
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Pada musim panen tebu, bahan ini cukup mudah ditemukan. Anak-anak memanfaatkannya untuk membuat berbagai bentuk miniatur, mulai dari mobil-mobilan, kapal terbang, rumah-rumahan, hingga senapan mainan.
Proses pembuatannya pun sederhana. Glagah dipotong sesuai ukuran menggunakan gunting atau cutter, kemudian disambung dengan lidi dan karet gelang.
Roda mobil dibuat dari sandal jepit bekas. Dari bahan-bahan yang tampak sederhana itu lahirlah beragam karya hasil imajinasi anak-anak.
Yang menarik, nilai utama dari permainan tersebut bukan terletak pada hasil akhirnya, melainkan proses kreatif yang dilalui.
Anak belajar merancang bentuk, mengukur ukuran, memotong bahan, menyusun bagian-bagian kecil, hingga menyelesaikan karya yang mereka bayangkan sebelumnya.
Tanpa disadari, kegiatan semacam ini melatih kreativitas, ketelitian, kemampuan memecahkan masalah, sekaligus kesabaran.
Kreativitas Berawal dari Pengalaman Sederhana
Sejarah menunjukkan bahwa kreativitas sering kali tumbuh dari pengalaman membuat sesuatu dengan tangan sendiri.
Pendiri perusahaan pesawat terbang Boeing, William Edward Boeing, misalnya, memulai kariernya di industri perkayuan sebelum akhirnya membangun perusahaan dirgantara yang dikenal dunia.
Keahlian mengolah material kayu menjadi salah satu fondasi yang kemudian membantunya memahami konstruksi pesawat terbang.
Tentu perjalanan setiap orang berbeda. Namun kisah tersebut menunjukkan bahwa keterampilan praktis dan kreativitas yang diasah sejak dini dapat menjadi bekal berharga di masa depan.
Belajar dari Omocha Toys
Di Indonesia, semangat serupa dapat ditemukan pada Wahyuni, pendiri Omocha Toys di Bogor.
Berawal dari kesulitan mencari mainan edukatif untuk anaknya sendiri, ia kemudian memutuskan menjadi agen mainan. Ketika pasokan produk impor tidak stabil, ia memilih memproduksi mainan edukatif secara mandiri.
Keputusan tersebut berkembang menjadi sebuah usaha kreatif yang kini dikenal luas.
Tak hanya memproduksi mainan kayu edukatif, Omocha Toys juga mengembangkan program Woodworking Class atau Little Creator, yakni kegiatan yang mengajak anak membuat mainannya sendiri melalui proses yang aman dan menyenangkan.
Program seperti ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat dipelajari melalui pengalaman langsung, bukan sekadar teori di ruang kelas.
Bahkan, workshop Omocha Toys kini sering menjadi tujuan kunjungan berbagai taman kanak-kanak sebagai bagian dari kegiatan belajar di luar sekolah.