Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ire Rosana Ullail
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ire Rosana Ullail adalah seorang yang berprofesi sebagai Administrasi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Seharian di Cipete dan Sekitarnya

Kompas.com, 31 Agustus 2026, 11:47 WIB

Kalau Jakarta tidak hanya tentang Blok M dan Kota Tua, lalu sudut kota mana lagi yang sebenarnya menarik untuk dijelajahi dalam satu hari?

Masih banyak kawasan lain yang bisa dijelajahi dan dinikmati untuk menghabiskan waktu. Mungkin daerah-daerah tersebut tidak memiliki landmark sekuat Monas atau bangunan bersejarah seperti Museum Fatahillah.

Bisa jadi, yang mereka tawarkan hanyalah beberapa workspace, perpustakaan kecil, kafe unik, tempat makan, atau toko buku yang nyaman untuk dikunjungi.

Justru tempat-tempat sederhana seperti itulah yang belakangan membuat saya penasaran. Saya ingin menjelajahinya satu per satu.

Tak perlu terburu-buru, alon-alon waton kelakon, pelan-pelan saja selama niat tersebut tidak berakhir seperti tumpukan piring atau pakaian kotor yang menunggu disentuh pemiliknya. Saya pun memulainya dari Cipete.

Unlocked New Workspace, AAJI Library

Saya dan seorang kawan menjadikan AAJI Library sebagai titik temu. Tempat ini merupakan workspace sekaligus perpustakaan kecil milik Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Saya sendiri tidak tahu persis sejak kapan tempat ini berdiri dan mulai dibuka untuk umum. Yang jelas, keberadaannya sudah beberapa kali muncul di media sosial dan akhirnya ikut masuk ke daftar tempat yang ingin saya kunjungi.

Selama ini saya hanya menyimpannya sebagai angan-angan. Mungkin suatu hari nanti akan mampir ke sana.

Ternyata, kesempatan itu datang lebih cepat dari yang saya kira.

Saya melakukan pendaftaran di area lobi. Sebagai tanda sudah melakukan registrasi, sebuah cap ditempelkan di punggung tangan. Tidak ada penitipan barang sehingga saya bisa membawa ransel yang berisi berbagai keperluan, termasuk air mineral.

Rupanya, kawan saya sudah lebih dulu tiba. Kami sempat berbincang sebentar sebelum kemudian tenggelam dalam aktivitas masing-masing.

AAJI Library terdiri atas dua lantai dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Koleksi bukunya pun cukup terbatas. Namun, ada beberapa hal yang menurut saya menjadi daya tarik tempat ini, salah satunya adalah lokasinya yang relatif dekat dengan Stasiun MRT Cipete Raya Tuku serta meja dan kursi yang cukup nyaman untuk bekerja atau membaca.

Karena berada dalam satu kawasan dengan kantor, fasilitas seperti toilet dan musala juga cukup bersih dan nyaman. Ketika saya datang, beberapa orang terlihat memanfaatkan tempat tersebut untuk bekerja dan membaca.

Bukan karena tidak betah, tetapi beberapa jam kemudian rasa lapar membuat saya harus meninggalkan tempat tersebut dan mencari makanan yang lebih mengenyangkan.

Menyudahi Rasa Lapar dengan Kuliner Tempo Dulu

Tidak jauh dari AAJI Library terdapat sebuah restoran dengan konsep dan menu makanan tempo dulu. Namanya Sumber Asli, Kuliner Tempo Dulu.

Nama dan konsepnya cukup menarik perhatian. Kawan saya memang menyukai restoran dengan gaya yang unik, dan tempat ini lumayan berhasil membuat kami penasaran.

Dinding-dinding restoran menjadi salah satu bagian yang menarik. Beberapa ornamen sejenis ditata dalam satu area. Ada piring-piring antik, centong dengan bentuk unik, gambar berbagai jenis sneakers, hingga tulisan-tulisan berbahasa Jawa yang berisi wejangan.

Kami memilih ruangan bebas rokok. Selain ingin lebih nyaman, perjalanan menuju tempat ini di tengah panasnya udara Jakarta membuat kami merasa perlu beristirahat sejenak di ruangan berpendingin udara.

Kawan saya memesan gado-gado, sementara saya tergoda mencoba bihun godok. Bagaimana rasanya?

Ada ungkapan bahwa lauk terbaik adalah rasa lapar. Mungkin ada benarnya. Perpaduan antara rasa lapar dan racikan bumbu yang disajikan membuat menu di restoran ini terasa layak untuk dicoba kembali.

Setidaknya, rasa lapar yang tadi membawa kami masuk ke tempat ini akhirnya terbayar.

Menemukan Tempat Ngopi dengan Nuansa a la Ghibli

Entah mengapa, tempat yang dipenuhi rerimbunan hijau sering kali membuat saya teringat pada film-film Studio Ghibli. Mungkin karena banyak karya Ghibli menghadirkan nuansa alam yang kuat.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Kata Netizen
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Kata Netizen
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Kata Netizen
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Kata Netizen
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Kata Netizen
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
Kata Netizen
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Kata Netizen
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Kata Netizen
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Kata Netizen
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau