Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Budi Susilo
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Peran Komunitas Jaga Pariwisata di Pulau Merak Besar

Kompas.com, 29 Oktober 2025, 16:17 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Sedangkan di area pantai, kios-kios sederhana menyediakan tikar, perlengkapan snorkeling, hingga perlengkapan berkemah.

Kebersihan menjadi hal yang menonjol di sini. Tempat sampah tersedia di berbagai titik, tanah disapu rapi, dan rambu-rambu petunjuk maupun larangan terlihat jelas. Semua tertata dengan baik.

Kunci Keteraturan: Komunitas D’Jetty Medaksa Sebrang

Rasa penasaran saya tentang siapa yang mengelola tempat ini akhirnya terjawab. Seorang pria muda berkacamata bernama Rivaldi—yang saya lihat memegang megafon di dermaga—menjelaskan bahwa semua ini dikelola oleh komunitas lokal bernama D’Jetty Medaksa Sebrang.

Komunitas ini terbentuk pada Oktober 2024 dan mulai beroperasi penuh sejak April 2025. Mereka terdiri dari sekitar 30 anggota: mulai dari tukang parkir, petugas loket, pengatur antrean, hingga penjaga kebersihan.

Tak ada sistem “bos dan anak buah”. Semua bekerja setara, saling mengisi demi pelayanan terbaik bagi wisatawan.

Menariknya, Rivaldi dulunya pernah terlibat dalam pengelolaan destinasi wisata di Pulau Belitung.

Ia membawa pengalaman profesional itu ke Merak, bekerja sama dengan pemuda setempat dan seorang dermawan yang mereka panggil “Kakak”—orang yang membantu membiayai pembangunan infrastruktur awal.

Kolaborasi ini juga mencakup sopir-sopir angkot di sekitar stasiun Merak. Hubungan saling menguntungkan tercipta: pengunjung bisa menuju dermaga dengan nyaman, sopir mendapat penumpang tetap, sementara pengelola wisata terbantu dari sisi akses transportasi.

Model Pengelolaan yang Layak Dicontoh

Dari awal perjalanan hingga menjejak pasir putih di Pulau Merak Besar, kesan profesional dan bersahabat terasa konsisten. Tidak ada pungutan liar, tidak ada harga yang mencekik, dan yang paling penting—tidak ada drama.

Komunitas D’Jetty Medaksa Sebrang menunjukkan bahwa wisata yang dikelola dengan rapi dan berbasis partisipasi warga bisa menciptakan pengalaman positif bagi semua pihak.

Wisatawan menikmati suasana yang bersih dan aman. Warga setempat memperoleh peluang ekonomi baru.

Sementara daerahnya sendiri mendapatkan citra baik sebagai destinasi wisata yang ramah dan tertib.

***

Meski masih tergolong baru, Pulau Merak Besar telah menunjukkan potensi besar sebagai destinasi wisata bahari yang menjanjikan.

Kuncinya sederhana: pengelolaan profesional, kerja sama warga, dan kejujuran dalam pelayanan. Tiga hal yang sering kali hilang di banyak tempat wisata lain di Indonesia.

Semoga semangat komunitas D’Jetty Medaksa Sebrang menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan wisata dengan cara yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memuliakan manusia dan alam di sekitarnya.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Berwisata ke Pulau Merak Besar Tanpa Drama dan Horor"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Kata Netizen
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Kata Netizen
Menjaga Kebahagiaan di Era Oversharing
Menjaga Kebahagiaan di Era Oversharing
Kata Netizen
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Kata Netizen
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Kata Netizen
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Kata Netizen
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
Kata Netizen
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kata Netizen
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kata Netizen
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Kata Netizen
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Kata Netizen
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau