Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Novaly Rushans
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Novaly Rushans adalah seorang yang berprofesi sebagai Relawan. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Bonding Orangtua Masa Kini, Anak adalah Teman

Kompas.com, 30 September 2024, 20:32 WIB

Hubungan renggang antara anak laki laki dengan bapak sering didapati dalam konflik. Saya marasakan sendiri saat remaja sering sekali berbeda pendapat hingga terjadi konflik kecil dengan ayah. 

Bonding dengan ayah rasanya saat remaja sangat sulit, kami bahkan beberapa kali saling diam, tidak berkomunikasi beberapa hari. Kalau sudah begini saya kena marah ibu dan diminta untuk minta maaf dan mulai membuka komunikasi dengan ayah.

Rasanya berat dan muncul ego, kenapa saya yang harus memulai komunikasi? lama kelamaan akhirnya saya sadar juga. Sebagai anak, rasanya tak pantas melawan seorang ayah dengan berani mendiamkan, tidak berbicara dan berkomunikasi.

Hal ini ternyata terjadi lagi, tapi sekarang posisi saya menjadi bapak. ada beberapa momen saya berkonflik dengan anak laki laki saya yang mulai remaja. Hampir mirip kejadiannya. Dari situlah saya sadar, dulu saya sebagai anak merasa benar sendiri. Egonya salah kaprah. 

Memulai bonding dengan anak yang memasuki remaja ada trik khusus, selain zaman sudah jauh berubah, pola hubungan orangtua dan anak juga mengalami pergeseran. Anak tidak lagi diperlakukan sebagai layaknya anak, ia sudah berubah remaja lalu memasuki masa dewasa.

Pola pikirnya berubah, sensivitas perasaannya juga berubah. Perlakuan saat kanak kanak sudah tidak bisa lagi diterapkan.

Anak-anak ini perlu diberikan apresiasi dan diberikan rasa 'hormat'. Tapi rasa 'hormat' di sini bukan membalik keadaan, bukan orangtua malah berubah jadi 'hormat' kepada anak. 

Tapi rasa 'hormat' di sini anak diberikan kebanggaan di depan teman-temannya, lingkungannya, termasuk dalam lingkup keluarga. Di hadapan adik-adiknya. Saya menamakan dengan memberikan 'kepantasan' sikap.

Oleh karena itu saat berkomunikasi dengan anak saya menggunakan relasi 'sahabat' atau relasi 'pertemanan'. Seolah saya menurunkan ego saya sebagai bapak dan muncul sebagai seorang teman. 

Saya sedikit banyak belajar bahasa gaul anak muda zaman now, memahami gaya komunikasi anak zaman now, tidak menggurui, tidak memberikan perintah layaknya komandan ke bawahan. 

Bahkan saya tak segan bertanya dan merasa tidak paham untuk minta diajarkan anak-anak. Biasanya anak-anak ini merasa senang bila orangtuanya mau bertanya tentang sesuatu hal tentang dunia mereka.

MIsalnya saya bertanya tentang Kpop, artis artis korea yang sedang digandrungi anak-anak muda. atau hal lain yang bersifat dunia pop zaman now.

Biasanya mereka dengan senang hati memberikan jawaban dan menerangkan dunia mereka. Dari sinilah bonding saya mulai. Merasa border antara orangtua dan anak mulai menipis dan tidak lagi menjadi penghalang.

Kalau sudah begitu timbul saling menghargai, dunia mereka yang kadang tidak dipahami orangtua mulai dikenali orangtua. Yang perlu dilakukan orangtua adalah menjaga ada batas yang disepakati tidak boleh dilanggar. seperti batas tentang penyalahgunaan obat terlarang, minuman keras hingga perilaku seks yang belum boleh dilakukan hingga resmi menikah.

Kesepakatan itu saya bicarakan dengan anak-anak, termasuk saat saya melarang anak-anak untuk tidak menginap di rumah temannya. Saya memang membuat kesepakatan anak-anak tidak diizinkan berada di luar rumah pada jam tertentu. Sebelumnya saya jelaskan kenapa ada pembatasan ini, biasanya ada perdebatan hingga anak kemudian paham.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Kata Netizen
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Kata Netizen
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau