Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bambang Trim
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Bambang Trim adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi

Kompas.com, 28 Juli 2026, 11:16 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Dengan demikian, kewirausahaan literasi bukanlah gagasan baru. Yang berubah adalah bentuk dan ekosistemnya.

Memaknai Kewirausahaan Literasi

Ulya (2023) mendefinisikan kewirausahaan literasi sebagai cabang kewirausahaan yang mengembangkan produk dan layanan berbasis bahasa serta sastra untuk memperkuat budaya literasi masyarakat.

Sementara itu, Suwandi (2019) melihatnya sebagai kegiatan kewirausahaan yang meliputi penerbitan buku, pembuatan konten pendidikan, pengembangan platform digital, hingga berbagai layanan yang berkaitan dengan bahasa dan sastra.

Dalam konteks saat ini, kewirausahaan literasi dapat dipahami sebagai proses menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial melalui pemanfaatan kompetensi literasi untuk menghasilkan produk, jasa, maupun platform digital yang berdampak bagi masyarakat.

Berdasarkan perkembangan industri kreatif, sedikitnya terdapat enam bidang utama kewirausahaan literasi yang dapat dikembangkan oleh lulusan Sasindo, yaitu:

  • kewirausahaan penulisan;
  • kewirausahaan penerjemahan;
  • kewirausahaan penyuntingan;
  • kewirausahaan penerbitan;
  • kewirausahaan edukasi literasi;
  • kewirausahaan digital literasi.

Khusus pada era digital, ruang kewirausahaan semakin luas. Kehadiran platform seperti Wattpad, Storial, blog pribadi, hingga platform jurnalisme warga seperti Kompasiana dan Indonesiana menunjukkan bahwa literasi kini tidak lagi terbatas pada penerbitan konvensional.

Ekosistem digital membuka peluang baru bagi penulis, editor, penerjemah, maupun pelaku industri kreatif untuk membangun bisnis berbasis pengetahuan.

Dalam praktiknya, wirausahawan literasi dapat hadir sebagai karyawan profesional (employee), pekerja lepas (self-employed), maupun pemilik usaha (business owner). Ketiganya memiliki peluang berkembang sesuai kompetensi dan pilihan karier masing-masing.

Relevansi Kurikulum Sasindo

Peluang tersebut tentu memerlukan dukungan kurikulum yang relevan. Kompetensi lulusan Sasindo idealnya dibangun di atas lima pilar utama, yaitu:

  • kepenulisan;
  • penyuntingan naskah;
  • penerjemahan;
  • manajemen industri kreatif;
  • industri literasi digital.

Mata kuliah kepenulisan, penyuntingan, dan penerjemahan sudah cukup banyak diajarkan di berbagai perguruan tinggi.

Namun, mata kuliah kewirausahaan sebaiknya tidak lagi hanya membahas teori bisnis secara umum, melainkan diarahkan secara spesifik pada manajemen industri kreatif berbasis literasi.

Kehadiran dosen praktisi yang memiliki pengalaman membangun usaha di bidang literasi juga menjadi penting agar mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai dunia industri.

Selain itu, mata kuliah Industri Literasi Digital layak dipertimbangkan sebagai bagian dari kurikulum. Mata kuliah ini dapat membahas perkembangan penerbitan digital, platform berbasis literasi, monetisasi konten, pemanfaatan media sosial, hingga penggunaan kecerdasan artifisial (AI) sebagai alat akselerasi dalam industri kreatif.

Pada akhirnya, kewirausahaan literasi tidak cukup berhenti sebagai slogan yang menjanjikan peluang kerja baru bagi lulusan Sasindo. Gagasan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kurikulum, kompetensi, dan pengalaman belajar yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.

Dengan bekal tersebut, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia tidak hanya akan melahirkan guru, penulis, atau penyunting, tetapi juga generasi baru wirausahawan literasi yang mampu menciptakan inovasi, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ekosistem literasi Indonesia di masa depan.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Ikhtiar Melahirkan Wirausahawan Literasi dari Lulusan Sasindo"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga
Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga
Kata Netizen
AI Mengubah Cara Bekerja, Bukan Menghapus Kesempatan
AI Mengubah Cara Bekerja, Bukan Menghapus Kesempatan
Kata Netizen
Antara Uang Kuliah dan Nilai Akademik
Antara Uang Kuliah dan Nilai Akademik
Kata Netizen
Mengapa Sekolah Negeri Kini Sepi Peminat?
Mengapa Sekolah Negeri Kini Sepi Peminat?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau