian yang nyaman, hingga sepatu yang sesuai untuk berlari.
Tidak hanya itu, pengalaman mengikuti berbagai event juga memberikan keuntungan lain. Beberapa hadiah atau produk dari goodie bag bahkan bisa dimanfaatkan atau dibagikan kembali.
Menariknya, kebiasaan ini juga perlahan memengaruhi lingkungan sekitar. Beberapa teman mulai tertarik mencoba olahraga lari setelah melihat perubahan yang saya rasakan.
Dari Peserta Menjadi Penggagas
Pengalaman mengikuti berbagai event lari ternyata membuka peluang baru. Pada tahun 2024, kantor tempat saya bekerja mengadakan event lari, dan saya turut terlibat dalam proses perencanaan.
Mulai dari ide awal hingga koordinasi dengan sponsor, pengalaman sebagai peserta sebelumnya sangat membantu dalam memahami kebutuhan teknis acara. Hal ini menjadi pengalaman yang berharga dan memberikan kepuasan tersendiri.
Pada akhirnya, jika ditanya olahraga favorit saat ini, jawabannya tetap sama: lari dan yoga. Keduanya memberikan manfaat tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental.
Label “FOMO olahraga” mungkin pernah terdengar. Namun bagi saya, selama dilakukan dengan serius, penuh kesadaran, dan tetap mendengarkan kondisi tubuh, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Yang terpenting adalah menempatkan keselamatan dan kesehatan sebagai prioritas utama.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Insomnia dan Awal Mula FOMO Olahraga Lari"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang