Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bambang Trim
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Bambang Trim adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi

Kompas.com, 28 Juli 2026, 11:16 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Perjalanan karier kemudian memperlihatkan bahwa jawabannya tidak harus salah satu.

Saya menjalani berbagai peran sekaligus sebagai penulis, penyunting, jurnalis, dan pernah menjadi guru Bahasa Indonesia di sebuah sekolah swasta di Bandung. Di bidang pendidikan tinggi, saya juga pernah menjadi dosen luar biasa pada tiga perguruan tinggi negeri vokasi dengan mata kuliah yang berhubungan dengan dunia penerbitan.

Ketertarikan terhadap sastra anak yang telah saya tekuni sejak 1995 pun berkembang menjadi profesi yang lebih luas. Selain menulis dan menyunting buku anak, saya juga menjadi penyusun regulasi, kurator buku anak, hingga mendirikan usaha book packager.

Tanpa disadari, seluruh perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi Sasindo dapat berkembang menjadi bentuk kewirausahaan berbasis literasi.

Saya meyakini pengalaman tersebut tidak lepas dari fondasi pendidikan vokasi D-3 Editing yang saya tempuh sebelum melanjutkan ke Program Ekstensi S-1 Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran. Pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan industri memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai peluang karier di dunia penerbitan.

Pengalaman itu memperlihatkan bahwa Prodi Sasindo memiliki peluang besar untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja di sektor literasi.

Wirausaha Literasi sebagai Bidang Kajian

Gagasan mengenai kewirausahaan literasi mulai memperoleh ruang akademik yang lebih jelas. Salah satunya terlihat pada Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Sebelas Maret (UNS) yang menawarkan empat bidang kajian, yakni:

Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Bahasa Indonesia;

  • Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA);
  • Penelitian Kearifan Lokal;
  • Wirausaha Literasi.

Kehadiran bidang kajian terakhir merupakan langkah menarik karena memperluas orientasi pendidikan bahasa dan sastra, tidak hanya pada pengajaran, tetapi juga pada pengembangan industri kreatif berbasis literasi.

Jika ditarik lebih jauh ke belakang, praktik kewirausahaan literasi sebenarnya telah hadir sejak berabad-abad lalu.

Di Eropa, Johannes Gutenberg membuka jalan melalui pengembangan mesin cetak pada abad ke-15. Tidak lama kemudian, Aldus Manutius mendirikan Aldine Press di Italia yang memadukan teknologi percetakan, penerbitan, dan standardisasi mutu buku. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan buku berukuran saku serta penggunaan huruf italik.

Warisan Manutius bahkan masih dikenang melalui perangkat lunak Aldus PageMaker, yang kemudian berkembang menjadi Adobe InDesign.

Di Nusantara, sejarah kewirausahaan literasi berkembang melalui usaha percetakan dan penerbitan yang dikelola pemerintah Hindia Belanda, swasta Belanda, Tionghoa peranakan, hingga penerbit bumiputra.

Dalam sejarah pers nasional, nama Tirto Adhi Soerjo menempati posisi penting sebagai pelopor pers vernakular yang dikelola sepenuhnya oleh pribumi. Di bidang penerbitan buku, tokoh seperti Sutan Takdir Alisjahbana melalui Dian Rakyat serta Ajip Rosidi melalui Pustaka Jaya memperlihatkan bahwa sastrawan pun dapat menjadi pelaku industri penerbitan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga
Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga
Kata Netizen
AI Mengubah Cara Bekerja, Bukan Menghapus Kesempatan
AI Mengubah Cara Bekerja, Bukan Menghapus Kesempatan
Kata Netizen
Antara Uang Kuliah dan Nilai Akademik
Antara Uang Kuliah dan Nilai Akademik
Kata Netizen
Mengapa Sekolah Negeri Kini Sepi Peminat?
Mengapa Sekolah Negeri Kini Sepi Peminat?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau